Kamis, 04 Jun 2026 21:02 WIB

Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Jul 2022 14:13 WIB
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di sejumlah pasar tradisional

Hal itu dilakukan untuk mendeteksi dini terhadap mata rantai penyebaran virus tersebut.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Antiek Sugirhati, mengatakan, mendeteksi dini virus flu burung itu dengan cara mengambil beberapa sampel unggas yang dijual di pasar - pasar tradisional. Terutama di pasar yang menjual unggas hidup.

"Kita melakukan dua cara yaitu swab lingkungan dan swab orofaring," kata Antiek, Kamis (21/7/2022).

Antiek menjelaskan, swab lingkungan adalah pengambilan sampel pada peralatan yang digunakan pedagang karkas ayam. Sedangkan swab orofaring itu dilakukan pada unggas hidup yang dijual oleh pedagang.

DKKP Surabaya melaksanakan swab itu
selama tiga hari, mulai dari 19 - 21 Juli 2022. Antiek menyampaikan, pihaknya juga telah mendatangi pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yaitu Pasar Gayungsari, Pasar Wonokromo, Pasar Kembang.

Kemudiam, Pasar Keputran Selatan, Pasar Dukuh Tembok, Pasar Pegirian, Pasar Pabean, dan Pasar Babaan.

Selain itu, swab juga dilakukan di pasar lain yang di luar pengelolaan PD Pasar Surya. Misal, Pasar LKMK Pagesangan, Pasar Dukuh Menanggal, Pasar Yamuri, Pasar LKMK Semolowaru, dan Pasar Menur.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Pengambilan sampel pada unggas ini merupakan tahap pertama. Kita melakukannya setahun minimal dua kali dan kita juga memiliki program vaksin serta desinfeksi unggas yang diternak oleh masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut Antiek menjelaskan, pengambilan sampel unggas juga bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta.

Setelah pengambilan sampel, selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan kasus.

Antiek menambahkan, dalam pengambilan sampel unggas ini pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang unggas.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sosialisasi itu diantaranya menyampaikan tentang ciri-ciri dari hewan unggas yang terkena flu burung dan bagaimana upaya perawatan unggas agar tidak terkena virus tersebut.

Pemkot Surabaya mengimbau kepada semua pihak, terutama pedagang unggas hidup, untuk bersama-sama mewaspadai virus ini.

"Agar warga Kota Surabaya terutama yang mempunyai peternakan terhindar dari penyebaran flu burung," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.