Selasa, 06 Okt 2026 06:22 WIB

Dukung Fashion di Jalan Tunjungan, Wali Kota Eri: Klambine Ojok Pating Pecotot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 17:34 WIB
Peragaan busana di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya
Peragaan busana di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mempersilahkan masyarakat menggelsr fashion week di Jalan Tunjungan, asalkan jangan melanggar kaidah agama.

Eri menjelaskan, melanggar kaidah agama yang dimaksud adalah pakaian yang bagus dan bisa menjadi inspirasi untuk meniru pakaian tersebut.

Baca Juga: Bukan Lagi Sistem Desil, Penerima Bansos di Surabaya Kini Ditentukan Lewat Rembuk Warga

"Ya gakpp, tapi ya klambine seng genah ojok pating pecotot (bajunya yang bagus, jangan yang ketat dan terbuka) Itu kan melanggar kaidah agama. Bajunya seng apik, biar bisa dipakai lainnya (bisa ditiru),"kata Eri, Minggu (24/7/2022).

Eri mengatakan bahwa Jalan Tunjungan itu tidak hanya fashion saja. Tapi, kesenian juga dihadirkan seperti konser nyanyi, pantomim, ataupun seni-seni lain.

"Yang pasti kesenian itu jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi berkaitan dengan kaidah agama. Surabaya ini Kota seni ataupun olahraga, jadi semua punya hak yang sama,"ungkapnya.

Menurutnya, Surabaya mempunyai anak-anak muda yang potensi bisa menggerakkan Jalan Tunjungan untuk hidup kembali.

Sehingga, ia meminta anak muda untuk bisa ekspresikan kesenian mereka di Jalan Tunjungan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta RHU Disanksi Tegas jika Pengunjung Mabuk dan Bikin Onar

"Ini anak anak yang punya potensi karena kita ini pemerintah siapa yang bisa gerakan ya arek-arek enom, (anak-anak muda). Wes Fashion, tampil o seni. (Tampil fashion),"terangnya.

"Arek Suroboyo turuno tapi siji ojok melanggar kaidah agama, (anak Surabaya ayo turun, tapi satu jangan melanggar kaidah,"tegasnya.

Eri juga menegaskan agar kegiatan fashion on the street tersebut tidak menganggu arus lalu lintas.

Eri menyebut tidak menutup kemungkinan Pemkot akan mengembangkan Fashion week tersebut. Sehingga, setiap Sabtu akan ditutup untuk menampilkan kesenian.

"Dengan begitu teman-teman pelaku umkm maupun Jalan Tunjungan pun bisa hidup. Ayo hidupkan Tunjungan Romansa, kalau ada fashionnya seperti sekarang, makin indah tunjungan bisa hidup kembali. Karena Tunjungan memang seperti itu," tuturnya.

Baca Juga: Aturan dan Peringatan Keras Wali Kota Eri untuk Hiburan Malam di Surabaya 

Ia menambahkan setelah Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya bakal juga membuat konsep di Balai Pemuda. Kemudian, juga akan ke Balai Kota.

Eri menyebut, Balai Kota Surabaya akan dibuat konsep seperti di Tunjungan dan dibuka untuk masyarakat umum.

" Yang depan ini taman-taman saya buka konsepnya nanti. Saya buka untuk umum. Sehingga masyarakat dan pemerintah tidak ada batasan. InsyaAllah bulan November," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero jadi Pahlawan!

Kemenangan bersejarah Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang Emil Audero yang menepis sepakan penalti Sayriya.

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.