Senin, 03 Agu 2026 17:31 WIB

Penyebaran Pertama Flu Burung Dari Peternakan, Gubes Unair Bagi Tips Langkah Preventif Bagi Peternak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Mar 2023 13:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Selalu.id - Baru-baru ini seorang anak perempuan (11) di Kamboja meninggal dunia, ketahui karena terinfeksi virus flu burung.

Setelah lama tidak terdengar eksistensinya, terutama setelah wabah Cogid-19, virus flu burung kembali mendapat sorotan dari organisasi kesehatan dunia yaitu WHO dan membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengantisipasi munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus tersebut.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) atau pakar Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Chairul Anwar Nidom mengatakan bahwa keberadaan virus yang menyerang ayam itu tentu akan merugikan para peternak.

Prof Nidom menyampaikan bahwa virus flu burung dapat menyebabkan kematian pada ayam dan membuat penghasilan peternak menurun. Pasalnya penularan virus ini sangat cepat terjadi pada unggas hidup.

Namun tak menutup kemungkinan virus ini dapat menjadikan peternak ayam gulung tikar. Kendati demikian, potensi flu burung masih dapat diperkecil.

Ia pun membagikan tips yang bisa dilakukan oleh peternak, yang pertama denganlakukan vaksinasi. “Vaksin ini terbukti mengurangi risiko tapi bukan menghilangkan virus,” katanya, melalui rilisnya, Jumat (17/3/2023).

Meski produk vaksin flu burung sudah tersedia, lanjutnya, tapi peternak harus teliti dalam memilih vaksin untuk ayam.
Penggunaan vaksin yang tidak tepat dapat menjadikan virus semakin kuat dan sulit dikendalikan.

“Peternak harus berhati-hati dalam memilih vaksin. Jangan sampai memilih vaksin yang menantang virus yang ada di dalam tubuh ayam,” terang Guru Besar Mikrobiologi Molekuler Virus itu.

Kemudian kedua, teliti dalam memilih bibit ayam. Sensitivitas virus flu burung dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Peternak hendaknya memastikan bahwa bibit yang dibeli tidak peka terhadap virus flu burung. Diperlukan ketelitian dalam memilih bibit ayam yang baik.

“Misal bibit A tidak peka penyakit lain tapi peka flu burung. Bibit B belum tentu sama. Kalau peternak sudah mengetahui sejak awal maka peternak bisa wanti-wanti terkait risiko ini,” jelas Prof Nidom. “Jangan berpikir bahwa setiap ayam itu sama. Kalau peternak lengah, bisa rugi,” imbuhnya.

Lalu ketiga, pemilihan pakan yang tepat. Ternyata pemilihan pakan yang tepat terhadap ayam dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi potensi flu burung.

Ia menambahkan, pakan ayam yang tidak sesuai bisa menimbulkan alergi. Kemudian alergi yang terjadi dapat berdampak pada daya tahan tubuh ayam.

“Alergi bisa menjadi suasana yang menyebabkan virus masuk apalagi flu burung,” tutupnya.  (Ade/Adg)

Baca Juga: Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.