Selasa, 03 Feb 2026 15:13 WIB

Keluarkan Kata Tak Pantas, Staff Kelurahan Medokan Ayu Surabaya Diprotes Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Jul 2022 18:49 WIB
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu

selalu.id - Warga Surabaya memprotes perlakuan oknum salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu dengan kalimat yang kurang menyenangkan. Protes tersebut diunggah melalui media sosial Twitter, Selasa (12/7/2022).

Akun twitter bernama @ZiziSantoso membuat status tentang pelayanan di Kelurahan Medokan yang menganggap dirinya merepotkan kelurahan. akun twitter tersebut juga menunjukkan bukti chat WhatsApp dengan staf kelurahan tersebut.

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Dalam isi status twitter tersebut, @ZiziSantoso mengungkapkan bahwa dirinya dianggap membebani Kelurahan. Akun tersebut menceritakan bahwa dirinya berniat meminta bantuan terkait akta yang telah hilang.

"Kalo gamau repot ngurus warga ya gausa jadi ASN pak! Salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu balas chat saya seperti ini, katanya Jangan membebani Kelurahan. Padahal pas itu akta anak saya dihilangkan di kelurahan ini," tulis akun tersebut.

@ZiziSantoso juga membagikan bukti scerenshoot chat staff kelurahan bernama Danu. Didalam isi chat tersebut, awalnya @ZiziSantoso meminta bantuan terkait aktanya.

"Sampun pak saya bisa akses dari e-capil,"balas @ZiziSantoso.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Kemudian, staf tersebut membalas chat @ZiziSantoso. "Berkas lainnya mohon diambil (surat keterangan kepolisian) dll,"kata staf kelurahan tersebut.

"Baik",balas @ZiziSantoso.

"Jangan memembani Kelurahan,"balas Staf Kelurahan Medokan Ayu tersebut.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Akun tersebut menyesalkan tindakan staff kelurahan dengan jawaban yang kurang menyenangkan, hingga mengunggah pernyataan tersebut.

Netizen Twitter pun langsung berkomentar tentang pelayanan kelurahan, salah satu akun @dharma_poetra mengungkapkan pengalamannya terkait mengurus surat pindah domisiil terhadap kelurahan.

"Dulu saya sempat bermasalah ketika mau ngurus surat pindah domisili, dipersulit oknum Kelurahan Petemon. Saya ngadu ke ombudsman Jawa Timur, hingga lurahnya dipanggil oleh ombudsman,"ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.