Senin, 02 Feb 2026 15:30 WIB

Gubernur Khofifah Sebut OTG dan PDP Dominasi Pasien Positif di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:33 WIB

Surabaya (Selalu.id) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim didominasi dari OTG (orang tanpa gejala) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Ia mencatat, OTG mencapai 41 persen dan PDP mencapai 45 persen yang berpotensi positif Covid-19 di Jatim.

"OTG dan PDP di Jatim ini yang paling berpotensi positif Covid-19. Sehingga, ketika kita menurunkan tim untuk melakukan tracing, maka biasanya PDP dan OTG di salah satu daerah yang menjadi salah satu fokus dalam percepatan testing yang kami lakukan," kata Khofifah saat Rakor dengan Menkopolhukam, Menkes, dan Kepala BNPB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) sore.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Khofifah menjelaskan, peningkatan jumlah pasien positif tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Namun, ia menyampaikan catatan bahwa ada percepatan penambahan pasien positif di dunia terkait Covid-19.

"Di dunia ini dari 4 juta jadi 8 juta dalam waktu 17 hari. Di Indonesia 20 ribu menjadi 40 ribu selama 28 hari dan di Jawa Timur dari 4.000 menjadi 8.000 dalam waktu 14 hari," ungkapnya.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Ada percepatan penularan yang luar biasa. Tentu kami membutuhkan sangat banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan seluruh percepatan percepatan penularan ini," ujarnya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, lanjut dia, hingga 23 Juni 2020 mencapai 10.092 orang yang terkonfirmasi. Dari kasus di Jatim sebesar 48,3 persen di Surabaya. Perbandingannya, yakni 189 per 100 ribu jumlah penduduk terpapar Covid-19. Di Jatim perbandingannya 24 dari 100ribu penduduk, dan nasional 17,8 per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Pada posisi seperti inilah, kami mohon Pak Menkopolhukam, Pak Menkes dan Pak Doni (Kepala BNPB) agar bisa kami bisa mendapatkan support. Bagaimana semuanya ini bisa kita turunkan. Secara kuantitatif ini kematian kasusnya tinggi, kesembuhannya juga tinggi. Untuk itu, bagaimana intervensi harus kita maksimalkan dengan berbagai macam ikhtiar. Insya Allah, Allah SWT akan membuka jalan untuk menurunkan seluruh angka angka kematian dan kasus-kasus baru terutama di Surabaya," tandasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.