Rabu, 08 Jul 2026 05:14 WIB

Fenomena Equinox, Wilayah Jawa Timur Akan Mengalami Hari Tanpa Bayangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Sep 2022 12:56 WIB
Foto matahari di wilayah Surabaya
Foto matahari di wilayah Surabaya

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa suhu udara di Jawa Timur dalam beberapa hari belakangan meningkat. Ini dikarenakan fenomena Equinox

BMKG mencatat suhu panas tersebut mencapai 35-36° Celsius itu terjadi Jawa Timur. Salah satunya Surabaya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Kepala Stasiun Metereologi Klimatologi Kelas II Maritim Tanjung Perak, Taufiq Hermawan mengatakan, fenomena tersebut disebabkan karena gerak semu matahari pada 23 September 2022 lalu berada di garis Equator (Equinox).

"Saat ini sedang bergerak ke wilayah selatan Equator,"kata Taufiq, melalui keterangannya, Rabu (28/9/2022).

Taufiq menyebut, fenomena tersebut merupakan hal yang normal terjadi secara periodik dua kali dalam setahun.

"Fenomena ini tidak berkaitan dengan fenomena gelombang panas (heat
wave),"ujarnya.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, nantinya wilayah Jawa Timur akan mengalami hari tanpa bayangan atau matahari akann mengalami titik kulminasi utama.

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

"Kulminasi merupakan kondisi dimana matahari tepat berada di atas lintang pengamat, sehingga menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpu dengan benda itu sendiri,"jelasnya.

Titik kulminasi tersebut, kata dia, terjadi pada saat matahari bergerak menuju selatan Equator. Kulminasi tersebut akan terjadi pada 11 - 14 oktober mendatang di Jawa Timur.

"Suhu udara diprakirakan masih cukup tinggi pada bulan Oktober mendatang,"tuturnya.

Tetapi, Taufiq menambahkan, BMKG memperkirakaan beberapa Jawa Timur akan manegalami masa peralihan atau pancaroba.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

"Di Jawa Timur juga diperkirakan mengalami masa peralihan/pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan," pungkasnya. (Ade)

Berikut Wilayah Jawa Timur yang akan mengalam titik Kulminasi Oktober mendatang atau hari tanpa bayangan, yakni Surabaya, Sumenep, Pemekasan, Bangkalan, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Sampang, Sidoarjo, Mojosari, Mojokerto, Jombang, Caruban, Ngawi, Situbondo, Bondowoso, Kraksan, Prabolinggo.

Kemudian, Pasuruan, Bangil, Batu, Ngasem, Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Lumajang, Malang, Kepanjen, Kanigoro, Blitar, Pacitan, Tranggalek, Pacitan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam.

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Berdasarkan laporan keuangan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp10,63 triliun, sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp10,55 triliun.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat.