Kamis, 04 Jun 2026 13:35 WIB

13 Anak di Jatim Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, Surabaya Terbanyak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Okt 2022 14:36 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - 13 Anak dikabarkan meninggal akibat penyakit gagal ginjal akut di Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Ketua IDAI Jatim, dr Sjamsul Arief mengatakan, dari total 13 balita yang meninggal tersebut, wilayah Surabaya paling banyak yakni 10 balita.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Yang meninggal 10 di Surabaya, 3 di Malang (anak yang meninggal akibat gangguan gagal ginjal akut misterius di Jatim)," kata dr Sjamsul, Kamis (20/10/2022).

Dr Sjamsul menjelaskan, rata-rata 13 balita meninggal berusia 1 hingga 5 tahun. Tetapi, ia enggan menyampaikan data usia persis, sebab data tersebut ada di RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar.

Meski begitu, dr Sjamsul mengaku belum bisa memastikan jumlah 24 anak yang terkena penyakit itu merupakan warga Surabaya atau Malang saja, karena idak menutup kemungkinan pasien-pasien itu merupakan rujukan dari daerah lain.

"Tidak tahu, itu data dari RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar. Karena 2 RS tersebut yang bisa melakukan hemodialisa (terapi cuci darah), mungkin rujukan dari kabupaten-kota lain," jelasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sementara itu, Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan penanganan khusus untuk pasien anak. Terutama diduga menderita gangguan gagal ginjal akut.

RSU dr Soetomo pun juga telah menyiapkan ruang hemodialisa. Kemudian dokter spesialis yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Kemenkes.

"Biasanya pasien anak dengan gangguan ginjal hingga cuci darah yang dirawat di Soetomo (RSU dr Soetomo) perharinya di bawah lima, paling satu atau dua," ujarnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Lebih lanjut dr Joni menyampaikan, pihaknya
juga telah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu kebutuhan pasien cuci darah anak bertambah.

Saat ini, tambahnya, di RSU dr Soetomo terdapat 60 alat hemodialisis yang beroperasi setiap harinya di rumah sakit yang dipimpinnya.

"Nantinya kalau anak tinggal menyesuaikan ukuran alat yang digunakan. Tentunya dengan hasil pemeriksaan dokter spesialis," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.