Minggu, 06 Sep 2026 14:39 WIB

Fenomena Ikan Mabuk di Sungai Kalimas Surabaya, Warga Berebut Menangkap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Agu 2022 17:23 WIB
Warga mencari ikan dengan menyusuri Sungai Kalimas
Warga mencari ikan dengan menyusuri Sungai Kalimas

selalu.id - Usai fenomena busa di Sungai Kalisari yang menghebohkan warga, kini muncul fenomena ikan mabuk di Sungai Kalimas Surabaya, Selasa (2/8/2022). Fenomena ini dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan-ikan tersebut.

Pantuan selalu.id, tampak puluhan warga membawa beberapa peralatan untuk menangkap ikan mabuk tersebut. Bahkan beberapa diantaranya hanya menangkap dengan tangan kosong, lantaran ikan berada di permukaan dan tidak bisa berenang. Tak sedikit pula, yang mendapatkan ikan berukuran besar.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, penyebab ikan-ikan tersebut tidak ada kaitannya dengan Sungai yang berbusa di Sungai Kalisari Damen.

"Penyebabnya tidak ada kaitan dengan Sungai di Kalisari Damen Ini kemungkinan pergantian air ada perbaikan dam di Gubeng. Sehingga ikan-ikan itu kaget. Mereka kaget agak sedikit mabuk,"kata Ridwan, saat dihubungi selalu.id.

Ridwan menyampaikan, ikan-ikan yang mabuk tersebut tidak berbahaya. Warga pun juga sering memancing ikan di sungai kalimas tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Fenomena warga berebut ikan mabuk tersebut tidak dilarang, Ridwan mengaku hanya menjaga keselamatan warga agar tidak nyebut ke sungai terutama anak-anak.

"Cuman keselamatan yang antisipasi kita jaga. Kita halau terutama anak-anak yang kita halau," jelasnya.

Putra (27), salah satu warga asal Gubeng Kertajaya yang ikut mengambil ikan-ikan tersebut, mengaku ambil ikan-ikan tersebut untuk dimakan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Mumpung gampang ambilnya, jadi diambil. Kalau ga diambil bisa mati semua dan sungai bisa bau,"ungkap Putra.

Tak menggunakan tangan kosong, Putra mengambil ikan dengan bantuan jaring serta tongkat kayu untuk memukul ikan mabuk.

"Hasil tangkapan lebih dari sekarung, sering kayak gini, satu tahun sekali," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.