Jumat, 05 Jun 2026 03:50 WIB

Viral Bonek Gotong Royong Bantu Pikap Terguling saat Perjalanan ke Bandung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Jun 2022 18:43 WIB
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling

selalu.id - Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan puluhan suporter Persebaya atau Bonek yang hendak pergi ke Bandung sedang membantu mobil pikap bermuatan pisang terguling di Tol Mojokerto-Jombang.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun instagram @agus_bimbim_slengan dengan dibubuhi keterangan "puluhan Bonek untuk mendukung tim kebanggaan Persebaya, justru mempunyai citra yang baik tidak diberitakan oleh media," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Kalau kayak gini tak dibuat berita ya boss. Wartawan ambil berita yang jeleknya bonek aja biar rame beritanya. Tapi kalau baiknya gak diambil soalnya gak laku beritanya," kata Tessy dalam caption Instagramnya, yang diunggah, Sabtu (18/6/2022).

Saat dikonfirmasi oleh selalu.id, Drijen Bonek Tribun Kidul yang menggungah video tersebut, Tessy, menyampaikan bahwa kronologi di video tersebut saat puluhan bonek hendak pergi ke Bandung. Saat ditengah jalan, terjadi peristiwa kecelakaan mobil pick up bermuatan pisang terguling. Secara otomatis muatan pisangnya berhamburan di jalan.

"Nah, akhirnya teman-teman (bonek) yang dibelakang gak bisa lewat karena ada kecelakaan di depan, mereka akhirnya kerja bakti bareng untuk biar jalan ini bisa lancar,"ujar Tessy saat dihubungi selalu.id.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akan Tetapi, Tessy mengungkapkan bahwa selama ini bonek selalu dikaitkan hal negatif. Apalagi, kata dia,saat bertanding di Bandung bonek selalu diberitakan tidak bagus.

"Kerusuhan sampai yang naik-naik di upload semua. Wartawan kok memberitakan kalau yang rusuh bonek,"ucapnya.

Tessy mencontohkan, seperti suporter yang tidak mempunyai tiket masuk saat laga Persebaya vs Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). Padahal semua Bonek telah masuk ke tribun.

"Itu viking semua yang diluar. Teman-teman viking yang tak punya tiket tapi gak bisa masuk. Akhirnya kok di media namanya kok bonek terus yang dijelekan kita gak terima,"tegasnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Tessy pun tidak terima bahwa nama bonek selalu diberitakan tidak baik. Menurutnya, banyak bonek-bonek yang mempunyai citra positif tapi tidak diberitakan.

"Seperti kaya kemarin galang dana, korban bencana alama di kota kota yang ada di indonesia. Kita selalu seretak untuk datang kesana. Bahkan, tempat rival juga di malang. Tapi kok gak ada yang uplod. Kita sebagai arek bonek yang gak terima,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.