Selasa, 03 Feb 2026 03:29 WIB

Pemkot Surabaya Minta Maaf Soal Festival Rujak Uleg, Ini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Mei 2023 13:40 WIB
Pemkot minta maaf terkait Festival Rujak Uleg
Pemkot minta maaf terkait Festival Rujak Uleg

Selalu.id - Festival Rujak Uleg Surabaya telah lama dimengerti dan dirayakan sebagai festival rakyat, dan sebagai festival rakyat maka disetiap gelarannya festival tersebut ditujukan agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Surabaya.

Namun berbeda dengan gelaran Festival Rujak Uleg yang menjadi main event Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730, pada 6 Mei kemarin. Festival Rujak Uleg tersebut rakyat tidak dilibatkan dan tidak bisa menikmatinya.

Memicu berbagai protes, sejumlah warganet pun beramai-ramai menggungah pengalaman yang mengecewakan tersebut di media sosial. Lantaran, selain tak bisa menikmati gelaran yang seharusnya merupakan pesta rakyat itu, masyarakat kesulitan menyaksikan rangkaian penggelaran itu.

Sebab, menuju panggung atau sekitar acara itu hanya dibatasi pagar besi. Masyarakat pun tidak boleh masuk ke dalam, hanya boleh di melihat dari belakang pagar. Bahkan sebagian masyarakat hanya bisa menonton lewat layar tancap yang disediakan oleh Pemkot Surabaya.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Surabaya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya terkait gelaran Festival Rujak Uleg 2023 yang digelar di jalan Kembang Jepun, Sabtu (6/5/2023).

"Atas nama Pemkot, kami menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian dipelaksanaan Festival Rujak Uleg yang kemudian naik di Sosmed. Kami juga terimakasih atas masukan dan kritikan dari warga masyarakat untuk perbaikan Pemkot kedepan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M, Fikser, Senin (8/5/2023).

Fikser menjelaskan, memang pelaksanaan Festival Rujak Uleg kali ini ternyata ada masukan untuk memberi akses masuk kepada warga setelah penjurian dan pembukaan festival. Kata dia, masukan itu dan masukan itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pelaksanaan even-even Pemkot selanjutnya.

“Setiap selesai acara kita selalu melakukan evaluasi. Nah, masukan dari warga ini akan menjadi salah satu bahan untuk menjadi evaluasi kita di even-even berikutnya,” tegasnya.

Meski begitu, Fikser memastikan bahwa acara ini sudah berjalan dengan baik dan lancar. Ia juga menyebur tidak adanya crowded atau penumpukan warga yang sampai menimbulkan korban, karena semua petugas Dinkes dan TGC Pemkot Surabaya juga standby di lokasi acara.

"Kalau ada sedikit berdesakan itu wajar lah, karena ini acara besar, acara yang sudah menasional," terangnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2024, Wujud Kebersamaan dan Kekeluargaan Warga Membangun Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.