Jumat, 04 Sep 2026 15:42 WIB

Gubernur Khofifah Sebut OTG dan PDP Dominasi Pasien Positif di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:33 WIB

Surabaya (Selalu.id) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim didominasi dari OTG (orang tanpa gejala) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Ia mencatat, OTG mencapai 41 persen dan PDP mencapai 45 persen yang berpotensi positif Covid-19 di Jatim.

"OTG dan PDP di Jatim ini yang paling berpotensi positif Covid-19. Sehingga, ketika kita menurunkan tim untuk melakukan tracing, maka biasanya PDP dan OTG di salah satu daerah yang menjadi salah satu fokus dalam percepatan testing yang kami lakukan," kata Khofifah saat Rakor dengan Menkopolhukam, Menkes, dan Kepala BNPB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) sore.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Khofifah menjelaskan, peningkatan jumlah pasien positif tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Namun, ia menyampaikan catatan bahwa ada percepatan penambahan pasien positif di dunia terkait Covid-19.

"Di dunia ini dari 4 juta jadi 8 juta dalam waktu 17 hari. Di Indonesia 20 ribu menjadi 40 ribu selama 28 hari dan di Jawa Timur dari 4.000 menjadi 8.000 dalam waktu 14 hari," ungkapnya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Ada percepatan penularan yang luar biasa. Tentu kami membutuhkan sangat banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan seluruh percepatan percepatan penularan ini," ujarnya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, lanjut dia, hingga 23 Juni 2020 mencapai 10.092 orang yang terkonfirmasi. Dari kasus di Jatim sebesar 48,3 persen di Surabaya. Perbandingannya, yakni 189 per 100 ribu jumlah penduduk terpapar Covid-19. Di Jatim perbandingannya 24 dari 100ribu penduduk, dan nasional 17,8 per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

"Pada posisi seperti inilah, kami mohon Pak Menkopolhukam, Pak Menkes dan Pak Doni (Kepala BNPB) agar bisa kami bisa mendapatkan support. Bagaimana semuanya ini bisa kita turunkan. Secara kuantitatif ini kematian kasusnya tinggi, kesembuhannya juga tinggi. Untuk itu, bagaimana intervensi harus kita maksimalkan dengan berbagai macam ikhtiar. Insya Allah, Allah SWT akan membuka jalan untuk menurunkan seluruh angka angka kematian dan kasus-kasus baru terutama di Surabaya," tandasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.