Sabtu, 05 Sep 2026 14:51 WIB

Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Pada Malam Tahun Baru di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Des 2022 12:05 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Istimewa
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Istimewa

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan untuk waspada cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur saat malam tahun baru 2023 mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, berdasarkan analisis kondisi iklim. Wilayah Jawa Timur saat ini berada pada puncak musim penghujan.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

"Kondisi dinamika atmosfer di wilayah
Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi
cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan,"kata Taufiq, melalui keterangan rilisnya, Rabu (28/12/2022).

Taufiq menjelaskan bahwa Monsun Asia menunjukkan aktifitas cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir serta adanya seruakan dingin (Cold Surge). Dengan disertai fenomena CENS (Cross Equatorial Northerly Surge atau arus lintas ekuatorial) yang mengindikasikan
bahwa adanya aliran massa udara dingin dari utara yang masuk ke wilayah Indonesia
melintasi ekuator.

"Hal itu dapat berdampak meningkatkan potensi curah hujan dan kecepatan angin di wilayah Barat Indonesia termasuk wilayah Jawa Timur,"jelasnnya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Tak hanya itu, ia menilai, masih aktifnya La Nina dengan intensitas lemah, MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang ekuatorial Rossby, gelombang atmosfer Kelvin, pola konvergensi atau pertemuan massa udara, serta kondisi suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +1.0 s/d +2.5 ºC.

"Sehingga mengakibatkan suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer. Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens,"ujarnya.

BMKG meminta masyarakat Jawa Timur waspada menghadapi fenomena ini. Disebutkan beberapa wilayah yang mengalami cuaca ekstrem diantaranya, Surabaya, Sidoarjo, Kota Batu, Bojonegoro, Jember, Jombang, Lumajang,Kediri, Mojokerto, Probolinggo. Kemudian, Pasuruan, Banyuwangi,Blitar, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Situbondo, Sumenep, Tuban, Kota Blitar, Tulungagung.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Lebih lanjut, BMKG juga mengingatkan beberapa ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan Jawa Timur sudah
masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi (2,5 – 6,0 m).

Sehingga perlu menjadi perhatian
yaitu di wilayah Perairan Kalteng bagian Timur, Laut Jawa timur Masalembo, Laut Jawa
utara Bawean, Perairan Utara Madura, Laut Jawa selatan Bawean, Perairan Kep.
Sapudi, Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Kep. Kangean, Laut Jawa barat
Masalembo, Perairan selatan Jawa Timur, dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.