Senin, 02 Feb 2026 18:33 WIB

Pasar Induk Surabaya Sidotopo Disebut Dapat Perlakuan Istimewa dari Pemkot, Wakil Ketua DPRD: Keterlaluan!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Apr 2023 02:46 WIB
Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS)
Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS)

selalu.id - Keberadaan Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) yang dianggap mendapat perlakukan istimewa dari Pemerintah Kota Surabaya mendapat reaksi dari anggota DPRD.

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyebut yang terjadi di Surabaya khususnya PISS akan memunculkan oligopoli dimana suatu keadaan yang dimonopoli oleh satu atau hanya beberapa perusahaan swasta saja.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Kita kan maunya distribusi pemerataan, banyak orang dan pedagang tidak bisa jualan karena mereka tidak memiliki barang. Sehingga sistem distribusinya terbebani,"kata Ah Thony kepada selalu.id pada Selasa (11/4/2023).

Muncul informasi bahwa Pemerintah Kota Surabaya membackup penuh pasar yang dikelola oleh swasta tersebut dengan tujuan untuk mewujudkan pasar induk untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Pemerintah Kota Surabaya disebutkan bakal membuat kebijakan untuk memfasilitasi PISS agar memperlancar tindakan usaha PISS, salah satunya dengan memberlakukan aturan suplai bahan komoditas dari luar kota yang hanya boleh masuk ke PISS saja.

"Praktek seperti itu akan terjadi. Pemerintah harus adil, jangan justru memberikan penguatan hanya kelompok tertentu, tetapi harus kelompok dalam jumlah yang besar,"ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ah Thony menjelaskan, apabila nantinya sentral distribusi komoditas barang pasar menjadi satu. Maka, akan muncul praktek seperti yakni Monopoli, Oligopoli dan Monopolistik yang hanya dikuasai oknum perusahaan tertentu.

Menurut Thony, Pemerintah Kota Surabaya tidak terlihat bijak dengan hanya memfasilitasi PISS dan melupakan pasar-pasar tradisional lain.

"Ini kan terlalu berlebihan (perlakuan Pemkot Surabaya ke PISS), kasian pedagang pasar tradisional yang menyebar 80 titik di Surabaya," keluhnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Dalam hal ini, AH Thony membandingkan perlakuan Pemkot Surabaya antara PISS dengan PD Pasar Surya yang merupakan perusahaan BUMD.

"Gak usah menyuapi atau sampai menfasilitasi, operasi ini (distribusi barang pasar) tidak boleh masuk ke tempat lain (pasar-pasar lain) itu keterlaluan,"tegasnya.

Kasus pasar di Surabaya semakin rumit dengan banyaknya pasar tumpah di beberapa lokasi akibat penutupan jalur distribusi ke pasar-pasar grosir. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.