Senin, 07 Sep 2026 00:41 WIB

Oknum ASN Surabaya Pungli Penerimaan Outsourching, Wali Kota Eri: Pidanakan!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jan 2023 17:24 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram menerima laporan aksi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh salah satu Oknum ASN Pemkot Surabaya terkait penerimaan tenaga kontrak.

Eri Cahyadi pun mengetahui pungli tersebut dari warga yang melaporkan bukti berupa tangkap layar (screenshot) percakapan pesan singkat dengan oknum ASN itu.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Mengetahui hal tersebut, Eri pun geram dengan oknum ASN tersebut dan dirinya mengancam sanksi dan tak segan akan memecat, serta akan melapor ke ranah hukum.

Diketahui pula, oknum ASN tersebut telah melakukan aksi punglinya ke lima korban. Bahkan, satu korban dimintai biaya Rp 15 Juta.

"Saya sendiri yang akan melaporkan itu, temuan ini ada lewat hotline dan ada yang langsung datang ke saya. Saya panggil Sekda, inspektorat, ada buktinya semua tapi saya gak ada sebut nama. Saya akan masukkan pidananya. Biar mereka tau kelakuannya tidak benar,"tegas Eri, Senin (30/1/20223).

Meski begitu, Eri juga mengingatkan ASN untuk tak bermain-main saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini untuk menjaga integritas Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Dirinya tak segan melaporkan pidana ke Kejaksaan dan Kepolisian bagi ASN yang kedapatan melakukan pungli. Saat ini, Eri tak menyebut siapa oknum ASN kedapatan Eri. Namun, Ia akan mengumumkan usai terpidana.

"Yang melakukan pungli namanya kita tutup dulu, sambil kita jalan tapi saya akan masukkan pidananya, baru diumumkan. Sehingga mereka tahu bahwa kelakuannya tidak benar. Dia satu orang tapi membohongi orang banyak," ungkapnya.

Lebih lanjut Eri tak ingin membuat gaduh warga Surabaya, jika belum memberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Mereka (ASN) akan tahu seperti apa saat pidana berjalan. Maka masyarakat dan seluruh jajaran ASN akan mengerti kalau (pungli) sanksinya ini seperti ini. Percuma kalau ramai (viral) tapi tidak ada sanksinya. Hormati masyarakat, dan jangan mengulangi seperti ini, kita tunjukkan ketegasan kita," ujarnya.

Eri kembali menegaskan, bagi masyarakat Surabaya yang merasa ragu untuk melaporkan aksi atau tindakan pungli kepada lurah, camat, atau Kepala PD, ia mempersilahkan masyarakat untuk langsung menemui dirinya di Kantor Pemkot Surabaya.

"Kalau tidak percaya dengan camat, lurah atau Kepala PD, bisa langsung bertemu dengan saya sambil membawa bukti pungli. Sehingga saya tahu betul permasalahannya. Maka warga Surabaya jangan takut, segera laporkan jika mengetahui tindakan pungli tersebut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.