Rabu, 22 Jul 2026 08:47 WIB

Begini Cara Menghindari Perilaku Konsumtif di Era Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Jan 2023 16:39 WIB
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Rudi Purwono menyebut bahwa mahasiswa dikenal sebagai yang berani mengambil resiko, tetapi juga dianggap generasi yang konsumtif.

Prof Rudi juga menyebut bahwa mahasiswa generasi yang terdorong mengikuti perkembangan lifestyle dan pengaruh budaya digital. Perilaku konsumtif disebutkan memang tidak bisa dihindarkan dan melekat pada tiap individu, karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Seharusnya, menurut dia, pengeluaran harus sesuai dengan pemasukan keuangan yang diterima. Sebab itu, sebagai mahasiwa, harus jeli dalam melihat sumber pendapatan. Terlebih, belum mempunyai penghasilan sendiri.

"Masih muda jangan sampai mengalami lebih besar pasak dari pada tiang," kata Prof Rudi, yang juga Guru Besar Ilmu Ekonomi Unair, melalui keterangan rilisnya, Senin (2/1/2023).

Setelah pemulihan akibat perbatasan saat pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan mengalami tekanan daya beli masyarakat yang tinggi. Apalagi, produsen menawarkan diskon dan promo besar-besaran di akhir tahun serta menjelang lebaran.

"Sebagai konsumen yang baik, perlu untuk mencatat kebutuhan barang yang akan dibeli,"jelasnya.

Dalam konteks hukum ekonomi, lanjutnya, ada variabel-variabel, harga barang, barang subtitusi (pengganti), kualitasnya barang dan barang kompetitor referensi.

Lebih lanjut Prof Rudi menyarankan, banyak cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan potensi diri menyiapkan resolusi tahun 2023 tanpa menjadi konsumtif.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Misalnya, sibuk mendalami course bahasa asing, menghasilkan karya tulisan yang mana tulisannya bisa dijual di publik, mengulik tentang ilmu investasi pasar modal, serta belajar ilmu wirausaha agar tidak hanya menjadi seorang konsumen namun bisa memproduksi barang atau jasa.

Tak hanya itu, Prof Rudi juga menyoroti program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Ia menilai kegiatan yang diadakan di luar program studi ini dapat mengimplementasikan hardskill dan softskill para mahasiswa.

"Dengan harapan menjadi nilai tambah mahasiswa menyelami proses kehidupan riil, memperhatikan koridor-koridor terutama kegiatan ekonomi dan memulai kreativitas usaha,"jelasnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Dana darurat atau motif berjaga-jaga atau pencegahan (precautionary motive), kata dia, juga menjadi penting untuk disisihkan sebagai antisipasi pada hari mendatang, jika sakit yang datang tiba-tiba atau pengeluaran yang mendesak.

Sebagai upaya untuk melek keuangan yang baik, perlu menyisihkan uang tabungan dan dana investasi. Perlu digarisbawahi, untuk memulai investasi jangan hanya mengikuti kebanyakan tren tanpa mengetahui ilmunya.

Terdapat tahapan-tahapan sebagai pemula untuk memilih investasi yang tepat dan menyesuaikan budget yang dimiliki mahasiswa.

"Saat investasi saham jangan pakai dana pinjaman, karena berisiko tinggi. Gunakan anggaran yang tersisa dan bersifat pasif," pungkas Prof Rudi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.