Senin, 19 Okt 2026 06:49 WIB

Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Jul 2022 14:13 WIB
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di sejumlah pasar tradisional

Hal itu dilakukan untuk mendeteksi dini terhadap mata rantai penyebaran virus tersebut.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Antiek Sugirhati, mengatakan, mendeteksi dini virus flu burung itu dengan cara mengambil beberapa sampel unggas yang dijual di pasar - pasar tradisional. Terutama di pasar yang menjual unggas hidup.

"Kita melakukan dua cara yaitu swab lingkungan dan swab orofaring," kata Antiek, Kamis (21/7/2022).

Antiek menjelaskan, swab lingkungan adalah pengambilan sampel pada peralatan yang digunakan pedagang karkas ayam. Sedangkan swab orofaring itu dilakukan pada unggas hidup yang dijual oleh pedagang.

DKKP Surabaya melaksanakan swab itu
selama tiga hari, mulai dari 19 - 21 Juli 2022. Antiek menyampaikan, pihaknya juga telah mendatangi pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yaitu Pasar Gayungsari, Pasar Wonokromo, Pasar Kembang.

Kemudiam, Pasar Keputran Selatan, Pasar Dukuh Tembok, Pasar Pegirian, Pasar Pabean, dan Pasar Babaan.

Selain itu, swab juga dilakukan di pasar lain yang di luar pengelolaan PD Pasar Surya. Misal, Pasar LKMK Pagesangan, Pasar Dukuh Menanggal, Pasar Yamuri, Pasar LKMK Semolowaru, dan Pasar Menur.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

"Pengambilan sampel pada unggas ini merupakan tahap pertama. Kita melakukannya setahun minimal dua kali dan kita juga memiliki program vaksin serta desinfeksi unggas yang diternak oleh masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut Antiek menjelaskan, pengambilan sampel unggas juga bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta.

Setelah pengambilan sampel, selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan kasus.

Antiek menambahkan, dalam pengambilan sampel unggas ini pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang unggas.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Sosialisasi itu diantaranya menyampaikan tentang ciri-ciri dari hewan unggas yang terkena flu burung dan bagaimana upaya perawatan unggas agar tidak terkena virus tersebut.

Pemkot Surabaya mengimbau kepada semua pihak, terutama pedagang unggas hidup, untuk bersama-sama mewaspadai virus ini.

"Agar warga Kota Surabaya terutama yang mempunyai peternakan terhindar dari penyebaran flu burung," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.