Jumat, 23 Okt 2026 21:30 WIB

13 Anak di Jatim Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, Surabaya Terbanyak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Okt 2022 14:36 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - 13 Anak dikabarkan meninggal akibat penyakit gagal ginjal akut di Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Ketua IDAI Jatim, dr Sjamsul Arief mengatakan, dari total 13 balita yang meninggal tersebut, wilayah Surabaya paling banyak yakni 10 balita.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Yang meninggal 10 di Surabaya, 3 di Malang (anak yang meninggal akibat gangguan gagal ginjal akut misterius di Jatim)," kata dr Sjamsul, Kamis (20/10/2022).

Dr Sjamsul menjelaskan, rata-rata 13 balita meninggal berusia 1 hingga 5 tahun. Tetapi, ia enggan menyampaikan data usia persis, sebab data tersebut ada di RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar.

Meski begitu, dr Sjamsul mengaku belum bisa memastikan jumlah 24 anak yang terkena penyakit itu merupakan warga Surabaya atau Malang saja, karena idak menutup kemungkinan pasien-pasien itu merupakan rujukan dari daerah lain.

"Tidak tahu, itu data dari RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar. Karena 2 RS tersebut yang bisa melakukan hemodialisa (terapi cuci darah), mungkin rujukan dari kabupaten-kota lain," jelasnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Sementara itu, Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan penanganan khusus untuk pasien anak. Terutama diduga menderita gangguan gagal ginjal akut.

RSU dr Soetomo pun juga telah menyiapkan ruang hemodialisa. Kemudian dokter spesialis yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Kemenkes.

"Biasanya pasien anak dengan gangguan ginjal hingga cuci darah yang dirawat di Soetomo (RSU dr Soetomo) perharinya di bawah lima, paling satu atau dua," ujarnya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Lebih lanjut dr Joni menyampaikan, pihaknya
juga telah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu kebutuhan pasien cuci darah anak bertambah.

Saat ini, tambahnya, di RSU dr Soetomo terdapat 60 alat hemodialisis yang beroperasi setiap harinya di rumah sakit yang dipimpinnya.

"Nantinya kalau anak tinggal menyesuaikan ukuran alat yang digunakan. Tentunya dengan hasil pemeriksaan dokter spesialis," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.