Selasa, 06 Okt 2026 02:29 WIB

Tips dari Pesulap agar Tak Tertipu dengan Trik Paranormal Palsu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 05 Agu 2022 08:24 WIB
Ilustrasi pengobatan dukun. Foto: Istimewa
Ilustrasi pengobatan dukun. Foto: Istimewa

selalu.id - Hebohnya pengobatan diduga palsu yang dilakukan oleh paranormal Gus Samsudin yang dibongkar Marchel Radivan alias Pesulap Merah asal Jakarta hingga berujung ke pelaporan polisi ditanggapi oleh seniman debus asal Surabaya Gus Metal.

Seniman debus sekaligus pesulap nyentrik ini memberikan tips agar masyarakat tidak tertipu dengan pengobatan spiritual palsu yang bermodalkan trik sulap.

Baca Juga: Mengenal Metode Operasi Tulang Lutut ala Dokter ALTY Kuala Lumpur

"Jadi masyarakat ini kan kebanyakan tetap percaya dengan hal mistis daripada logika, Jadi kita ngomong ke masyarakat, jangan ke paranormal. Tapi kalau sudah ketipu baru percaya," kata Gus Metal, saat ditemui selalu.id, Jumat (5/8/2022).

Gus Metal mengungkapkan, paranormal yang asli itu tugasnya hanya mendoakan pasien kepada tuhan agar diberikan kesembuhan.

"Biasanya keluhan pasien sakitnya gak masuk akal. Sakitnya tidak sembuh-sembuh. Tugasnya hanya satu saja mendoakan dia ke tuhannya supaya pasien itu sembuh itu aja. Paranormal yang asli seperti itu,"ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, Paranormal yang palsu itu memberikan pasien banyak syarat dan meminta hal yang aneh. Misalnya, pasien disuruh membeli minyak harganya Rp 20 juta, minyak tersebut untuk menjaga pasien dari gangguan hal buruk.

Baca Juga: Obat Sirup untuk Anak Dihentikan Terkait Gagal Ginjal Akut, Ini Penggantinya

"Pasien percaya aja. Minyak diambil buat syarat buat pasien yang sakit itu biar tidak diguna-guna, biasanya itu modus dan trik. Banyak pasien tertipu,"jelasnya.

Bahkan, Gus Metal menceritakan, paranormal palsu ada yang tega mencabuli pasien. Ia mengaku, pernah menemukan pasien yang dapat pelecehan dari si paranormal palsu.

Disebutkan ada pasien penyanyi dangdut yang meminta agar rezekinya lancar dan panggungnya tidak sepi. Kemudian, paranormal ini memberi saran bahwa payudaranya kurang besar. Dan melancarkan aksi dan triknya untuk meremas payudara pasien tersebut.

Baca Juga: Pesulap Merah Diperiksa Penyidik Polda Jatim Buntut Laporan Gus Samsudin

"Saya bilang itu cabul. Sehingga, saya suruh lapor polisi, pasien ini nangis karena ia tidak tahu itu dicabuli,"tuturnya.

Saat ditanya bagaimana cara Gus Metal juga mengobati pasien? Gus Metal menjawab bahwa dirinya mengaku, mengobati pasien dengan menggunakan doa. Namun, ia menyarankan ke pasien ke dokter dulu. Lalu, Gus Metal memberikan doa ke pasien.

"Saya suruh ke dokter dulu, saran saya. Kemudian datang ke saya, kasih pakai doa. Saya doain juga dengan sholat malam. Saya gak suruh harus pakai syarat ini dan itu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero jadi Pahlawan!

Kemenangan bersejarah Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang Emil Audero yang menepis sepakan penalti Sayriya.

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.