Jumat, 05 Jun 2026 17:39 WIB

Nasib Sopir Angkot di Tengah Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 10:44 WIB
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya
Antrean angkot di Terminal Joyoboyo, Surabaya

selalu.id - Sopir angkutan kota (angkot) di Surabaya pasrah dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mengaku tak bisa menaikan harga lantaran sepi penumpang.

Pantauan selalu.id, suasana di Terminal Joyoboyo, Surabaya terlihat lengang. Sejumlah Sopir angkot terlihat sedang antre menunggu giliran jalan.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Sementara itu, jalur transportasi bus Suroboyo nampak lebih banyak penumpang yang terlihat menunggu keberangkatan. Kondisi ini berbeda dengan antrean angkot yang hampir tidak ada penumpang. Beberapa angkot sengaja tak beroperasi lantaran sepi.

Yusuf (61), salah satu sopir angkot sedang rebahan bersama sopir angkot lainnya mengaku tidak menarik penumpang lantaran sangat sepi.

"Penumpang memang menurun, saya gak narik hari ini, gak ngantre penumpang, saya cari dijalan-jalan (penumpang) gak ada,"ujarnya.

Terkait dampak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku saat ini tarif angkot tidak ada perubahan, masih seharga Rp 5 ribu dari TIJ-Lakasantri, sedangkan ke Menganti hanya Rp 8 ribu.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Belum ada tarif naik. Joyoboyo belum ada kenaikan. Kita ini gak dinaikan yang gak nututi, dinaikan kadang ada takutnya (sepi)," ungkapnya.

Sejak kenaikan harga BBM, Yusuf mengaku, pengisian BBM untuk angkotnya bertambah. Ia harus mengeluarkan Rp 130 ribu per hari jika tiga kali pulang-pergi angkut penumpang. Sebelumnya, ia hanya mengisi 100 ribu per hari.

"Pendapatan berkurang, untuk menyetor mobil (angkotnya) Rp 30 ribu. Pendapatan relatif saya ada Rp 50 ribu kadang 30 ribu kadang gak dapat sama sekali,"ujarnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Yusuf mengungkapkan, meski ada bantuan BBM dari Pemerintah pun, menurutnya hal tersebut tidak terjamin untuk pendapatan mereka.

"Percuma kita mogok, tarif ndak naik aja susah cari penumpang, ditambah ini ada kenaikan BBM, makin susah cari duit," keluhnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.