Kamis, 04 Jun 2026 14:59 WIB

Sanksi Teguran Diberikan Jika Tak Bawa Tepak Makan, Tumbler dan Tas Belanja Saat Bagi Takjil.

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 17:20 WIB
Kepala DLH Surabaya  Agus Hebi Djuniantoro
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

Selalu.id - Larangan nyampah untuk Ramadan Bebas Sampah yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya lebih lanjut merupakan upaya untuk mengurangi kuantitas produksi sampah yang naik saat bulan Ramadan, khususnya sampah plastik. Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pemkot Surabaya akan menurunkan petugas untuk menggeliatkan soal larangan sampah Ramadan.

Dalam sosialisasi tersebut warga Surabaya diminta untuk membawa tepak makan dan botol minum sendiri saat ada pembagian takjil.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Sosialisasinya warga Surabaya harus membawa tepak makan dan botol minum, setiap hari harus dibawa. Kalau ada takjil ditaruh di tepak, kalau ada es ditaruh di tubler itu," kata Hebi, saat dihubungi selalu.id, Senin (20/3/2023).

Terkait Sanksi administrasi, Hebi menyebut hal tersebut hanya teguran lisan, pihaknya ingin menyadarkan masyarakat untuk berbagi takjil tanpa menimbulkan sampah.

"Jadi bukan pada sanksi, titik beratnya bukan di sanksi, tapi bagaimana caranya bagi takjil yang notabennya untuk membahagiakan orang lain tapi tidak menimbulkan sampah," ujarnya.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Dengan menerapkan larangan sampah Ramadan, hal itu juga membantu meringankan petugas kebersihan dan hal tersebut saling membahagiakan.

"Sehingga tidak membebani yang memungut atau pengepul sampah," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Kepergok Nyuci Rumen di Kalimas, DLH Surabaya: Ini Menganggu Tempat Wisata

Lebih lanjut Hebi menambahkan, selain menurunkan petugas DLH, pihak Kecamatan, Kelurahan juga memberikan himbauan kepada warga setiap wilayah. Nantinya, pihaknya juga akan menghimbau pasar Ramadhan.

"Nanti ada juga pasar Ramadhan, itu juga harus diterjunkan untuk sosialisasi agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi menggunakan tepak dan tumbler. Paling tidak yang datang ke Pasar Ramadhan harus membawa tas belanja sendiri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.