Sabtu, 27 Jun 2026 06:14 WIB

Tips dari Pesulap agar Tak Tertipu dengan Trik Paranormal Palsu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 05 Agu 2022 08:24 WIB
Ilustrasi pengobatan dukun. Foto: Istimewa
Ilustrasi pengobatan dukun. Foto: Istimewa

selalu.id - Hebohnya pengobatan diduga palsu yang dilakukan oleh paranormal Gus Samsudin yang dibongkar Marchel Radivan alias Pesulap Merah asal Jakarta hingga berujung ke pelaporan polisi ditanggapi oleh seniman debus asal Surabaya Gus Metal.

Seniman debus sekaligus pesulap nyentrik ini memberikan tips agar masyarakat tidak tertipu dengan pengobatan spiritual palsu yang bermodalkan trik sulap.

Baca Juga: Mengenal Metode Operasi Tulang Lutut ala Dokter ALTY Kuala Lumpur

"Jadi masyarakat ini kan kebanyakan tetap percaya dengan hal mistis daripada logika, Jadi kita ngomong ke masyarakat, jangan ke paranormal. Tapi kalau sudah ketipu baru percaya," kata Gus Metal, saat ditemui selalu.id, Jumat (5/8/2022).

Gus Metal mengungkapkan, paranormal yang asli itu tugasnya hanya mendoakan pasien kepada tuhan agar diberikan kesembuhan.

"Biasanya keluhan pasien sakitnya gak masuk akal. Sakitnya tidak sembuh-sembuh. Tugasnya hanya satu saja mendoakan dia ke tuhannya supaya pasien itu sembuh itu aja. Paranormal yang asli seperti itu,"ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, Paranormal yang palsu itu memberikan pasien banyak syarat dan meminta hal yang aneh. Misalnya, pasien disuruh membeli minyak harganya Rp 20 juta, minyak tersebut untuk menjaga pasien dari gangguan hal buruk.

Baca Juga: Obat Sirup untuk Anak Dihentikan Terkait Gagal Ginjal Akut, Ini Penggantinya

"Pasien percaya aja. Minyak diambil buat syarat buat pasien yang sakit itu biar tidak diguna-guna, biasanya itu modus dan trik. Banyak pasien tertipu,"jelasnya.

Bahkan, Gus Metal menceritakan, paranormal palsu ada yang tega mencabuli pasien. Ia mengaku, pernah menemukan pasien yang dapat pelecehan dari si paranormal palsu.

Disebutkan ada pasien penyanyi dangdut yang meminta agar rezekinya lancar dan panggungnya tidak sepi. Kemudian, paranormal ini memberi saran bahwa payudaranya kurang besar. Dan melancarkan aksi dan triknya untuk meremas payudara pasien tersebut.

Baca Juga: Pesulap Merah Diperiksa Penyidik Polda Jatim Buntut Laporan Gus Samsudin

"Saya bilang itu cabul. Sehingga, saya suruh lapor polisi, pasien ini nangis karena ia tidak tahu itu dicabuli,"tuturnya.

Saat ditanya bagaimana cara Gus Metal juga mengobati pasien? Gus Metal menjawab bahwa dirinya mengaku, mengobati pasien dengan menggunakan doa. Namun, ia menyarankan ke pasien ke dokter dulu. Lalu, Gus Metal memberikan doa ke pasien.

"Saya suruh ke dokter dulu, saran saya. Kemudian datang ke saya, kasih pakai doa. Saya doain juga dengan sholat malam. Saya gak suruh harus pakai syarat ini dan itu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Dari belasan demonstran, empat telah teridentifikasi, dua di antaranya merupakan mahasiswa. Sedangkan dua lainnya adalah pekerja informal. 

Belasan Demonstran yang Diamankan saat Ricuh di Grahadi Surabaya Diperiksa, Ini Tampangnya

Selain mengamankan belasan demonstran tersebut, polisi juga menyita satu sepeda motor yang menggunakan knalpot brong untuk provokasi.

Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Lebayan Yatim dietgaskan Kemenag Jatim, jadi momen untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Penampakan Terkini Pagar Grahadi Surabaya yang Dirusak Pendomo saat Ricuh

Pantauan selalu.id, pagar besi yang sebelumnya dipasang sebagai bagian dari proyek renovasi itu bahkan hampir seluruhnya terlepas.

Tingkatkan Layanan di Kalteng, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

"Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat, jadi kunci agar layanan berkualitas," ujar Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar.

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Gelar Upacara Pemuliaan Nilai Luhur Tribrata

“Melalui upacara ini kami ingin meneguhkan kembali komitmen seluruh personel untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kombes Abast.