Selasa, 03 Nov 2026 20:15 WIB

Amankan 1 Kuintal Sabu, Polisi di Surabaya Diserang Bandar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Mei 2020 00:54 WIB

Surabaya (selalu.id) - Membongkar sindikat narkoba dengan barang bukti fantastis, bukan tanpa risiko. Polisi reserse narkoba harus dihadapkan dengan 'serangan balik' para bandar.

Seperti yang dialami Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Berulangkali mereka membongkar sindikat narkoba jaringan internasional dengan jumlah barang bukti yang cukup besar. Berungkali pula mereka dihadapkan dengan 'serangan balik' para bandar.

Baca Juga: 7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

"Satresnarkoba Polrestabes Surabaya sudah memprediksi bahwa akan ada tekanan-tekanan berkaitan dengan kelompok-kelompok, jaringan-jaringan narkotika. Namanya kita habis nangkep besar, pasti dicari celah-celahnya," terang Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian kepada wartawan, Jumat (22/5/2020) malam.

Terbaru, Memo dan timnya bahkan menyita 100 kilogram atau 1 kuintal lebih sabu dari sindikat narkoba jaringan internasional. Dari sindikat ini, satu di antaranya tewas ditembak lantaran melawan menggunakan senjata api saat disergap.

"Memang resiko jika kita mengungkap jaringan besar narkoba. Karena pasti bikin resah bandar atau target yang akan kita tangkap. Apalagi yang terakhir (1 kuintal sabu), adalah jaringan internasional," paparnya.

Menurut Memo, 'serangan balik' itu dilakukan oleh bandar dengan berbagai cara dan dilakukan secara tidak langsung. Rata-rata mereka lakukan dengan memakai dengan campur tangan pihak lain.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

"Kami sudah melakukan analisa. Setelah ungkap kami dirilis, mulai dari 7 juta pil koplo (double l), 30 kilogram sabu, 7 kilogram sabu hingga 12 ribu butit pil ekstasi, setelahnya pasti ada yang menyerang kami, dengan cara apapun," ungkap Alumni AKPOL Tahun 2002 ini.

Hingga saat ini, timnya terus melakukan analisa dan pelacakan siapa saja yang dilibatkan para bandar untuk melakukan 'serangan balik' terhadap kesatuan yang dipimpinnya.

Di sisi lain, terkait pemberitaan sejumlah media yang menyebut bahwa Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap pria berinisial S di Jalan Sukomanungal Surabaya, Memo memastikan penangkapan itu tidak ada.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Begitu pula dengan adanya dugaan pemerasan atau menguras uang tersangka sebanyak Rp 2 miliar, Memo juga memastikan kabar itu tidak benar.

"Itu semua tidak benar," tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

Persoalan utamanya bukan penolakan terhadap aturan. Pedagang hanya meminta agar standar penegakan regulasi diberlakukan secara sama terhadap seluruh pasar.

Layanan Baru Dorong Pertumbuhan Peti Kemas, Pelindo Perkuat Kapasitas Terminal

Kehadiran layanan baru ini memperkuat jaringan perdagangan internasional sekaligus mendongkrak volume bongkar muat peti kemas.

Desas-desus Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Kata Mabes Polri

Menyeruaknya kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini langsung memicu beragam spekulasi liar di ruang publik.

Perkenalan Karakter hingga Gestur Hantu, Intip Cerita Seru di Balik Syuting Film Piye To Kih?

Dara Saraswati, yang memerankan Sukma, misalnya, harus mendalami karakter dengan pembawaan berbeda dari manusia pada umumnya.