Kamis, 03 Sep 2026 12:43 WIB

Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Jul 2022 14:13 WIB
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya
Pemeriksaan unggas di salah satu pasar di Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di sejumlah pasar tradisional

Hal itu dilakukan untuk mendeteksi dini terhadap mata rantai penyebaran virus tersebut.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Antiek Sugirhati, mengatakan, mendeteksi dini virus flu burung itu dengan cara mengambil beberapa sampel unggas yang dijual di pasar - pasar tradisional. Terutama di pasar yang menjual unggas hidup.

"Kita melakukan dua cara yaitu swab lingkungan dan swab orofaring," kata Antiek, Kamis (21/7/2022).

Antiek menjelaskan, swab lingkungan adalah pengambilan sampel pada peralatan yang digunakan pedagang karkas ayam. Sedangkan swab orofaring itu dilakukan pada unggas hidup yang dijual oleh pedagang.

DKKP Surabaya melaksanakan swab itu
selama tiga hari, mulai dari 19 - 21 Juli 2022. Antiek menyampaikan, pihaknya juga telah mendatangi pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, yaitu Pasar Gayungsari, Pasar Wonokromo, Pasar Kembang.

Kemudiam, Pasar Keputran Selatan, Pasar Dukuh Tembok, Pasar Pegirian, Pasar Pabean, dan Pasar Babaan.

Selain itu, swab juga dilakukan di pasar lain yang di luar pengelolaan PD Pasar Surya. Misal, Pasar LKMK Pagesangan, Pasar Dukuh Menanggal, Pasar Yamuri, Pasar LKMK Semolowaru, dan Pasar Menur.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Pengambilan sampel pada unggas ini merupakan tahap pertama. Kita melakukannya setahun minimal dua kali dan kita juga memiliki program vaksin serta desinfeksi unggas yang diternak oleh masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut Antiek menjelaskan, pengambilan sampel unggas juga bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta.

Setelah pengambilan sampel, selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan kasus.

Antiek menambahkan, dalam pengambilan sampel unggas ini pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang unggas.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Sosialisasi itu diantaranya menyampaikan tentang ciri-ciri dari hewan unggas yang terkena flu burung dan bagaimana upaya perawatan unggas agar tidak terkena virus tersebut.

Pemkot Surabaya mengimbau kepada semua pihak, terutama pedagang unggas hidup, untuk bersama-sama mewaspadai virus ini.

"Agar warga Kota Surabaya terutama yang mempunyai peternakan terhindar dari penyebaran flu burung," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.