Rabu, 21 Okt 2026 22:25 WIB

PAD Parkir Surabaya Tak Capai Target!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 17:23 WIB
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru
Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru

selalu.id - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terkait parkir menurun dari target. Hanya tercapai Rp 18 miliar dari target Rp 35 miliar.

Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa penurunan PAD hal yang biasanya karena berdampak dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Kalau dibandingkan tahun kemarin penurunan PAD parkir cukup lumayan. Ya sekitar 40 persen. Tapi lebih baik daripada covid kemarin,"kata Tundjung, Rabu (11/1/2023).

Tundjung menjelaskan, untuk PAD selanjutnya di tahun 2023. Dishub Surabaya menargetkan Rp 32 Miliar. Jumlah tersebut turun Rp 3 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya 2022.

Sebab itu, pihaknya akan menaikkan tarif parkir di sejumlah titik parkir liar. Kecuali di gedung akan lebih murah yang telah disediakan oleh Dishub.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Penyebab menurunnya PAD tersebut, Tundjung menjelaskan, terkait karcis parkir. Tundjung mengimbau agar masyarakat harus meminta karcis kepada petugas parkir.

Meski begitu pihaknya juga akan mengurangi tempat parkir. Pengurangan tersebut diatas 50 persen dari 1800 titik. Nantinya pada April 2023 menjadi 700 titik.

"Saatnya mulai April terus banyak yang usaha baru karena yang lama udah bangkrut. Berarti kan lokasi-lokasi tumbuh baru pengusahanya dari A ke B pelanggannya baru yang parkir masih 1 2 atau 3. Ini kan butuh waktu juga untuk meng-create orang untuk jadi pelanggan dia,"jelasnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Lebih lanjut Tundjung menambahkan, setidaknya dari 1.200 titik parkir di Kota Surabaya. Lebih dari 1.000 titik adalah on street atau di bahu jalan, Sementara sisanya adalah off street atau di dalam gedung.

"1000 lebih masih on street dan harus dikendalikan. Sementara itu PAD-nya harusnya ditingkatkan nominalnya, supaya titik berkurang dapatnya lebih banyak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).