Rabu, 04 Feb 2026 02:25 WIB

DPRD Surabaya Tolak Keras Rencana KBS Buka Malam Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Feb 2023 11:11 WIB
Gedung DPRD Surabaya
Gedung DPRD Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya menolak keras rencana pembukaan kebun binatang malam hari (Night Zoo) oleh oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mengkhawatirkan dampak terhadap kelangsungan hidup satwa yang saat ini menjadi koleksi KBS.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Sejak awal saya menolak keras. Ini akan sangat mengganggu kenyamanan dan kehidupan satwa. Karena membuat siklus pola hidup satwa berubah,"kata Anas, Kamis (02/02/2023).

Anas pun menyesalkan rencana Night Zoo yang jalurnya melewati kandang harimau. Menurutnya hal itu akan menganggu kenyamanan satwa waktu istirahatnya.

Satwa biasanya, kata dia, saat memasuki senja mereka akan bersiap untuk beristirahat.

"Ini jelas akan terganggu. Satwa ini juga butuh istirahat layaknya manusia,"ujarnya.

Dengan demikian, Anas juga mengingatkan fungsi lain bahwa KBS itu bukan cuma kebun binatang icon kota Surabaya yang sudah sangat terkenal. Namun KBS juga menjadi hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota.

"Itu akan mengganggu habitat burung migran, yang menjadikan hutan kota KBS, sebagai tempat tinggal mereka," terang fraksi PDIP tersebut

Anas Karno memprotes cara PDTS KBS yang dinilainya mengabaikan nasib satwa hanya untuk menambah penghasilan.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Apakah rencana ini sudah dikaji secara mendalam dengan para ahli fauna? Bagaimana dampaknya terhadap satwa secara jangka panjang nantinya. Jangan kemudian cuma ingin mendapatkan tambahan penghasilan, namun mengabaikan kelangsungan hidup satwa. Percuma saja," tegasnya. Apalagi menurut Anas, nantinya jumlah pengunjung Night Zoo akan dibatasi. Begitu pula dengan jam operasional.

"Kalau untuk mendapatkan tambahan pendapatan, tidak akan maksimal," jelasnya.

Lebih lanjut Anas mengatakan, lebih baik PDTS KBS melakukan pembenahan lay out, supaya pengunjung lebih nyaman menikmati koleksi satwa. Sehingga menarik minat wisatawan.

Misalnya membuat satu jalur, mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Sehingga pengunjung bisa menikmati seluruh koleksi satwa KBS lewat jalur yang sama.

"Tidak seperti sekarang semrawut. Orang yang belum pernah ke KBS akan kesulitan mau melihat seluruh koleksi satwa. Karena letaknya yang tidak berada dalam satu jalur," ujarnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Ia menilai, kalaupun PDTS KBS ingin membuat Night Zoo, sebaiknya tidak berada didalam area KBS.

"Melainkan secara terpisah. Bisa dengan memanfaatkan aset-aset milik Pemkot Surabaya, yang belum terpakai. Satwa koleksinya juga harus khusus. Yaitu satwa yang biasa beraktifitas saat malam hari. Tidak bercampur seperti di KBS," jelasnya.

Anas juga menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil PDTS KBS terkait rencana Night Zoo.

"Kita akan panggil manajemen PDTS KBS," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.