Selasa, 03 Feb 2026 18:33 WIB

Muncul Virus Baru yang Menginfeksi Kuda dengan Angka Kematian 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:25 WIB
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

selalu.id - Virus baru muncul setelah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi, kini muncul virus Hendra yang menginfeksi hewan kuda. Virus ini diindikasi dapat menurlarkan ke manusia.

Angka kematian atau case fatality rate (CFR) virus Hendra ini tergolong tinggi pada kisaran 50 persen.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular, Pemkot Surabaya Vaksinasi Ternak dan Satwa KBS

Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yaman, memberikan saran dalam mencegah penularan virus Hendra.

Laura menjelaskan, penularan virus Hendra ke manusia diawali dari reservoir alami virus yakni kelelawar yang menginfeksi kuda.

"Kotoran atau urine yang jatuh pada rumput makanan kuda dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra," kata Laura, Senin, (30/5/2022).

Kata dia, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia. Hal ini disebabkan, kuda dan manusia sama-sama makhluk mamalia.

"Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan atau droplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra," ujarnya.

Karena telah diketahui penyebabnya, Laura menjelaskan, upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

"Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak," jelasnya.

Ia pun menyarankan, untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh T-Zone di wajah juga menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat dibiasakan.

"Kalau untuk vaksin dari Virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan,"ujarnya.

Untuk itu, lanjut Laura, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi untuk menghindari penyebaran virus Hendra.

Baca Juga: Wabah PMK Menurun, Pedagang Daging Sapi di Surabaya Tetap Sepi Pembeli

Lebih lanjut Laura menerangkan bahwa virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.

"Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia," jelasnya.

Kendati belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mulai meningkatkan kebersihan diri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.