Rabu, 04 Feb 2026 10:03 WIB

Viral Bonek Gotong Royong Bantu Pikap Terguling saat Perjalanan ke Bandung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Jun 2022 18:43 WIB
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling
Screenshoot video saat puluhan Bonek membantu pikap yang terguling

selalu.id - Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan puluhan suporter Persebaya atau Bonek yang hendak pergi ke Bandung sedang membantu mobil pikap bermuatan pisang terguling di Tol Mojokerto-Jombang.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun instagram @agus_bimbim_slengan dengan dibubuhi keterangan "puluhan Bonek untuk mendukung tim kebanggaan Persebaya, justru mempunyai citra yang baik tidak diberitakan oleh media," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Kalau kayak gini tak dibuat berita ya boss. Wartawan ambil berita yang jeleknya bonek aja biar rame beritanya. Tapi kalau baiknya gak diambil soalnya gak laku beritanya," kata Tessy dalam caption Instagramnya, yang diunggah, Sabtu (18/6/2022).

Saat dikonfirmasi oleh selalu.id, Drijen Bonek Tribun Kidul yang menggungah video tersebut, Tessy, menyampaikan bahwa kronologi di video tersebut saat puluhan bonek hendak pergi ke Bandung. Saat ditengah jalan, terjadi peristiwa kecelakaan mobil pick up bermuatan pisang terguling. Secara otomatis muatan pisangnya berhamburan di jalan.

"Nah, akhirnya teman-teman (bonek) yang dibelakang gak bisa lewat karena ada kecelakaan di depan, mereka akhirnya kerja bakti bareng untuk biar jalan ini bisa lancar,"ujar Tessy saat dihubungi selalu.id.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Akan Tetapi, Tessy mengungkapkan bahwa selama ini bonek selalu dikaitkan hal negatif. Apalagi, kata dia,saat bertanding di Bandung bonek selalu diberitakan tidak bagus.

"Kerusuhan sampai yang naik-naik di upload semua. Wartawan kok memberitakan kalau yang rusuh bonek,"ucapnya.

Tessy mencontohkan, seperti suporter yang tidak mempunyai tiket masuk saat laga Persebaya vs Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA). Padahal semua Bonek telah masuk ke tribun.

"Itu viking semua yang diluar. Teman-teman viking yang tak punya tiket tapi gak bisa masuk. Akhirnya kok di media namanya kok bonek terus yang dijelekan kita gak terima,"tegasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Tessy pun tidak terima bahwa nama bonek selalu diberitakan tidak baik. Menurutnya, banyak bonek-bonek yang mempunyai citra positif tapi tidak diberitakan.

"Seperti kaya kemarin galang dana, korban bencana alama di kota kota yang ada di indonesia. Kita selalu seretak untuk datang kesana. Bahkan, tempat rival juga di malang. Tapi kok gak ada yang uplod. Kita sebagai arek bonek yang gak terima,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.