Selasa, 21 Jul 2026 08:56 WIB

Sanksi Teguran Diberikan Jika Tak Bawa Tepak Makan, Tumbler dan Tas Belanja Saat Bagi Takjil.

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 17:20 WIB
Kepala DLH Surabaya  Agus Hebi Djuniantoro
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

Selalu.id - Larangan nyampah untuk Ramadan Bebas Sampah yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya lebih lanjut merupakan upaya untuk mengurangi kuantitas produksi sampah yang naik saat bulan Ramadan, khususnya sampah plastik. Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pemkot Surabaya akan menurunkan petugas untuk menggeliatkan soal larangan sampah Ramadan.

Dalam sosialisasi tersebut warga Surabaya diminta untuk membawa tepak makan dan botol minum sendiri saat ada pembagian takjil.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Sosialisasinya warga Surabaya harus membawa tepak makan dan botol minum, setiap hari harus dibawa. Kalau ada takjil ditaruh di tepak, kalau ada es ditaruh di tubler itu," kata Hebi, saat dihubungi selalu.id, Senin (20/3/2023).

Terkait Sanksi administrasi, Hebi menyebut hal tersebut hanya teguran lisan, pihaknya ingin menyadarkan masyarakat untuk berbagi takjil tanpa menimbulkan sampah.

"Jadi bukan pada sanksi, titik beratnya bukan di sanksi, tapi bagaimana caranya bagi takjil yang notabennya untuk membahagiakan orang lain tapi tidak menimbulkan sampah," ujarnya.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Dengan menerapkan larangan sampah Ramadan, hal itu juga membantu meringankan petugas kebersihan dan hal tersebut saling membahagiakan.

"Sehingga tidak membebani yang memungut atau pengepul sampah," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Kepergok Nyuci Rumen di Kalimas, DLH Surabaya: Ini Menganggu Tempat Wisata

Lebih lanjut Hebi menambahkan, selain menurunkan petugas DLH, pihak Kecamatan, Kelurahan juga memberikan himbauan kepada warga setiap wilayah. Nantinya, pihaknya juga akan menghimbau pasar Ramadhan.

"Nanti ada juga pasar Ramadhan, itu juga harus diterjunkan untuk sosialisasi agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi menggunakan tepak dan tumbler. Paling tidak yang datang ke Pasar Ramadhan harus membawa tas belanja sendiri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.