Kamis, 17 Sep 2026 07:01 WIB

Keluarkan Kata Tak Pantas, Staff Kelurahan Medokan Ayu Surabaya Diprotes Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Jul 2022 18:49 WIB
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu
Screenshoot twitter akun yang memprotes perlakuan staff Kelurahan Medokan Ayu

selalu.id - Warga Surabaya memprotes perlakuan oknum salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu dengan kalimat yang kurang menyenangkan. Protes tersebut diunggah melalui media sosial Twitter, Selasa (12/7/2022).

Akun twitter bernama @ZiziSantoso membuat status tentang pelayanan di Kelurahan Medokan yang menganggap dirinya merepotkan kelurahan. akun twitter tersebut juga menunjukkan bukti chat WhatsApp dengan staf kelurahan tersebut.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Dalam isi status twitter tersebut, @ZiziSantoso mengungkapkan bahwa dirinya dianggap membebani Kelurahan. Akun tersebut menceritakan bahwa dirinya berniat meminta bantuan terkait akta yang telah hilang.

"Kalo gamau repot ngurus warga ya gausa jadi ASN pak! Salah satu staff Kelurahan Medokan Ayu balas chat saya seperti ini, katanya Jangan membebani Kelurahan. Padahal pas itu akta anak saya dihilangkan di kelurahan ini," tulis akun tersebut.

@ZiziSantoso juga membagikan bukti scerenshoot chat staff kelurahan bernama Danu. Didalam isi chat tersebut, awalnya @ZiziSantoso meminta bantuan terkait aktanya.

"Sampun pak saya bisa akses dari e-capil,"balas @ZiziSantoso.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Kemudian, staf tersebut membalas chat @ZiziSantoso. "Berkas lainnya mohon diambil (surat keterangan kepolisian) dll,"kata staf kelurahan tersebut.

"Baik",balas @ZiziSantoso.

"Jangan memembani Kelurahan,"balas Staf Kelurahan Medokan Ayu tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Akun tersebut menyesalkan tindakan staff kelurahan dengan jawaban yang kurang menyenangkan, hingga mengunggah pernyataan tersebut.

Netizen Twitter pun langsung berkomentar tentang pelayanan kelurahan, salah satu akun @dharma_poetra mengungkapkan pengalamannya terkait mengurus surat pindah domisiil terhadap kelurahan.

"Dulu saya sempat bermasalah ketika mau ngurus surat pindah domisili, dipersulit oknum Kelurahan Petemon. Saya ngadu ke ombudsman Jawa Timur, hingga lurahnya dipanggil oleh ombudsman,"ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.