Selasa, 03 Feb 2026 03:53 WIB

Ini Tanggapan Wali Kota Eri Cahyadi Soal Wacana Pilkada Tak Langsung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Okt 2022 17:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Ade Resti
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Ade Resti

selalu.id - Wacana Pilkada tidak langung kembali mencuat usai rapat pimpinan MPR dan Dewan pertimbangan presiden, Senin (10/10/2022) lalu. Sejumlah Kepala Daerah pun menanggapi isu tersebut, termasuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa dirinya ingin pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh Presiden.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Saya pribadi yang malah ingin mengatakan kalau bisa Presiden pilihannya langsung. Gubernur, Walikota, dipilih Presiden,"ungkap Eri, saat ditemui selalu.id, Kamis (12/10/2022).

Menurutnya, sejak menjabat Wali Kota Surabaya, Eri pernah melihat pertengkaran warganya gara-gara pilihan kepala daerah yang berbeda.

"Nelongso aku ketika ada acara saat membentuk Kader Surabaya Hebat. Masih ada yang bilang, pak itu jangan dipilih karena itu dulu lawannya bapak ikut sebelah, tidak timnya bapak," ujarnya menirukan salah satu warganya.

Eri mengaku, dirinya hanya ingin fokus untuk menciptakan kesejahteraan umat. Bukan hanya karena pemilihan wali kota membuat pertengkaran antar warga.

"Kalau sudah dipetakan seperti itu gara-gara pemilihan Wali kota akhirnya ada gegeran (bertengkar) kapan sejahterakan umat?"tanyanya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Dengan pemilihan langsung oleh Presiden, ia menyebut bisa menjadi satu garis untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau toh sekarang enak kan kalau aturannya dibuat (seperti itu). Jadi satu garis dengan kepentingan umat,"lanjutnya.

Eri menyebut mengikhlaskan, apabila pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh presiden, bahkan jika harus melepas jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya.

"Kalau hari ini diputuskan dipilih presiden aku InsyaAllah ikhlas. Harus melepaskan jabatan saya saya ikhlas,"jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Saya lebih cinta warga saya daripada mereka berantem engkel-engkelan,"lanjutnya.

Meskipun begitu, Eri berharap tidak hanya secara tidak langsung, namun pemilihan Pilkada Presiden langsung lebih baik.

"Jadi saya berharap tidak hanya secara tidak langsung. Enak ditunjuk langsung ae (aja),"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.