Sabtu, 26 Sep 2026 10:13 WIB

Empat Mahasiswa Unusa Ciptakan Kacamata Pelindung yang Nyaman Bagi Pekerja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Sep 2022 14:18 WIB
Mahasiswa Unusa menunjukkan kacamata pelindung bagi pekerja hasil karyanya
Mahasiswa Unusa menunjukkan kacamata pelindung bagi pekerja hasil karyanya

selalu.id - Empat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menciptakan kacamata keselamatan untuk pekerja yang diberi nama Safety Goggles Myopi.

Naufal Ilham Saputra, Husnul Kirom Ramadhani, Amrina Rosyadah ketiganya mahasiswa dari Prodi D4 Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) dan Violin Margaretha Puspita Ningrum dari prodi S1 Keperawatan. Keempat mahasiswa ini lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) program Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan teknologi (Kemdikbud Ristek) Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

Baca Juga: Rekomendasi Headset Olahraga Terbaik dan Murah dengan Harga Mulai Rp200 Ribuan

Pembuatan kacamata didasari oleh banyaknya pekerja pada sektor industri dan kontraktor yang mengalami masalah pada matanya. Ditambah kurangnya pemahaman penggunaan kacamata pelindung disaat melakukan pengelasan.

"Jadi kami membuat kacamata ini biar para pekerja tidak kesulitan dalam menjalankan pekerjaan karena masalah pada matanya," ungkap salah satu mahasiswa, Naufal.

Naufal menjelaskan, dalam dunia industri kontraktor, tidak jarang kejadian kecelakaan yang diakibatkan kondisi kesehatan mata menurun atau minus.

"Jadi kacamata ini bisa menyesuaikan lensa kacamatanya dari penggunanya sehingga bisa melihat dengan nyaman," ujarnya.

Memiliki tiga lapis lensa membuat pekerja dengan muda melakukan aktivitas pekerjaan mereka.

"Ada tiga lapis lensa seperti lapisan terluar ada kaca pelindung untuk mata, lapisan kedua lensa minus atau silinder dari pekerja, dan lapis ketiga kaca hitam standart untuk mengelas," terangnya.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Naufal menjelaskan pada kacamata Safety Goggles Myopi, kaca hitam untuk mengelas bisa dibongkar pasang.

"Ini bisa digunakan saat melakukan pengelasan saja," ungkap Mahasiswa K3 ini.

Naufal menceritakan jika dalam pembuatan Safety Goggles Myopi dirinya mencoba beberapa kali hingga akhirnya bentuk kacamata ini yang bisa dimaksimalkan.

Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja

"Jadi dua kali kami membuat konsep kacamata bagi pekerja ini, dan yang terbaru ini serta mendapatkan tanggapan yang cukup bagus bagi penggunanya," ungkapnya.

Safety Goggles Myopi memiliki keunggulan dengan memiliki tiga lapis kaca atau lensa atau 3 in 1, kedua kenyamanan dari produk ini karena stripernya disesuaikan dengan ukuran kepala, lensa frame minusnya bisa dilepas, dan looknya lebih sporty.

Mahasiswa ini sudah mulai menjual produknya di market place seperti shoppe dengan nama SGM.goid serta dibandrol dengan harga Rp 275 ribu.

"Alhamdulillah sudah beberapa orang yang pesan dan sudah digunakan lebih enak karena nyaman saat digunakan," terangnya. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.