Minggu, 06 Sep 2026 19:31 WIB

DPRD Surabaya Tolak Keras Rencana KBS Buka Malam Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Feb 2023 11:11 WIB
Gedung DPRD Surabaya
Gedung DPRD Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya menolak keras rencana pembukaan kebun binatang malam hari (Night Zoo) oleh oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mengkhawatirkan dampak terhadap kelangsungan hidup satwa yang saat ini menjadi koleksi KBS.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

"Sejak awal saya menolak keras. Ini akan sangat mengganggu kenyamanan dan kehidupan satwa. Karena membuat siklus pola hidup satwa berubah,"kata Anas, Kamis (02/02/2023).

Anas pun menyesalkan rencana Night Zoo yang jalurnya melewati kandang harimau. Menurutnya hal itu akan menganggu kenyamanan satwa waktu istirahatnya.

Satwa biasanya, kata dia, saat memasuki senja mereka akan bersiap untuk beristirahat.

"Ini jelas akan terganggu. Satwa ini juga butuh istirahat layaknya manusia,"ujarnya.

Dengan demikian, Anas juga mengingatkan fungsi lain bahwa KBS itu bukan cuma kebun binatang icon kota Surabaya yang sudah sangat terkenal. Namun KBS juga menjadi hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota.

"Itu akan mengganggu habitat burung migran, yang menjadikan hutan kota KBS, sebagai tempat tinggal mereka," terang fraksi PDIP tersebut

Anas Karno memprotes cara PDTS KBS yang dinilainya mengabaikan nasib satwa hanya untuk menambah penghasilan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Apakah rencana ini sudah dikaji secara mendalam dengan para ahli fauna? Bagaimana dampaknya terhadap satwa secara jangka panjang nantinya. Jangan kemudian cuma ingin mendapatkan tambahan penghasilan, namun mengabaikan kelangsungan hidup satwa. Percuma saja," tegasnya. Apalagi menurut Anas, nantinya jumlah pengunjung Night Zoo akan dibatasi. Begitu pula dengan jam operasional.

"Kalau untuk mendapatkan tambahan pendapatan, tidak akan maksimal," jelasnya.

Lebih lanjut Anas mengatakan, lebih baik PDTS KBS melakukan pembenahan lay out, supaya pengunjung lebih nyaman menikmati koleksi satwa. Sehingga menarik minat wisatawan.

Misalnya membuat satu jalur, mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Sehingga pengunjung bisa menikmati seluruh koleksi satwa KBS lewat jalur yang sama.

"Tidak seperti sekarang semrawut. Orang yang belum pernah ke KBS akan kesulitan mau melihat seluruh koleksi satwa. Karena letaknya yang tidak berada dalam satu jalur," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Ia menilai, kalaupun PDTS KBS ingin membuat Night Zoo, sebaiknya tidak berada didalam area KBS.

"Melainkan secara terpisah. Bisa dengan memanfaatkan aset-aset milik Pemkot Surabaya, yang belum terpakai. Satwa koleksinya juga harus khusus. Yaitu satwa yang biasa beraktifitas saat malam hari. Tidak bercampur seperti di KBS," jelasnya.

Anas juga menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil PDTS KBS terkait rencana Night Zoo.

"Kita akan panggil manajemen PDTS KBS," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.