Kamis, 03 Sep 2026 11:41 WIB

Polisi Dalami Keterlibatan Samanhudi Pada Perampokan Rumdis Wali Kota Blitar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Jan 2023 12:46 WIB
Mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi mengenakan baju tahanan saat gelar perkara di Mapolda Jatim
Mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi mengenakan baju tahanan saat gelar perkara di Mapolda Jatim

selalu.id - Polda Jawa Timur masih mendalami peran mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang menjadi otak perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso pada 12 Desember 2022 lalu.

Kasibudit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardono mengatakan bahwa motif pelaku yang ditangkap sebelumya yakni NJ (54), ASM (54) dan AJ (57) adalah murni karena uang.

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Namun, motif mantan Wali Kota Blitar Samanhudi yang memberi informasi kepada pelaku, AKBP Lintar menyampaikan pihaknya masih mendalami apakah karena balas dendam politik.

"Masih kami dalami, yang kami lihat, ketika perbuatan pidana itu terjadi, maka kewajiban kita sebagai anggota Polri untuk menindak kejadian tersebut," kata AKBP Lintar, saat konferensi pers di Mapolda Jatim, kemarin, Senin (30/1/2023).

Saat ditanya apakah Samanhudi ikut mendanai aksi perampokan terhadap pelaku. Polisi juga masih mendalami hal tersebut.

Baca Juga: Kapolres di Jawa Timur Dimutasi, Berikut Daftarnya

"Karena baru 2 hari ya, masih kami lakukan pendalaman terus menerus sampai saat ini.
Terkait yang rekan-rekan tanyakan masih akan kami dalami. Dan akan saya Jawab ketika hal tersebut sudah terjawab,"tegasnya.

Lebih lanjut AKBP Lintar menjelaskan bahwa Samanhudi tertangkap karena informasi dari keterangan pelaku yang ditangkap sebelumnya. Namun, ia menyebut tidak ada pertemuan pelaku dan Samanhudi setelah mereka keluar dari lapas.

"Tidak ada pertemuan. Teman teman sudah ketahui sebelumnya. Peran tersangka MSA, memberi tahu tentang situasi di TKP, termasuk jumlah penjaga dan tempat-tempat di TKP. Bukan ide ya. Tapi memberi tahu. (Kenapa pilih rumah Dinas) masih kami dalami,"terangnya.

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Saat ini, Polisi masih mengejar dua Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam kasus ini yakni atas nama Okky dan Meddy.

"Tetap kami kejar, sampai saat ini tim masih di lapangan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.