Sabtu, 24 Okt 2026 00:49 WIB

Waspada! Ini Bahaya Jajanan Ciki Ngebul

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Jan 2023 13:58 WIB
Ciki Ngebul. foto: Istimewa
Ciki Ngebul. foto: Istimewa

selalu.id - Jajanan yang mengeluarkan asap atau biasa disebut Ciki Ngebul sempat jadi viral dan digandrungi anak-anak. Namun jajanan tersebut memiliki resiko meracuni, seperti yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tercatat tujuh siswa Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya, mengalami mual dan muntah usai memakan jajanan tersebut. Sebab itu, Kementerian Kesehatan langsung mengeluarkan Surat Edaran SE pada Selasa (3/1/2023) lalu.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

SE itu berisi instruksi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan rumah sakit untuk melaporkan apabila ada temuan kasus keracunan jajanan berasap di wilayah masing-masing.

Menanggapi hal itu, Dosen Kimia Farmasi Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga (Unair), Marcellino Rudyanto mengatakan, nitrogen merupakan senyawa inert yang artinya tidak bereaksi dengan senyawa lain.

"Senyawa ini tidak memiliki sifat beracun tapi bukan berarti tidak memiliki bahaya," kata Marcellino, melalui keterangan rilisnya, Rabu (11/1/2023).

Marcelino menjelaskan bahwa nitrogen memiliki titik didih yang sangat rendah yaitu -196 derajat celcius.

"Maka kalau tubuh manusia terpapar nitrogen cair dalam waktu yang lama, sel tubuhnya akan membeku atau mati," ungkapnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Menurutnya, nitrogen pada dasarnya tidak memiliki manfaat bagi tubuh, keberadaannya hanya menambah keindahan dalam sebuah hidangan.

Kendati demikian, nitrogen cair bermanfaat dalam berbagai bidang, misalnya untuk mengawetkan sampel biologis atau mendinginkan instrumen yang menggunakan magnet superkonduktor.

"Kepada orang tua untuk berhati-hati dalam melakukan pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi oleh anak," tutur Alumnus Tohoku University, Jepang ini.

Marcelino mengimbau, apabila anak terlanjur mengonsumsi ciki ngebul tapi tidak terjadi keluhan, maka seyogyanya orang tua memberi pengertian kepada anak untuk tidak mengonsumsinya kembali.

"Jika setelah mengonsumsi lalu terjadi kelainan pada saluran pencernaan maka segera bawa ke pelayanan kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Guna mencegah agar peristiwa keracunan ciki ngebul tidak terulang kembali, penggunaan nitrogen cair pada makanan harus dibatasi.

Dengan begitu, hendaknya hanya chef bersertifikat yang dapat menggunakan senyawa ini. Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan dalam penggunaannya.

"Nitrogen bisa bermanfaat untuk membekukan makanan secara cepat. Tapi ketika disantap harus dipastikan nitrogen sudah menguap meski makanannya masih beku," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.