13 Anak di Jatim Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, Surabaya Terbanyak
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 20 Okt 2022 14:36 WIB
selalu.id - 13 Anak dikabarkan meninggal akibat penyakit gagal ginjal akut di Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).
Ketua IDAI Jatim, dr Sjamsul Arief mengatakan, dari total 13 balita yang meninggal tersebut, wilayah Surabaya paling banyak yakni 10 balita.
Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
"Yang meninggal 10 di Surabaya, 3 di Malang (anak yang meninggal akibat gangguan gagal ginjal akut misterius di Jatim)," kata dr Sjamsul, Kamis (20/10/2022).
Dr Sjamsul menjelaskan, rata-rata 13 balita meninggal berusia 1 hingga 5 tahun. Tetapi, ia enggan menyampaikan data usia persis, sebab data tersebut ada di RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar.
Meski begitu, dr Sjamsul mengaku belum bisa memastikan jumlah 24 anak yang terkena penyakit itu merupakan warga Surabaya atau Malang saja, karena idak menutup kemungkinan pasien-pasien itu merupakan rujukan dari daerah lain.
"Tidak tahu, itu data dari RSU dr Soetomo dan RSUD Saiful Anwar. Karena 2 RS tersebut yang bisa melakukan hemodialisa (terapi cuci darah), mungkin rujukan dari kabupaten-kota lain," jelasnya.
Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Sementara itu, Dirut RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan penanganan khusus untuk pasien anak. Terutama diduga menderita gangguan gagal ginjal akut.
RSU dr Soetomo pun juga telah menyiapkan ruang hemodialisa. Kemudian dokter spesialis yang sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Kemenkes.
"Biasanya pasien anak dengan gangguan ginjal hingga cuci darah yang dirawat di Soetomo (RSU dr Soetomo) perharinya di bawah lima, paling satu atau dua," ujarnya.
Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya
Lebih lanjut dr Joni menyampaikan, pihaknya
juga telah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu kebutuhan pasien cuci darah anak bertambah.
Saat ini, tambahnya, di RSU dr Soetomo terdapat 60 alat hemodialisis yang beroperasi setiap harinya di rumah sakit yang dipimpinnya.
"Nantinya kalau anak tinggal menyesuaikan ukuran alat yang digunakan. Tentunya dengan hasil pemeriksaan dokter spesialis," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-2867-13-anak-di-jatim-meninggal-akibat-gagal-ginjal-akut-surabaya-terbanyak
