Sabtu, 05 Sep 2026 13:21 WIB

Sanksi Teguran Diberikan Jika Tak Bawa Tepak Makan, Tumbler dan Tas Belanja Saat Bagi Takjil.

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 17:20 WIB
Kepala DLH Surabaya  Agus Hebi Djuniantoro
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

Selalu.id - Larangan nyampah untuk Ramadan Bebas Sampah yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya lebih lanjut merupakan upaya untuk mengurangi kuantitas produksi sampah yang naik saat bulan Ramadan, khususnya sampah plastik. Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pemkot Surabaya akan menurunkan petugas untuk menggeliatkan soal larangan sampah Ramadan.

Dalam sosialisasi tersebut warga Surabaya diminta untuk membawa tepak makan dan botol minum sendiri saat ada pembagian takjil.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Sosialisasinya warga Surabaya harus membawa tepak makan dan botol minum, setiap hari harus dibawa. Kalau ada takjil ditaruh di tepak, kalau ada es ditaruh di tubler itu," kata Hebi, saat dihubungi selalu.id, Senin (20/3/2023).

Terkait Sanksi administrasi, Hebi menyebut hal tersebut hanya teguran lisan, pihaknya ingin menyadarkan masyarakat untuk berbagi takjil tanpa menimbulkan sampah.

"Jadi bukan pada sanksi, titik beratnya bukan di sanksi, tapi bagaimana caranya bagi takjil yang notabennya untuk membahagiakan orang lain tapi tidak menimbulkan sampah," ujarnya.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Dengan menerapkan larangan sampah Ramadan, hal itu juga membantu meringankan petugas kebersihan dan hal tersebut saling membahagiakan.

"Sehingga tidak membebani yang memungut atau pengepul sampah," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Kepergok Nyuci Rumen di Kalimas, DLH Surabaya: Ini Menganggu Tempat Wisata

Lebih lanjut Hebi menambahkan, selain menurunkan petugas DLH, pihak Kecamatan, Kelurahan juga memberikan himbauan kepada warga setiap wilayah. Nantinya, pihaknya juga akan menghimbau pasar Ramadhan.

"Nanti ada juga pasar Ramadhan, itu juga harus diterjunkan untuk sosialisasi agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi menggunakan tepak dan tumbler. Paling tidak yang datang ke Pasar Ramadhan harus membawa tas belanja sendiri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.