Rabu, 19 Agu 2026 17:25 WIB

Dukung Fashion di Jalan Tunjungan, Wali Kota Eri: Klambine Ojok Pating Pecotot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 17:34 WIB
Peragaan busana di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya
Peragaan busana di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mempersilahkan masyarakat menggelsr fashion week di Jalan Tunjungan, asalkan jangan melanggar kaidah agama.

Eri menjelaskan, melanggar kaidah agama yang dimaksud adalah pakaian yang bagus dan bisa menjadi inspirasi untuk meniru pakaian tersebut.

Baca Juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

"Ya gakpp, tapi ya klambine seng genah ojok pating pecotot (bajunya yang bagus, jangan yang ketat dan terbuka) Itu kan melanggar kaidah agama. Bajunya seng apik, biar bisa dipakai lainnya (bisa ditiru),"kata Eri, Minggu (24/7/2022).

Eri mengatakan bahwa Jalan Tunjungan itu tidak hanya fashion saja. Tapi, kesenian juga dihadirkan seperti konser nyanyi, pantomim, ataupun seni-seni lain.

"Yang pasti kesenian itu jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi berkaitan dengan kaidah agama. Surabaya ini Kota seni ataupun olahraga, jadi semua punya hak yang sama,"ungkapnya.

Menurutnya, Surabaya mempunyai anak-anak muda yang potensi bisa menggerakkan Jalan Tunjungan untuk hidup kembali.

Sehingga, ia meminta anak muda untuk bisa ekspresikan kesenian mereka di Jalan Tunjungan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, Ini Syarat dan Kriteria Penilaiannya

"Ini anak anak yang punya potensi karena kita ini pemerintah siapa yang bisa gerakan ya arek-arek enom, (anak-anak muda). Wes Fashion, tampil o seni. (Tampil fashion),"terangnya.

"Arek Suroboyo turuno tapi siji ojok melanggar kaidah agama, (anak Surabaya ayo turun, tapi satu jangan melanggar kaidah,"tegasnya.

Eri juga menegaskan agar kegiatan fashion on the street tersebut tidak menganggu arus lalu lintas.

Eri menyebut tidak menutup kemungkinan Pemkot akan mengembangkan Fashion week tersebut. Sehingga, setiap Sabtu akan ditutup untuk menampilkan kesenian.

"Dengan begitu teman-teman pelaku umkm maupun Jalan Tunjungan pun bisa hidup. Ayo hidupkan Tunjungan Romansa, kalau ada fashionnya seperti sekarang, makin indah tunjungan bisa hidup kembali. Karena Tunjungan memang seperti itu," tuturnya.

Baca Juga: Penghuni Kos Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Sewa untuk KK dan KTP, Berikut Syaratnya

Ia menambahkan setelah Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya bakal juga membuat konsep di Balai Pemuda. Kemudian, juga akan ke Balai Kota.

Eri menyebut, Balai Kota Surabaya akan dibuat konsep seperti di Tunjungan dan dibuka untuk masyarakat umum.

" Yang depan ini taman-taman saya buka konsepnya nanti. Saya buka untuk umum. Sehingga masyarakat dan pemerintah tidak ada batasan. InsyaAllah bulan November," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Korban berharap aparat bergerak cepat meringkus pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih jeli terhadap tawaran kerja luar negeri.

Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

Berkoordinasi dengan Satgas BUMN dan BPBD setempat, bantuan logistik dikirim melalui berbagai jalur logistik mulai dari Kupang, Labuan Bajo hingga Surabaya.

HMI Sidoarjo Siap Bantu Pemerintah Berantas Miras Ilegal hingga Pencegahan HIV/AIDS

Subandi berharap HMI dapat berperan aktif menyuarakan edukasi publik, mengawal pembangunan daerah, serta menjadi mitra kritis yang konstruktif melalui gagasan.

Langkah Konkret Disnaker Nganjuk Tekan Angka Kemiskinan Lewat Pelatihan Industri

Istna Shofiani menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pintu masuk untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap langsung diserap oleh dunia industri.

Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Kader PDIP Surabaya, Akhmad Hidayat, mengaku cukup banyak menerima pertanyaan dari sesama kader mengenai kejanggalan komposisi poster tersebut.

BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Tembus 46,27 Persen, Pemkab Bidik Pekerja Rentan

Dari total sekitar 1,05 juta angkatan kerja di Sidoarjo, masih terdapat sekitar 575.938 pekerja yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.