• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 14 Apr 2024 22:11 WIB

Gubernur Khofifah Sebut OTG dan PDP Dominasi Pasien Positif di Jatim

Surabaya (Selalu.id) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim didominasi dari OTG (orang tanpa gejala) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Ia mencatat, OTG mencapai 41 persen dan PDP mencapai 45 persen yang berpotensi positif Covid-19 di Jatim.

"OTG dan PDP di Jatim ini yang paling berpotensi positif Covid-19. Sehingga, ketika kita menurunkan tim untuk melakukan tracing, maka biasanya PDP dan OTG di salah satu daerah yang menjadi salah satu fokus dalam percepatan testing yang kami lakukan," kata Khofifah saat Rakor dengan Menkopolhukam, Menkes, dan Kepala BNPB di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) sore.

Baca Juga: Segini Konsumsi BBM di Momen Lebaran untuk Wilayah Jatimbalinus

Khofifah menjelaskan, peningkatan jumlah pasien positif tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Namun, ia menyampaikan catatan bahwa ada percepatan penambahan pasien positif di dunia terkait Covid-19.

"Di dunia ini dari 4 juta jadi 8 juta dalam waktu 17 hari. Di Indonesia 20 ribu menjadi 40 ribu selama 28 hari dan di Jawa Timur dari 4.000 menjadi 8.000 dalam waktu 14 hari," ungkapnya.

Baca Juga: GM PLN Tinjau SPKLU Jawa Timur, Pastikan Beroperasi Maksimal saat Momen Mudik

"Ada percepatan penularan yang luar biasa. Tentu kami membutuhkan sangat banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan seluruh percepatan percepatan penularan ini," ujarnya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, lanjut dia, hingga 23 Juni 2020 mencapai 10.092 orang yang terkonfirmasi. Dari kasus di Jatim sebesar 48,3 persen di Surabaya. Perbandingannya, yakni 189 per 100 ribu jumlah penduduk terpapar Covid-19. Di Jatim perbandingannya 24 dari 100ribu penduduk, dan nasional 17,8 per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Sejumlah Pejabat Berlebaran di Rumah Khofifah

"Pada posisi seperti inilah, kami mohon Pak Menkopolhukam, Pak Menkes dan Pak Doni (Kepala BNPB) agar bisa kami bisa mendapatkan support. Bagaimana semuanya ini bisa kita turunkan. Secara kuantitatif ini kematian kasusnya tinggi, kesembuhannya juga tinggi. Untuk itu, bagaimana intervensi harus kita maksimalkan dengan berbagai macam ikhtiar. Insya Allah, Allah SWT akan membuka jalan untuk menurunkan seluruh angka angka kematian dan kasus-kasus baru terutama di Surabaya," tandasnya. (jay)

Editor : Redaksi