Senin, 07 Sep 2026 04:06 WIB

Begini Cara Menghindari Perilaku Konsumtif di Era Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Jan 2023 16:39 WIB
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Rudi Purwono menyebut bahwa mahasiswa dikenal sebagai yang berani mengambil resiko, tetapi juga dianggap generasi yang konsumtif.

Prof Rudi juga menyebut bahwa mahasiswa generasi yang terdorong mengikuti perkembangan lifestyle dan pengaruh budaya digital. Perilaku konsumtif disebutkan memang tidak bisa dihindarkan dan melekat pada tiap individu, karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Seharusnya, menurut dia, pengeluaran harus sesuai dengan pemasukan keuangan yang diterima. Sebab itu, sebagai mahasiwa, harus jeli dalam melihat sumber pendapatan. Terlebih, belum mempunyai penghasilan sendiri.

"Masih muda jangan sampai mengalami lebih besar pasak dari pada tiang," kata Prof Rudi, yang juga Guru Besar Ilmu Ekonomi Unair, melalui keterangan rilisnya, Senin (2/1/2023).

Setelah pemulihan akibat perbatasan saat pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan mengalami tekanan daya beli masyarakat yang tinggi. Apalagi, produsen menawarkan diskon dan promo besar-besaran di akhir tahun serta menjelang lebaran.

"Sebagai konsumen yang baik, perlu untuk mencatat kebutuhan barang yang akan dibeli,"jelasnya.

Dalam konteks hukum ekonomi, lanjutnya, ada variabel-variabel, harga barang, barang subtitusi (pengganti), kualitasnya barang dan barang kompetitor referensi.

Lebih lanjut Prof Rudi menyarankan, banyak cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan potensi diri menyiapkan resolusi tahun 2023 tanpa menjadi konsumtif.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Misalnya, sibuk mendalami course bahasa asing, menghasilkan karya tulisan yang mana tulisannya bisa dijual di publik, mengulik tentang ilmu investasi pasar modal, serta belajar ilmu wirausaha agar tidak hanya menjadi seorang konsumen namun bisa memproduksi barang atau jasa.

Tak hanya itu, Prof Rudi juga menyoroti program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Ia menilai kegiatan yang diadakan di luar program studi ini dapat mengimplementasikan hardskill dan softskill para mahasiswa.

"Dengan harapan menjadi nilai tambah mahasiswa menyelami proses kehidupan riil, memperhatikan koridor-koridor terutama kegiatan ekonomi dan memulai kreativitas usaha,"jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Dana darurat atau motif berjaga-jaga atau pencegahan (precautionary motive), kata dia, juga menjadi penting untuk disisihkan sebagai antisipasi pada hari mendatang, jika sakit yang datang tiba-tiba atau pengeluaran yang mendesak.

Sebagai upaya untuk melek keuangan yang baik, perlu menyisihkan uang tabungan dan dana investasi. Perlu digarisbawahi, untuk memulai investasi jangan hanya mengikuti kebanyakan tren tanpa mengetahui ilmunya.

Terdapat tahapan-tahapan sebagai pemula untuk memilih investasi yang tepat dan menyesuaikan budget yang dimiliki mahasiswa.

"Saat investasi saham jangan pakai dana pinjaman, karena berisiko tinggi. Gunakan anggaran yang tersisa dan bersifat pasif," pungkas Prof Rudi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.