Rabu, 04 Feb 2026 11:42 WIB

Nasib Sopir Angkot di Tengah Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 10:44 WIB
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya

selalu.id - Sopir angkutan kota (angkot) di Surabaya pasrah dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengaku tak bisa menaikan harga lantaran sepi penumpang.

Pantauan selalu.id, suasana di Terminal Joyoboyo, Surabaya terlihat lengang. Sejumlah Sopir angkot terlihat sedang antre menunggu giliran jalan.

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Sementara itu, jalur transportasi bus Suroboyo nampak lebih banyak penumpang yang terlihat menunggu keberangkatan. Kondisi ini berbeda dengan antrean angkot yang hampir tidak ada penumpang. Beberapa angkot sengaja tak beroperasi lantaran sepi.

Yusuf (61), salah satu sopir angkot sedang rebahan bersama sopir angkot lainnya mengaku tidak menarik penumpang lantaran sangat sepi.

"Penumpang memang menurun, saya gak narik hari ini, gak ngantre penumpang, saya cari dijalan-jalan (penumpang) gak ada,"ujarnya.

Terkait dampak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku saat ini tarif angkot tidak ada perubahan, masih seharga Rp 5 ribu dari TIJ-Lakasantri, sedangkan ke Menganti hanya Rp 8 ribu.

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

"Belum ada tarif naik. Joyoboyo belum ada kenaikan. Kita ini gak dinaikan yang gak nututi, dinaikan kadang ada takutnya (sepi)," ungkapnya.

Sejak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku, pengisian BBM untuk angkotnya bertambah. Ia harus mengeluarkan Rp 130 ribu per hari jika tiga kali pulang-pergi angkut penumpang. Sebelumnya, ia hanya mengisi 100 ribu per hari.

"Pendapatan berkurang, untuk menyetor mobil (angkotnya) Rp 30 ribu. Pendapatan relatif saya ada Rp 50 ribu kadang 30 ribu kadang gak dapat sama sekali,"ujarnya.

Baca Juga: Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

Yusuf mengungkapkan, meski ada bantuan BBM dari Pemerintah pun, menurutnya hal tersebut tidak terjamin untuk pendapatan mereka.

"Percuma kita mogok, tarif ndak naik aja susah cari penumpang, ditambah ini ada kenaikan BBM, makin susah cari duit," keluhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.