Kamis, 04 Jun 2026 21:31 WIB

Muncul Virus Baru yang Menginfeksi Kuda dengan Angka Kematian 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:25 WIB
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

selalu.id - Virus baru muncul setelah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi, kini muncul virus Hendra yang menginfeksi hewan kuda. Virus ini diindikasi dapat menurlarkan ke manusia.

Angka kematian atau case fatality rate (CFR) virus Hendra ini tergolong tinggi pada kisaran 50 persen.

Baca Juga: Hantavirus Mulai Diwaspadai di Surabaya, Masyarakat Diminta jaga Kondisi Tubuh

Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yaman, memberikan saran dalam mencegah penularan virus Hendra.

Laura menjelaskan, penularan virus Hendra ke manusia diawali dari reservoir alami virus yakni kelelawar yang menginfeksi kuda.

"Kotoran atau urine yang jatuh pada rumput makanan kuda dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra," kata Laura, Senin, (30/5/2022).

Kata dia, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia. Hal ini disebabkan, kuda dan manusia sama-sama makhluk mamalia.

"Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan atau droplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra," ujarnya.

Karena telah diketahui penyebabnya, Laura menjelaskan, upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular, Pemkot Surabaya Vaksinasi Ternak dan Satwa KBS

"Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak," jelasnya.

Ia pun menyarankan, untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh T-Zone di wajah juga menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat dibiasakan.

"Kalau untuk vaksin dari Virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan,"ujarnya.

Untuk itu, lanjut Laura, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi untuk menghindari penyebaran virus Hendra.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Lebih lanjut Laura menerangkan bahwa virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.

"Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia," jelasnya.

Kendati belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mulai meningkatkan kebersihan diri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.