7 Jemaah Haji Kloter 1 dan 2 Debarkasi Surabaya Dinyatakan Positif Covid-19
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 18 Jul 2022 00:12 WIB
selalu.id - 7 jemaah haji kloter pertama dan kedua debarkasi Surabaya dinyatakan positif Covid-19, Minggu (17/7/2022). Ini berdasar hasil tes swab antigen dan PCR yang merupakan rangkian protokol kesehatan kedatangan jemaah haji.
Dari 900 jemaah haji yang datang dan dilakukan tes, 7 orang dinyatakan positif. 7 jemaah tersebut terdiri dari dua orang dari kloter pertama dan 5 orang dari kloter kedua.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan, jemaah kloter pertama terdapat 9 orang yang terindikasi Covid-19. Namun, hasilnya tes PCR dinyatakan negatif.
"Lalu pemeriksaan melalui swab antigen, terdapat dua orang Jemaah haji dengan hasil positif,"kata Haris, melalui keterangan rilisnya, Minggu (17/7/2022).
Haris menyampaikan, dua diantaranya positif covid-19, satu orang masih dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya. Kemudian, satunya lagi pulang ke Tuban dan isolasi mandiri.
"Satu jemaah haji tersebut tidak melakukan isolasi di Surabaya tapi diperkenankan pulang ke Tuban, menggunakan kendaraan tersendiri yang disediakan oleh BPBD dan selanjutkan akan ditangani oleh petugas daerah,"ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Lebih lanjut Haris menjelaskan, sebelumnya kloter pertama yang telah tiba terlebih dahulu pukul 07.30 WIB. Kemudian kloter kedua tiba pukul 14.35 WIB, juga dilakukan tes swab seperti kloter pertama.
"Untuk kloter kedua sebanyak 4 orang yang terindikasi Covid-29, sehingga dilakukan tes PCR,"jelasnya.
Namun, ada 5 jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab antigen kemudian dilanjutkan dengan test PCR.
Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar
Dari PCR tersebut, Haris menuturtkan, diketahui ada 5 orang positif covid dan 4 orang negatif.
"Seluruh jemaah terkonfirmasi positif telah kembali ke daerah dengan penanganan tersendiri yang selanjutnya akan ditangani Dinas Kesehatan setempat,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi