Senin, 02 Feb 2026 23:33 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Mensos Risma Atasi Miskin Ekstrem di Malang Raya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Des 2022 10:52 WIB
Mensos Risma saat bertemu warga di Malang
Mensos Risma saat bertemu warga di Malang

selalu.id - Kementerian Sosial dan Bank Indonesia bekerja sama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim di Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Program di Malang Raya adalah pilot project yang diharapkan dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, program pengentasan kemiskinan merupakan arahan langsung Presiden RI Joko Widodo melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

"Ini adalah perintah dari Bapak Presiden bahwa di 2024 akan menghapus kemiskinan ekstrem," kata Risma saat memberikan keterangan kepada media setelah menghadiri acara Serah Terima Tahap I Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Subsisten (Pahlawan Ekonomi Nusantara - PENA) dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Malang Raya, di Pendopo Agung Bupati Malang pada Jum'at (23/12/2022).

Dikatakan Risma, pihaknya kemudian melakukan screening data untuk melihat Calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan kategori kemiskinan ekstrem.

"Nah setelah itu saya coba melihat data. Memang ekstrem itu kita liat dari sisi ekonomi, kondisi fisik rumah, itu memang kondisinya memprihatinkan," katanya.

Kemensos, lanjut Risma, melakukan dua pendekatan untuk mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan ekstrem. Pertama, menfasilitasi agar KPM punya pendapatan di luar bansos melalui PENA. Sedangkan yang kedua dengan memperbaiki rumah tidak layak huni dengan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST).

PENA adalah program terobosan Mensos yang bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan demikian, KPM tidak terus bergantung pada bantuan sosial (graduasi). PENA terutama menyasar KPM yang di bawah usia 40 tahun.

"Yang utama adalah mengeluarkan PM usia muda. Mereka yang kita upayakan untuk dikeluarkan (dari kemiskinan ekstrem) dulu," ujar mantan Wali Kota Surabaya ini.

PENA menargetkan 8.500 penerima di seluruh Indonesia dengan indeks bantuan modal usaha senilai Rp6 juta per KPM. Terdapat lima Kluster usaha dalam PENA yaitu makanan, kerajinan, jasa, pertanian dan peternakan.

Khusus di Malang Raya, terdapat 443 KPM dengan rincian 21 orang KPM kategori kemiskinan ekstrem yang mendapat bantuan PENA dan RST beserta isi perabotan rumah, dan 422 KPM penerima PENA. Adapun Kemensos bekerja sama dengan BI dalam pendanaan PENA di Malang Raya dengan indeks Rp10 juta per KPM.

Bantuan untuk Malang Raya diserahkan secara simbolis oleh Deputi BI Doni Primanto Joewono kepada empat perwakilan KPM yang hadir di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Selain hadir di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Mensos bersama Bupati Malang HM Sanusi dan Anggota Komisi XI Andreas Eddy Susetyo mengunjungi langsung KPM dengan kemiskinan ekstrem di Kp Pejomakmur, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusomo Kabupaten Malang. Ketiganya mengecek rumah yang selesai dibangun dan mencoba usaha pentol cilok milik KPM.

Risma mengatakan, KPM tersebut adalah salah satu contoh keluarga muda kategori miskin ekstrem yang menerima PENA dan RST. KPM tersebut, kata Risma, sudah keluar sebagai penerima bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.

"Tadi dia menyatakan sudah keluar, sudah graduasi, jadi mereka sudah keluar. rumahnya sudah bagus, sudah punya usaha. Artinya kemiskinan ekstremnya hilang. Itu yang kita lakukan," kata Risma.

KPM penerima RST dan PENA yang dikunjungi Mensos, Rohimah, tidak mampu menahan rasa harunya.

"Alhamdulillah bersyukur sekali. Saya tidak menyangka dapat bantuan sebanyak ini," dengan suara terisak.

Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Protokoler Wawali Armuji saat ke Yai Mim Malang

Rumah yang ditempati Rohimah sebelumnya jauh dari kata layak. Rohimah beserta suami dan dua anaknya menempati rumah beralaskan tanah dengan dinding dari anyaman bambu. Meskipun beratapkan genteng, rumah berukuran 6x10 m² itu tidak memiliki loteng atau asbes.

"Kan lantainya tanah, dindingnya bambu, bolong dimana-mana. Kalau hujan bocor. Susah dijelaskan," katanya mengenang rumah lamanya.

Setelah mendapatkan RST, rumah yang ia sebut gubuk itu sudah disulap menjadi rumah permanen yang memiliki dua kamar tidur, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Lantainya pun porselen dan dilengkapi dengan kasur, televisi, dan perabotan lainnnya. Rumahnya juga bergaya minimalis modern dan dibangun dengan bata interlock yang tahan dari gempa.

Selain rumah, suami Rohimah, Muhammad Samsul (32) juga memperoleh PENA untuk usaha cilok yang sudah dirintisnya.

"Kita mau usaha cilok frozen. Tapi terkendala ndak ada kulkasnya. Alhamdulillah udah dikasih kulkas, kompor, sama bahan-bahan buat cilok lainnya," ujarnya.

Samsul dan Rohimah adalah KPM PKH, dengan menerima RST dan PENA, keduanya menyatakan siap digraduasi dari program bantuan sosial. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.