Selasa, 20 Okt 2026 02:45 WIB

Nasib Sopir Angkot di Tengah Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 10:44 WIB
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya

selalu.id - Sopir angkutan kota (angkot) di Surabaya pasrah dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengaku tak bisa menaikan harga lantaran sepi penumpang.

Pantauan selalu.id, suasana di Terminal Joyoboyo, Surabaya terlihat lengang. Sejumlah Sopir angkot terlihat sedang antre menunggu giliran jalan.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Sementara itu, jalur transportasi bus Suroboyo nampak lebih banyak penumpang yang terlihat menunggu keberangkatan. Kondisi ini berbeda dengan antrean angkot yang hampir tidak ada penumpang. Beberapa angkot sengaja tak beroperasi lantaran sepi.

Yusuf (61), salah satu sopir angkot sedang rebahan bersama sopir angkot lainnya mengaku tidak menarik penumpang lantaran sangat sepi.

"Penumpang memang menurun, saya gak narik hari ini, gak ngantre penumpang, saya cari dijalan-jalan (penumpang) gak ada,"ujarnya.

Terkait dampak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku saat ini tarif angkot tidak ada perubahan, masih seharga Rp 5 ribu dari TIJ-Lakasantri, sedangkan ke Menganti hanya Rp 8 ribu.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Belum ada tarif naik. Joyoboyo belum ada kenaikan. Kita ini gak dinaikan yang gak nututi, dinaikan kadang ada takutnya (sepi)," ungkapnya.

Sejak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku, pengisian BBM untuk angkotnya bertambah. Ia harus mengeluarkan Rp 130 ribu per hari jika tiga kali pulang-pergi angkut penumpang. Sebelumnya, ia hanya mengisi 100 ribu per hari.

"Pendapatan berkurang, untuk menyetor mobil (angkotnya) Rp 30 ribu. Pendapatan relatif saya ada Rp 50 ribu kadang 30 ribu kadang gak dapat sama sekali,"ujarnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Yusuf mengungkapkan, meski ada bantuan BBM dari Pemerintah pun, menurutnya hal tersebut tidak terjamin untuk pendapatan mereka.

"Percuma kita mogok, tarif ndak naik aja susah cari penumpang, ditambah ini ada kenaikan BBM, makin susah cari duit," keluhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.