Rabu, 04 Feb 2026 05:16 WIB

Awas! Ada Penipuan Jual Beli Jabatan Mengatasnamakan Sekda di Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Sep 2022 16:37 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Penipuan mengatasnamakan pejabat Pemkot Surabaya kembali terjadi melalui telpon, pesan singkat, SMS maupun WhatshApp dengan modus permintaan uang.

Hal itu dialami oleh Sekretaris Daerah Surabaya, Hendro Gunawan yang baru-baru ini menjadi korban pencemaran mengatasnamakan dirinya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

Penipuan tersebut dengan dalih menjanjikan suatu jabatan dari berwenang menangani kepegawaian daerah atau pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Sebab itu, Pemkot Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 800/ 12622/436.8.4/2022 yang telah ditandatangani oleh Hendro.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Surabaya, Rachmad Basari mengatakan, dalam SE tersebut memberikan informasi bahwa penipuan modus yang mengatasnamakan pejabat pemkot itu tidak benar.

"Jadi, ada beberapa yang mendapatkan pesan itu dan menginformasikannya kepada kami, sehingga kami pastikan bahwa itu tidak benar. Sekali lagi saya pastikan bahwa itu tidak benar dan tidak ada modus-modus seperti itu di Pemkot Surabaya," kata Basari, melalui SE tersebut, Kamis (22/9/2022).

Basari menyampaikan, penipu melakukannya menggunakan nomor telpon tertentu dengan tujuan merusak nama baik pejabat lingkungan Pemkot Surabaya

"Dalam proses mutasi, rotasi dan promosi, tidak ada pungutan atau permintaan uang yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah atau pejabat yang berwenang menangani kepegawaian daerah atau pejabat lain di lingkungan Pemkot Surabaya," ujarnya.

Basari mengimbau kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk dapat menyampaikan kepada seluruh pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Hal tersebut, agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap aksi penipuan tersebut.

"Tolong hati-hati dan jangan mudah percaya dengan modus-modus seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut Basari menegaskan, Pemkot Surabaya tidak bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan sebagai akibat dari tindak penipuan tersebut.

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan, Basari meminta, mereka untuk menyampaikan kepada berbagai kanal yang sudah disiapkan oleh Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Ia menambahkan, saat ini di Pemkot Surabaya sudah banyak menyediakan kanal yang dapat dimanfaatkan untuk melaporkan berbagai kejadian dan persoalan di Kota Pahlawan, termasuk kejadian penipuan ini.

Salah satunya bisa melalui https://wbs.surabaya.go.id/, WargaKu, dan berbagai kanal lainnya yang sudah tersedia.

"Silahkan melaporkan jika sudah ada yang merasa dirugikan," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.