Rabu, 22 Jul 2026 04:12 WIB

Jelang Piala AFC U20, Stadion GBT Masih Bau Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 22:24 WIB
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya

selalu.id - Bau sampah di Stadion Gelora Bung Tomo tetap tercium meski Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk menghilangkan bau tersebut.

Awalnya, Pemkot Surabaya menyebut GBT sudah tidak lagi bau sampah karena berbagai upaya dilakukan. Selain penutupan sampah menggunakan membran. pemkot juga melakukan penyemprotan efektif mikro organisme EM6 atau organik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Namun, menjelang beberapa hari pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC U-20 2023 bau sampah tersebut masih tercium.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan, ada 9 titik yang masih tercium bau sampah, termasuk di dekat masuknya TPA Benowo.

"3 titik diluar mengelilingi 6 titik. Titik yang diluar di dekat pintu masuknya TPA jadi yang di lapangan A B C itu tapi yang disisi utara disitu memang masih bau kemarin,"kata Hebi, usai konferensi pers di lingkungan Pemkot Surabaya, Kamis (8/9/2022).

Hebi mengatakan, pihaknya langsung menyelediki bau sampah tersebut. Ternyata ditemukan dari ceceran truk sampah yang masuk menuju TPA Benowo.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Setelah kita semprot tadi pagi sudah tidak bau. Kita sudah lakukan penambahan membran, buffer zone, itu kita semprot setiap hari, kalau ada sampah baru disemprot lagi,"ujarnya.

Terkait operasional pengangkutan sampah, Hebi menerangkan, pengangkutan itu dipindahkan jadwal, yang biasanya siang diahlikan malam hari hingga perhelatan kualifikasi Piala AFC U-20 di GBT selesai.

"Yang hari ini diambil jam 2 malam diambil sampai jam 12 siang besok, Itu masih ada, tapi mungkin antar pagi dan siang ini volumenya sedikit,"ujarnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Tetapi untuk yang setelahnya, itu kita mulai jam 12 malam sampai pagi. Jadi TPA buka disana, kita sosialisasikan juga disana. Berlaku sampai AFC selesai," lanjutnya.

Saat ditanya apakah ada pembatasan sampah? Hebi menerangkan, tidak ada pembatasan. Sebab, nantinya akan menumpuk dan Kota Surabaya tidak nyaman.

"Pembuangan tetap ada cuman waktunya diganti. Ini siang ganti malam," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.