Selasa, 08 Sep 2026 10:48 WIB

13 Anak di Jatim Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, Surabaya Terbanyak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Okt 2022 14:36 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - 13 Anak dikabarkan meninggal akibat penyakit gagal ginjal akut di Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Ketua IDAI Jatim, dr Sjamsul Arief mengatakan, dari total 13 balita yang meninggal tersebut, wilayah Surabaya paling banyak yakni 10 balita.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

"Yang meninggal 10 di Surabaya, 3 di Malang (anak yang meninggal akibat gangguan gagal ginjal akut misterius di Jatim)," kata dr Sjamsul, Kamis (20/10/2022).

Dr Sjamsul menjelaskan, rata-rata 13 balita meninggal berusia 1 hingga 5 tahun. Tetapi, ia enggan menyampaikan data usia persis, sebab data tersebut ada di RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar.

Meski begitu, dr Sjamsul mengaku belum bisa memastikan jumlah 24 anak yang terkena penyakit itu merupakan warga Surabaya atau Malang saja, karena idak menutup kemungkinan pasien-pasien itu merupakan rujukan dari daerah lain.

"Tidak tahu, itu data dari RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar. Karena 2 RS tersebut yang bisa melakukan hemodialisa (terapi cuci darah), mungkin rujukan dari kabupaten-kota lain," jelasnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Sementara itu, Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan penanganan khusus untuk pasien anak. Terutama diduga menderita gangguan gagal ginjal akut.

RSU dr Soetomo pun juga telah menyiapkan ruang hemodialisa. Kemudian dokter spesialis yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Kemenkes.

"Biasanya pasien anak dengan gangguan ginjal hingga cuci darah yang dirawat di Soetomo (RSU dr Soetomo) perharinya di bawah lima, paling satu atau dua," ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Lebih lanjut dr Joni menyampaikan, pihaknya
juga telah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu kebutuhan pasien cuci darah anak bertambah.

Saat ini, tambahnya, di RSU dr Soetomo terdapat 60 alat hemodialisis yang beroperasi setiap harinya di rumah sakit yang dipimpinnya.

"Nantinya kalau anak tinggal menyesuaikan ukuran alat yang digunakan. Tentunya dengan hasil pemeriksaan dokter spesialis," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.