Rabu, 04 Feb 2026 08:28 WIB

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Bentuk UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Feb 2023 15:59 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah saat reses di wilayah Bulak
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah saat reses di wilayah Bulak

selalu.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengusulkan agar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya membuat UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah), yang khusus menangani sarana dan prasarana olahraga.

Khusnul menjelaskan, dengan dibentuknya UPTD tersebut agar sarana dan prasarana olahraga dikelola dengan baik. Apalagi, Pemkot Surabaya memiliki ratusan sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas olahraga itu ada yang berbayar dan banyak juga yang gratis.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Pemkot memiliki 457 sarana dan prasarana olahraga yang tersebar di perkampungan hingga taman. Termasuk fasilitas olahraga yang berkapasitas besar dan standar internasional seperti Stadion Gelora Bung Tomo, Gelora Pancasila atau Stadion Gelora 10 November Tambaksari. Fasilitas-fasilitas ini harus dikelola dengan baik dan profesional," ujar Khusnul, Selasa (14/2/2023).

Menurutnya,tupoksi Disbudporapar terlalu berat jika harus mengelola sarana dan prasarana sekaligus membina atlet.

"Biarkan urusan bidang sarana dan prasarana diurus UPTD sendiri. Karena tugasnya juga cukup berat. Mungkin namanya bisa UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga," ujar Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Ia menilai, UPTD tersebut juga dapat mendukung program sport tourism yang telah diluncurkan Wali Kota Surabaya. Sukses tidaknya program ini tergantung sarana dan prasarana olahraga yang baik dan memiliki standar khusus.

"Selama ini Surabaya telah ditunjuk berbagai even olahraga skala nasional dan internasional. Dipilihnya Surabaya ini karena dianggap memiliki fasilitas olahraga yang sangat baik. Kalau tidak baik, tentu tidak akan dipilih. Salah satunya even akbar gelaran Piala Dunia U-20 yang tinggal hitungan hari," paparnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Dengan adanya pertandingan olahraga skala nasional dan internasional di Surabaya, kata Khusnul, otomatis akan mendongkrak pariwisata. Sebab atlet yang datang ke Surabaya tidak hanya untuk bertanding saja, tapi juga akan menyempatkan diri menikmati pariwisata yang ada di Kota Pahlawan ini.

"Saya optimis, jika sarana dan prasarana olahraga di Surabaya fasilitasnya baik dan berstandar internasional, pasti akan banyak even olahraga di Surabaya. Dan muaranya sport tourism ini akan mengenalkan Surabaya di dunia internasional dan tentunya perekonomian Surabaya akan semakin meningkat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.