Minggu, 06 Sep 2026 22:02 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga November 2022, Ini Lokasinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Nov 2022 15:16 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: istimewa
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: istimewa

 

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrim di Wilayah Jawa Timur, mulai 14 hingga 20 November 2022. Hal ini karena pengaruh fenomena MJO atau Madden- Julian Oscillation.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengatakan, berdasarkan analisis konfisi iklim wilayah Jawa Timur saat ini berada di musim hujan.

"kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan,"kata Taufiq melalui keterangan rilisnya, di Instagram @infobmkgjuanda.

Dalam keterangannya, Taufiq menjelaskan, dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola siklonik di Laut Jawa.

Pola siklonik itu, kata dia, menyebabkan daerah konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Aktifnya fenomena MJO serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 s/d +2.5 °C, sehingga suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer,"jelasnya.

Sehingga, kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es.

Ia menyebutkan, beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi hingga 20 November 2022 yakni, wilayah Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Nganjuk, Kab. dan Kota Madiun, Magetan.

Baca Juga: Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan hingga Tim Psikologis ke Lokasi Bencana Gempa NTT

Kemudian, Ngawi, Ponorogo, Kab. Kediri, Kab. dan Kota Blitar, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Batu, Kab. dan Kota Malang. Kab. dan Kota Pasuruan, Kab. Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep.

"Wilayah tersebut potensi bencana hidrometeorologi yakni genangan, banjir, banjir bandang. angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.