Minggu, 19 Jul 2026 20:42 WIB

DPRD Sebut Festival Rujak Uleg Surabaya Cerminan Gotong Royong dalam Keberagaman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Mei 2025 15:59 WIB
Festival Rujak Uleg Surabaya
Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyampaikan apresiasi dan refleksi mendalam saat menghadiri Festival Rujak Uleg 2025 di bekas Taman Remaja Surabaya (TRS), Sabtu (17/5/2025).

Baginya, festival tahunan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 itu lebih dari sekadar seremoni ia adalah simbol kuat dari persatuan dalam keberagaman.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

“Rujak uleg ini bukan hanya tentang rasa. Di balik cobek raksasa dan bumbu yang diulek bersama, ada filosofi gotong royong dan harmoni warga Surabaya yang sangat terasa,” ujar Yona, kepada selalu.id, Minggu (19/5/2025).

Politisi dari Partai Gerindra itu mengisahkan momen saat ia ikut serta dalam prosesi mengulek rujak bersama para pejabat Pemkot Surabaya. Ia menggambarkan bahwa rasa rujak terasa lebih nikmat karena dibuat dengan semangat kebersamaan.

“Karena kita nguleknya dengan hati. Apapun yang dilakukan dengan hati, pasti hasilnya membawa kebaikan,” ucap Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu.

Menurut Yona, beragam bahan yang menyusun rujak ulek buah, sayur, sambal menggambarkan kehidupan masyarakat Surabaya yang majemuk namun saling melengkapi. Ia menekankan bahwa ini menjadi cermin nyata dari filosofi unity in diversity.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Warga Kota Surabaya itu heterogen, datang dari berbagai latar belakang. Tapi saat semua bersatu, justru membentuk kekuatan luar biasa. Seperti rujak ulek macam-macam isinya, tapi saat dipadukan rasanya luar biasa,” terang pria yang juga dikenal sebagai pengusaha transportasi ini.

Tak hanya bicara tentang nilai-nilai budaya, Yona juga menaruh harapan besar terhadap pengembangan sektor pariwisata berbasis tradisi lokal. Ia menyebut Festival Rujak Uleg sebagai potensi besar yang harus terus dikembangkan oleh Pemkot Surabaya.

“Event seperti ini harus terus dijaga bahkan ditingkatkan. Ini adalah warisan budaya dan bisa menjadi daya tarik pariwisata yang unik. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Yona juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-732 kepada Kota Surabaya, sembari berharap semangat kebersamaan dalam festival seperti ini akan terus mengakar dalam kehidupan warga.

“Selamat Hari Jadi Kota Surabaya. Semoga Surabaya semakin maju, semakin guyub, dan budaya lokal seperti Festival Rujak Uleg ini terus hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.