Massa FMP Segel Kantor ACT Jatim Tuntut Pengusutan Kasus Penyelewengan Dana
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 15 Jul 2022 17:25 WIB
selalu.id - Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Merah Putih (FMP) menggelar aksi di Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Jawa Timur, Jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Jumat (15/7/2022).
Dalam aksi itu, mereka melakukan penyegelan dengan banner besar yang menutup pintu rolling door di kantor ACT.
Koordinator Lapangan FMP, Agung Priambodo mengatakan, penyegelan itu dilakukan karena dana yang diselewengkan tidak juga diusut kepolisian.

"Kami datang untuk menutup kantor ACT dan meminta kepada kementerian sosial untuk mencabut izin ACT," tegas Agung.
Agung menyampaikan bahwa FMP melakukan aksi ini juga ada dugaan pegawai dan petinggi ACT yang berada di Jawa Timur juga melakukan hal yang sama dengan yang terjadi di Jakarta.
"Kami meminta kepada Aparat Kepolisian untuk menindak lanjuti kantor ACT lain yang kami duga juga melakukan aksi yang sama dengan ACT pusat,"jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengancam akan terus melakukan aksi seperti ini dan tuntutan serupa sampai permasalahan ACT dengan masyarakat selesai. Serta pengusutan dana umat diminta segera dilakukan dan diselesaikan.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Kami akan terus melakukan aksi seperti ini sampai kami dengar kabar bahwa permasalahan ACT dengan Masyarakat selesai dan rampung, dana yang mereka ambil atau korupsi dikembalikan atau di hibahkan ke lembaga amal yang lain," ancam dia.
Total ada 4 tuntutan yang diberikan. Pertama adalah menuntut Polri untuk dukung Kemensos mencabut izin ACT.
"Kedua menutup ACT di Jatim dan hentikan secara total semua aktivitas hingga dinyatakan tidak ada permasalahan hukum," pintanya.

Ketiga adalah meminta Polda Jatim untuk penyelidikan pengusutan keuangan ACT Jatim dan proses secara hukum untuk mereka yang melakukan penyelewengan dana.
Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
"Keempat kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyumbangkan dana," pungkas Agung.
Riduan (24), salah satu peserta aksi berharap agar permasalahan ACT dan Masyarakat agar cepat selesai dan rampung.
Menurutnya ACT sebagai lembaga Amal untuk disalurkan ke masyarakat yang tidak mampu, justru di korupsi
"Saya berharap agar permasalahan ini cepat selesai dan ada titik terang atas kasus dan tersangkanya," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi