Jumat, 05 Jun 2026 19:38 WIB

Penyebaran Pertama Flu Burung Dari Peternakan, Gubes Unair Bagi Tips Langkah Preventif Bagi Peternak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Mar 2023 13:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Selalu.id - Baru-baru ini seorang anak perempuan (11) di Kamboja meninggal dunia, ketahui karena terinfeksi virus flu burung.

Setelah lama tidak terdengar eksistensinya, terutama setelah wabah Cogid-19, virus flu burung kembali mendapat sorotan dari organisasi kesehatan dunia yaitu WHO dan membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengantisipasi munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus tersebut.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) atau pakar Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Chairul Anwar Nidom mengatakan bahwa keberadaan virus yang menyerang ayam itu tentu akan merugikan para peternak.

Prof Nidom menyampaikan bahwa virus flu burung dapat menyebabkan kematian pada ayam dan membuat penghasilan peternak menurun. Pasalnya penularan virus ini sangat cepat terjadi pada unggas hidup.

Namun tak menutup kemungkinan virus ini dapat menjadikan peternak ayam gulung tikar. Kendati demikian, potensi flu burung masih dapat diperkecil.

Ia pun membagikan tips yang bisa dilakukan oleh peternak, yang pertama denganlakukan vaksinasi. “Vaksin ini terbukti mengurangi risiko tapi bukan menghilangkan virus,” katanya, melalui rilisnya, Jumat (17/3/2023).

Meski produk vaksin flu burung sudah tersedia, lanjutnya, tapi peternak harus teliti dalam memilih vaksin untuk ayam.
Penggunaan vaksin yang tidak tepat dapat menjadikan virus semakin kuat dan sulit dikendalikan.

“Peternak harus berhati-hati dalam memilih vaksin. Jangan sampai memilih vaksin yang menantang virus yang ada di dalam tubuh ayam,” terang Guru Besar Mikrobiologi Molekuler Virus itu.

Kemudian kedua, teliti dalam memilih bibit ayam. Sensitivitas virus flu burung dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Peternak hendaknya memastikan bahwa bibit yang dibeli tidak peka terhadap virus flu burung. Diperlukan ketelitian dalam memilih bibit ayam yang baik.

“Misal bibit A tidak peka penyakit lain tapi peka flu burung. Bibit B belum tentu sama. Kalau peternak sudah mengetahui sejak awal maka peternak bisa wanti-wanti terkait risiko ini,” jelas Prof Nidom. “Jangan berpikir bahwa setiap ayam itu sama. Kalau peternak lengah, bisa rugi,” imbuhnya.

Lalu ketiga, pemilihan pakan yang tepat. Ternyata pemilihan pakan yang tepat terhadap ayam dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi flu burung.

Ia menambahkan, pakan ayam yang tidak sesuai bisa menimbulkan alergi. Kemudian alergi yang terjadi dapat berdampak pada daya tahan tubuh ayam.

“Alergi bisa menjadi suasana yang menyebabkan virus masuk apalagi flu burung,” tutupnya.  (Ade/Adg)

Baca Juga: Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.