Selasa, 03 Feb 2026 23:59 WIB

Polisi Dalami Keterlibatan Samanhudi Pada Perampokan Rumdis Wali Kota Blitar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Jan 2023 12:46 WIB
Mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi mengenakan baju tahanan saat gelar perkara di Mapolda Jatim
Mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi mengenakan baju tahanan saat gelar perkara di Mapolda Jatim

selalu.id - Polda Jawa Timur masih mendalami peran mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang menjadi otak perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso pada 12 Desember 2022 lalu.

Kasibudit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardono mengatakan bahwa motif pelaku yang ditangkap sebelumya yakni NJ (54), ASM (54) dan AJ (57) adalah murni karena uang.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Namun, motif mantan Wali Kota Blitar Samanhudi yang memberi informasi kepada pelaku, AKBP Lintar menyampaikan pihaknya masih mendalami apakah karena balas dendam politik.

"Masih kami dalami, yang kami lihat, ketika perbuatan pidana itu terjadi, maka kewajiban kita sebagai anggota Polri untuk menindak kejadian tersebut," kata AKBP Lintar, saat konferensi pers di Mapolda Jatim, kemarin, Senin (30/1/2023).

Saat ditanya apakah Samanhudi ikut mendanai aksi perampokan terhadap pelaku. Polisi juga masih mendalami hal tersebut.

Baca Juga: Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

"Karena baru 2 hari ya, masih kami lakukan pendalaman terus menerus sampai saat ini.
Terkait yang rekan-rekan tanyakan masih akan kami dalami. Dan akan saya Jawab ketika hal tersebut sudah terjawab,"tegasnya.

Lebih lanjut AKBP Lintar menjelaskan bahwa Samanhudi tertangkap karena informasi dari keterangan pelaku yang ditangkap sebelumnya. Namun, ia menyebut tidak ada pertemuan pelaku dan Samanhudi setelah mereka keluar dari lapas.

"Tidak ada pertemuan. Teman teman sudah ketahui sebelumnya. Peran tersangka MSA, memberi tahu tentang situasi di TKP, termasuk jumlah penjaga dan tempat-tempat di TKP. Bukan ide ya. Tapi memberi tahu. (Kenapa pilih rumah Dinas) masih kami dalami,"terangnya.

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Saat ini, Polisi masih mengejar dua Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam kasus ini yakni atas nama Okky dan Meddy.

"Tetap kami kejar, sampai saat ini tim masih di lapangan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.