Kamis, 04 Jun 2026 11:28 WIB

Warga Kepergok Nyuci Rumen di Kalimas, DLH Surabaya: Ini Menganggu Tempat Wisata

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jun 2023 14:21 WIB
DLH Surabaya pergoki warga sedang nyuci rumen di Kalimas
DLH Surabaya pergoki warga sedang nyuci rumen di Kalimas

selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya melakukan penyisiran sungai yang menjadi salah satu tempat wisata yakni Sungai Kalimas, yang berada di Kawasan Jalan Ngagel Surabaya, Kamis (29/6/2023).

Bersama selalu.id, Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro memergoki sejumlah warga sengaja mencuci rumen hewan kurban atau jeroan di sungai tersebut.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Pak jangan buang di sungai, kotoran jangan cuci disini, buang ke TPS saja," kata Hebi, ke salah satu warga yang kepergok sedang membersihkan kotoran rumen tersebut.

Tak hanya itu, Hebi juga langsung memberikan glangsing atau karung kepada mereka yang membuang isi badan hewan kurban itu ke sungai. Dan meminta untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

"Dibuang ke TPS, jangan disini," ujar Hebi sambil memberikan glangsing.

Hebi mengungkapkan bahwa mereka yang membuang atau mencuci rumen tersebut dikhawartirkan dapat membahayakan lingkungan dan mengkontaminasi air sungai karena rumen hewan kurban masih memiliki potensi pembawa penyakit.

"Nyuci jeroan dan rumen gak boleh di sungai takutnya sapinya ada penyakit dan mengkontamiasi air sungai," jelasnya.

Terlebih lagi membuangnya di tempat sungai kawasa wisata Surabaya, menurutnya dapat merusak estetika yakni menyebabkan sungai menjadi bau dan keruh.

Baca Juga: Keciduk Buang Kotoran Hewan Kurban di Sungai Kalimas, Begini Peringatan DLH

"Jangan sampai sudah keruh ditambahi rumen, baunya juga gak bagus untuk wisata. Ini kan tempat wisata. Kalau sampai ada rumen masuk itu mengganggu wisata yang telah dibangun Pemkot," tegasnya.

Ia menyarankan kepada warga agar tidak dicuci jeroan hewan kurban di sungai dan membuang kotorannya di dalam glangsing serta dibuang ke TPS.

"Sebisa mungkin rumen tidak dicuci di sungai. Tadi masih ada yang cuci, seharusnya kotoran di taruh gangsling. Nanti dibuang di TPS," imbuhnya.

Lebih lanjut Hebi menjelaskan bahwa kawasan sungai sekitar Ngagel itu memang paling banyak yang membuang isi tubuh hewan kurban itu disana.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

"Tahun sebelumnya lebih banyak yang mencuci rumen di sekitar sungai Surabaya (kawasan Jalan Ngagel) sampai Jembatan Petekan," tuturnya.

Namun, ia menilai Hari Raya Idul Adha 2023 ini warga yang membuang atau mencuci rumen itu kawasan Sungai Kalimas mulai berkurang. Dibandingkan tahun 2022 lalu, ditemukan sebanyak satu ton rumen yang dibuang di sungai-sungai Surabaya.

"Tahun kemarin sepanjang sungai hampir tiap tempat ada yang buang rumen ke sungai sampai 1 ton. Sekarang di tempat wisata sudah berkurang. Kita juga dibantu yustisi menghalau mereka supaya tdk mencuci di sungai tapi memang masih ada. Tahun depan diharapkan sudah gak ada," terangnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.