Rabu, 04 Feb 2026 23:13 WIB

Ini Tanggapan Wali Kota Eri Cahyadi Soal Wacana Pilkada Tak Langsung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Okt 2022 17:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Ade Resti
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Ade Resti

selalu.id - Wacana Pilkada tidak langung kembali mencuat usai rapat pimpinan MPR dan Dewan pertimbangan presiden, Senin (10/10/2022) lalu. Sejumlah Kepala Daerah pun menanggapi isu tersebut, termasuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa dirinya ingin pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh Presiden.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

"Saya pribadi yang malah ingin mengatakan kalau bisa Presiden pilihannya langsung. Gubernur, Walikota, dipilih Presiden,"ungkap Eri, saat ditemui selalu.id, Kamis (12/10/2022).

Menurutnya, sejak menjabat Wali Kota Surabaya, Eri pernah melihat pertengkaran warganya gara-gara pilihan kepala daerah yang berbeda.

"Nelongso aku ketika ada acara saat membentuk Kader Surabaya Hebat. Masih ada yang bilang, pak itu jangan dipilih karena itu dulu lawannya bapak ikut sebelah, tidak timnya bapak," ujarnya menirukan salah satu warganya.

Eri mengaku, dirinya hanya ingin fokus untuk menciptakan kesejahteraan umat. Bukan hanya karena pemilihan wali kota membuat pertengkaran antar warga.

"Kalau sudah dipetakan seperti itu gara-gara pemilihan Wali kota akhirnya ada gegeran (bertengkar) kapan sejahterakan umat?"tanyanya.

Baca Juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Dengan pemilihan langsung oleh Presiden, ia menyebut bisa menjadi satu garis untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau toh sekarang enak kan kalau aturannya dibuat (seperti itu). Jadi satu garis dengan kepentingan umat,"lanjutnya.

Eri menyebut mengikhlaskan, apabila pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh presiden, bahkan jika harus melepas jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.

"Kalau hari ini diputuskan dipilih presiden aku InsyaAllah ikhlas. Harus melepaskan jabatan saya saya ikhlas,"jelasnya.

Baca Juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

"Saya lebih cinta warga saya daripada mereka berantem engkel-engkelan,"lanjutnya.

Meskipun begitu, Eri berharap tidak hanya secara tidak langsung, namun pemilihan Pilkada Presiden langsung lebih baik.

"Jadi saya berharap tidak hanya secara tidak langsung. Enak ditunjuk langsung ae (aja),"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.