Selasa, 20 Okt 2026 20:24 WIB

Sanksi Teguran Diberikan Jika Tak Bawa Tepak Makan, Tumbler dan Tas Belanja Saat Bagi Takjil.

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 17:20 WIB
Kepala DLH Surabaya  Agus Hebi Djuniantoro
Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

Selalu.id - Larangan nyampah untuk Ramadan Bebas Sampah yang diinisiasi oleh Wali Kota Surabaya lebih lanjut merupakan upaya untuk mengurangi kuantitas produksi sampah yang naik saat bulan Ramadan, khususnya sampah plastik. Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pemkot Surabaya akan menurunkan petugas untuk menggeliatkan soal larangan sampah Ramadan.

Dalam sosialisasi tersebut warga Surabaya diminta untuk membawa tepak makan dan botol minum sendiri saat ada pembagian takjil.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Sosialisasinya warga Surabaya harus membawa tepak makan dan botol minum, setiap hari harus dibawa. Kalau ada takjil ditaruh di tepak, kalau ada es ditaruh di tubler itu," kata Hebi, saat dihubungi selalu.id, Senin (20/3/2023).

Terkait Sanksi administrasi, Hebi menyebut hal tersebut hanya teguran lisan, pihaknya ingin menyadarkan masyarakat untuk berbagi takjil tanpa menimbulkan sampah.

"Jadi bukan pada sanksi, titik beratnya bukan di sanksi, tapi bagaimana caranya bagi takjil yang notabennya untuk membahagiakan orang lain tapi tidak menimbulkan sampah," ujarnya.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Dengan menerapkan larangan sampah Ramadan, hal itu juga membantu meringankan petugas kebersihan dan hal tersebut saling membahagiakan.

"Sehingga tidak membebani yang memungut atau pengepul sampah," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Kepergok Nyuci Rumen di Kalimas, DLH Surabaya: Ini Menganggu Tempat Wisata

Lebih lanjut Hebi menambahkan, selain menurunkan petugas DLH, pihak Kecamatan, Kelurahan juga memberikan himbauan kepada warga setiap wilayah. Nantinya, pihaknya juga akan menghimbau pasar Ramadhan.

"Nanti ada juga pasar Ramadhan, itu juga harus diterjunkan untuk sosialisasi agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi menggunakan tepak dan tumbler. Paling tidak yang datang ke Pasar Ramadhan harus membawa tas belanja sendiri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.