Kamis, 04 Jun 2026 12:43 WIB

Viral Bonek Gotong Royong Bantu Pikap Terguling saat Perjalanan ke Bandung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Jun 2022 18:43 WIB
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling

selalu.id - Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan puluhan suporter Persebaya atau Bonek yang hendak pergi ke Bandung sedang membantu mobil pikap bermuatan pisang terguling di Tol Mojokerto-Jombang.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun instagram @agus_bimbim_slengan dengan dibubuhi keterangan "puluhan Bonek untuk mendukung tim kebanggaan Persebaya, justru mempunyai citra yang baik tidak diberitakan oleh media," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau kayak gini tak dibuat berita ya boss. Wartawan ambil berita yang jeleknya bonek aja biar rame beritanya. Tapi kalau baiknya gak diambil soalnya gak laku beritanya," kata Tessy dalam caption Instagramnya, yang diunggah, Sabtu (18/6/2022).

Saat dikonfirmasi oleh selalu.id, Drijen Bonek Tribun Kidul yang menggungah video tersebut, Tessy, menyampaikan bahwa kronologi di video tersebut saat puluhan bonek hendak pergi ke Bandung. Saat ditengah jalan, terjadi peristiwa kecelakaan mobil pick up bermuatan pisang terguling. Secara otomatis muatan pisangnya berhamburan di jalan.

"Nah, akhirnya teman-teman (bonek) yang dibelakang gak bisa lewat karena ada kecelakaan di depan, mereka akhirnya kerja bakti bareng untuk biar jalan ini bisa lancar,"ujar Tessy saat dihubungi selalu.id.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Akan Tetapi, Tessy mengungkapkan bahwa selama ini bonek selalu dikaitkan hal negatif. Apalagi, kata dia,saat bertanding di Bandung bonek selalu diberitakan tidak bagus.

"Kerusuhan sampai yang naik-naik di upload semua. Wartawan kok memberitakan kalau yang rusuh bonek,"ucapnya.

Tessy mencontohkan, seperti suporter yang tidak mempunyai tiket masuk saat laga Persebaya vs Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). Padahal semua Bonek telah masuk ke tribun.

"Itu viking semua yang diluar. Teman-teman viking yang tak punya tiket tapi gak bisa masuk. Akhirnya kok di media namanya kok bonek terus yang dijelekan kita gak terima,"tegasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tessy pun tidak terima bahwa nama bonek selalu diberitakan tidak baik. Menurutnya, banyak bonek-bonek yang mempunyai citra positif tapi tidak diberitakan.

"Seperti kaya kemarin galang dana, korban bencana alama di kota kota yang ada di indonesia. Kita selalu seretak untuk datang kesana. Bahkan, tempat rival juga di malang. Tapi kok gak ada yang uplod. Kita sebagai arek bonek yang gak terima,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.