Kamis, 04 Jun 2026 19:43 WIB

Nasib Sopir Angkot di Tengah Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 10:44 WIB
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya

selalu.id - Sopir angkutan kota (angkot) di Surabaya pasrah dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengaku tak bisa menaikan harga lantaran sepi penumpang.

Pantauan selalu.id, suasana di Terminal Joyoboyo, Surabaya terlihat lengang. Sejumlah Sopir angkot terlihat sedang antre menunggu giliran jalan.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sementara itu, jalur transportasi bus Suroboyo nampak lebih banyak penumpang yang terlihat menunggu keberangkatan. Kondisi ini berbeda dengan antrean angkot yang hampir tidak ada penumpang. Beberapa angkot sengaja tak beroperasi lantaran sepi.

Yusuf (61), salah satu sopir angkot sedang rebahan bersama sopir angkot lainnya mengaku tidak menarik penumpang lantaran sangat sepi.

"Penumpang memang menurun, saya gak narik hari ini, gak ngantre penumpang, saya cari dijalan-jalan (penumpang) gak ada,"ujarnya.

Terkait dampak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku saat ini tarif angkot tidak ada perubahan, masih seharga Rp 5 ribu dari TIJ-Lakasantri, sedangkan ke Menganti hanya Rp 8 ribu.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Belum ada tarif naik. Joyoboyo belum ada kenaikan. Kita ini gak dinaikan yang gak nututi, dinaikan kadang ada takutnya (sepi)," ungkapnya.

Sejak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku, pengisian BBM untuk angkotnya bertambah. Ia harus mengeluarkan Rp 130 ribu per hari jika tiga kali pulang-pergi angkut penumpang. Sebelumnya, ia hanya mengisi 100 ribu per hari.

"Pendapatan berkurang, untuk menyetor mobil (angkotnya) Rp 30 ribu. Pendapatan relatif saya ada Rp 50 ribu kadang 30 ribu kadang gak dapat sama sekali,"ujarnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Yusuf mengungkapkan, meski ada bantuan BBM dari Pemerintah pun, menurutnya hal tersebut tidak terjamin untuk pendapatan mereka.

"Percuma kita mogok, tarif ndak naik aja susah cari penumpang, ditambah ini ada kenaikan BBM, makin susah cari duit," keluhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.