Sabtu, 06 Jun 2026 15:10 WIB

Keluarkan Kata Tak Pantas, Staff Kelurahan Medokan Ayu Surabaya Diprotes Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Jul 2022 18:49 WIB
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu

selalu.id - Warga Surabaya memprotes perlakuan oknum salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu dengan kalimat yang kurang menyenangkan. Protes tersebut diunggah melalui media sosial Twitter, Selasa (12/7/2022).

Akun twitter bernama @ZiziSantoso membuat status tentang pelayanan di Kelurahan Medokan yang menganggap dirinya merepotkan kelurahan. akun twitter tersebut juga menunjukkan bukti chat WhatsApp dengan staf kelurahan tersebut.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Dalam isi status twitter tersebut, @ZiziSantoso mengungkapkan bahwa dirinya dianggap membebani Kelurahan. Akun tersebut menceritakan bahwa dirinya berniat meminta bantuan terkait akta yang telah hilang.

"Kalo gamau repot ngurus warga ya gausa jadi ASN pak! Salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu balas chat saya seperti ini, katanya Jangan membebani Kelurahan. Padahal pas itu akta anak saya dihilangkan di kelurahan ini," tulis akun tersebut.

@ZiziSantoso juga membagikan bukti scerenshoot chat staff kelurahan bernama Danu. Didalam isi chat tersebut, awalnya @ZiziSantoso meminta bantuan terkait aktanya.

"Sampun pak saya bisa akses dari e-capil,"balas @ZiziSantoso.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kemudian, staf tersebut membalas chat @ZiziSantoso. "Berkas lainnya mohon diambil (surat keterangan kepolisian) dll,"kata staf kelurahan tersebut.

"Baik",balas @ZiziSantoso.

"Jangan memembani Kelurahan,"balas Staf Kelurahan Medokan Ayu tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Akun tersebut menyesalkan tindakan staff kelurahan dengan jawaban yang kurang menyenangkan, hingga mengunggah pernyataan tersebut.

Netizen Twitter pun langsung berkomentar tentang pelayanan kelurahan, salah satu akun @dharma_poetra mengungkapkan pengalamannya terkait mengurus surat pindah domisiil terhadap kelurahan.

"Dulu saya sempat bermasalah ketika mau ngurus surat pindah domisili, dipersulit oknum Kelurahan Petemon. Saya ngadu ke ombudsman Jawa Timur, hingga lurahnya dipanggil oleh ombudsman,"ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.