Selasa, 03 Feb 2026 14:10 WIB

PAD Parkir Surabaya Tak Capai Target!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 17:23 WIB
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru

selalu.id - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terkait parkir menurun dari target. Hanya tercapai Rp 18 miliar dari target Rp 35 miliar.

Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa penurunan PAD hal yang biasanya karena berdampak dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

"Kalau dibandingkan tahun kemarin penurunan PAD parkir cukup lumayan. Ya sekitar 40 persen. Tapi lebih baik daripada covid kemarin,"kata Tundjung, Rabu (11/1/2023).

Tundjung menjelaskan, untuk PAD selanjutnya di tahun 2023. Dishub Surabaya menargetkan Rp 32 Miliar. Jumlah tersebut turun Rp 3 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya 2022.

Sebab itu, pihaknya akan menaikkan tarif parkir di sejumlah titik parkir liar. Kecuali di gedung akan lebih murah yang telah disediakan oleh Dishub.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Penyebab menurunnya PAD tersebut, Tundjung menjelaskan, terkait karcis parkir. Tundjung mengimbau agar masyarakat harus meminta karcis kepada petugas parkir.

Meski begitu pihaknya juga akan mengurangi tempat parkir. Pengurangan tersebut diatas 50 persen dari 1800 titik. Nantinya pada April 2023 menjadi 700 titik.

"Saatnya mulai April terus banyak yang usaha baru karena yang lama udah bangkrut. Berarti kan lokasi-lokasi tumbuh baru pengusahanya dari A ke B pelanggannya baru yang parkir masih 1 2 atau 3. Ini kan butuh waktu juga untuk meng-create orang untuk jadi pelanggan dia,"jelasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut Tundjung menambahkan, setidaknya dari 1.200 titik parkir di Kota Surabaya. Lebih dari 1.000 titik adalah on street atau di bahu jalan, Sementara sisanya adalah off street atau di dalam gedung.

"1000 lebih masih on street dan harus dikendalikan. Sementara itu PAD-nya harusnya ditingkatkan nominalnya, supaya titik berkurang dapatnya lebih banyak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.