Selasa, 03 Feb 2026 18:53 WIB

Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Pada Malam Tahun Baru di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Des 2022 12:05 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Istimewa
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Istimewa

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan untuk waspada cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur saat malam tahun baru 2023 mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, berdasarkan analisis kondisi iklim. Wilayah Jawa Timur saat ini berada pada puncak musim penghujan.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Kondisi dinamika atmosfer di wilayah
Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi
cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan,"kata Taufiq, melalui keterangan rilisnya, Rabu (28/12/2022).

Taufiq menjelaskan bahwa Monsun Asia menunjukkan aktifitas cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir serta adanya seruakan dingin (Cold Surge). Dengan disertai fenomena CENS (Cross Equatorial Northerly Surge atau arus lintas ekuatorial) yang mengindikasikan
bahwa adanya aliran massa udara dingin dari utara yang masuk ke wilayah Indonesia
melintasi ekuator.

"Hal itu dapat berdampak meningkatkan potensi curah hujan dan kecepatan angin di wilayah Barat Indonesia termasuk wilayah Jawa Timur,"jelasnnya.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Tak hanya itu, ia menilai, masih aktifnya La Nina dengan intensitas lemah, MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang ekuatorial Rossby, gelombang atmosfer Kelvin, pola konvergensi atau pertemuan massa udara, serta kondisi suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +1.0 s/d +2.5 ºC.

"Sehingga mengakibatkan suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer. Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens,"ujarnya.

BMKG meminta masyarakat Jawa Timur waspada menghadapi fenomena ini. Disebutkan beberapa wilayah yang mengalami cuaca ekstrem diantaranya, Surabaya, Sidoarjo, Kota Batu, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lumajang,Kediri, Mojokerto, Probolinggo. Kemudian, Pasuruan, Banyuwangi,Blitar, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, Tuban, Kota Blitar, Tulungagung.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut, BMKG juga mengingatkan beberapa ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan Jawa Timur sudah
masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi (2,5 – 6,0 m).

Sehingga perlu menjadi perhatian
yaitu di wilayah Perairan Kalteng bagian Timur, Laut Jawa timur Masalembo, Laut Jawa
utara Bawean, Perairan Utara Madura, Laut Jawa selatan Bawean, Perairan Kep.
Sapudi, Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Kep. Kangean, Laut Jawa barat
Masalembo, Perairan selatan Jawa Timur, dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.