Rabu, 22 Jul 2026 08:12 WIB

PAD Parkir Surabaya Tak Capai Target!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 17:23 WIB
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru

selalu.id - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terkait parkir menurun dari target. Hanya tercapai Rp 18 miliar dari target Rp 35 miliar.

Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa penurunan PAD hal yang biasanya karena berdampak dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Kalau dibandingkan tahun kemarin penurunan PAD parkir cukup lumayan. Ya sekitar 40 persen. Tapi lebih baik daripada covid kemarin,"kata Tundjung, Rabu (11/1/2023).

Tundjung menjelaskan, untuk PAD selanjutnya di tahun 2023. Dishub Surabaya menargetkan Rp 32 Miliar. Jumlah tersebut turun Rp 3 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya 2022.

Sebab itu, pihaknya akan menaikkan tarif parkir di sejumlah titik parkir liar. Kecuali di gedung akan lebih murah yang telah disediakan oleh Dishub.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Penyebab menurunnya PAD tersebut, Tundjung menjelaskan, terkait karcis parkir. Tundjung mengimbau agar masyarakat harus meminta karcis kepada petugas parkir.

Meski begitu pihaknya juga akan mengurangi tempat parkir. Pengurangan tersebut diatas 50 persen dari 1800 titik. Nantinya pada April 2023 menjadi 700 titik.

"Saatnya mulai April terus banyak yang usaha baru karena yang lama udah bangkrut. Berarti kan lokasi-lokasi tumbuh baru pengusahanya dari A ke B pelanggannya baru yang parkir masih 1 2 atau 3. Ini kan butuh waktu juga untuk meng-create orang untuk jadi pelanggan dia,"jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Lebih lanjut Tundjung menambahkan, setidaknya dari 1.200 titik parkir di Kota Surabaya. Lebih dari 1.000 titik adalah on street atau di bahu jalan, Sementara sisanya adalah off street atau di dalam gedung.

"1000 lebih masih on street dan harus dikendalikan. Sementara itu PAD-nya harusnya ditingkatkan nominalnya, supaya titik berkurang dapatnya lebih banyak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.