Jumat, 05 Jun 2026 04:26 WIB

Gubernur Khofifah Sebut OTG dan PDP Dominasi Pasien Positif di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:33 WIB

Surabaya (Selalu.id) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim didominasi dari OTG (orang tanpa gejala) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Ia mencatat, OTG mencapai 41 persen dan PDP mencapai 45 persen yang berpotensi positif Covid-19 di Jatim.

"OTG dan PDP di Jatim ini yang paling berpotensi positif Covid-19. Sehingga, ketika kita menurunkan tim untuk melakukan tracing, maka biasanya PDP dan OTG di salah satu daerah yang menjadi salah satu fokus dalam percepatan testing yang kami lakukan," kata Khofifah saat Rakor dengan Menkopolhukam, Menkes, dan Kepala BNPB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) sore.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Khofifah menjelaskan, peningkatan jumlah pasien positif tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Namun, ia menyampaikan catatan bahwa ada percepatan penambahan pasien positif di dunia terkait Covid-19.

"Di dunia ini dari 4 juta jadi 8 juta dalam waktu 17 hari. Di Indonesia 20 ribu menjadi 40 ribu selama 28 hari dan di Jawa Timur dari 4.000 menjadi 8.000 dalam waktu 14 hari," ungkapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Ada percepatan penularan yang luar biasa. Tentu kami membutuhkan sangat banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan seluruh percepatan percepatan penularan ini," ujarnya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, lanjut dia, hingga 23 Juni 2020 mencapai 10.092 orang yang terkonfirmasi. Dari kasus di Jatim sebesar 48,3 persen di Surabaya. Perbandingannya, yakni 189 per 100 ribu jumlah penduduk terpapar Covid-19. Di Jatim perbandingannya 24 dari 100ribu penduduk, dan nasional 17,8 per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Pada posisi seperti inilah, kami mohon Pak Menkopolhukam, Pak Menkes dan Pak Doni (Kepala BNPB) agar bisa kami bisa mendapatkan support. Bagaimana semuanya ini bisa kita turunkan. Secara kuantitatif ini kematian kasusnya tinggi, kesembuhannya juga tinggi. Untuk itu, bagaimana intervensi harus kita maksimalkan dengan berbagai macam ikhtiar. Insya Allah, Allah SWT akan membuka jalan untuk menurunkan seluruh angka angka kematian dan kasus-kasus baru terutama di Surabaya," tandasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.