Kamis, 23 Jul 2026 04:23 WIB

Begini Cara Menghindari Perilaku Konsumtif di Era Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Jan 2023 16:39 WIB
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa
Ilustrasi dompet kosong. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Rudi Purwono menyebut bahwa mahasiswa dikenal sebagai yang berani mengambil resiko, tetapi juga dianggap generasi yang konsumtif.

Prof Rudi juga menyebut bahwa mahasiswa generasi yang terdorong mengikuti perkembangan lifestyle dan pengaruh budaya digital. Perilaku konsumtif disebutkan memang tidak bisa dihindarkan dan melekat pada tiap individu, karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Seharusnya, menurut dia, pengeluaran harus sesuai dengan pemasukan keuangan yang diterima. Sebab itu, sebagai mahasiwa, harus jeli dalam melihat sumber pendapatan. Terlebih, belum mempunyai penghasilan sendiri.

"Masih muda jangan sampai mengalami lebih besar pasak dari pada tiang," kata Prof Rudi, yang juga Guru Besar Ilmu Ekonomi Unair, melalui keterangan rilisnya, Senin (2/1/2023).

Setelah pemulihan akibat perbatasan saat pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan mengalami tekanan daya beli masyarakat yang tinggi. Apalagi, produsen menawarkan diskon dan promo besar-besaran di akhir tahun serta menjelang lebaran.

"Sebagai konsumen yang baik, perlu untuk mencatat kebutuhan barang yang akan dibeli,"jelasnya.

Dalam konteks hukum ekonomi, lanjutnya, ada variabel-variabel, harga barang, barang subtitusi (pengganti), kualitasnya barang dan barang kompetitor referensi.

Lebih lanjut Prof Rudi menyarankan, banyak cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan potensi diri menyiapkan resolusi tahun 2023 tanpa menjadi konsumtif.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Misalnya, sibuk mendalami course bahasa asing, menghasilkan karya tulisan yang mana tulisannya bisa dijual di publik, mengulik tentang ilmu investasi pasar modal, serta belajar ilmu wirausaha agar tidak hanya menjadi seorang konsumen namun bisa memproduksi barang atau jasa.

Tak hanya itu, Prof Rudi juga menyoroti program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Ia menilai kegiatan yang diadakan di luar program studi ini dapat mengimplementasikan hardskill dan softskill para mahasiswa.

"Dengan harapan menjadi nilai tambah mahasiswa menyelami proses kehidupan riil, memperhatikan koridor-koridor terutama kegiatan ekonomi dan memulai kreativitas usaha,"jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Dana darurat atau motif berjaga-jaga atau pencegahan (precautionary motive), kata dia, juga menjadi penting untuk disisihkan sebagai antisipasi pada hari mendatang, jika sakit yang datang tiba-tiba atau pengeluaran yang mendesak.

Sebagai upaya untuk melek keuangan yang baik, perlu menyisihkan uang tabungan dan dana investasi. Perlu digarisbawahi, untuk memulai investasi jangan hanya mengikuti kebanyakan tren tanpa mengetahui ilmunya.

Terdapat tahapan-tahapan sebagai pemula untuk memilih investasi yang tepat dan menyesuaikan budget yang dimiliki mahasiswa.

"Saat investasi saham jangan pakai dana pinjaman, karena berisiko tinggi. Gunakan anggaran yang tersisa dan bersifat pasif," pungkas Prof Rudi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.