Selasa, 21 Jul 2026 07:46 WIB

Muncul Virus Baru yang Menginfeksi Kuda dengan Angka Kematian 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:25 WIB
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

selalu.id - Virus baru muncul setelah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi, kini muncul virus Hendra yang menginfeksi hewan kuda. Virus ini diindikasi dapat menurlarkan ke manusia.

Angka kematian atau case fatality rate (CFR) virus Hendra ini tergolong tinggi pada kisaran 50 persen.

Baca Juga: Hantavirus Mulai Diwaspadai di Surabaya, Masyarakat Diminta jaga Kondisi Tubuh

Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yaman, memberikan saran dalam mencegah penularan virus Hendra.

Laura menjelaskan, penularan virus Hendra ke manusia diawali dari reservoir alami virus yakni kelelawar yang menginfeksi kuda.

"Kotoran atau urine yang jatuh pada rumput makanan kuda dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra," kata Laura, Senin, (30/5/2022).

Kata dia, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia. Hal ini disebabkan, kuda dan manusia sama-sama makhluk mamalia.

"Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan atau droplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra," ujarnya.

Karena telah diketahui penyebabnya, Laura menjelaskan, upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular, Pemkot Surabaya Vaksinasi Ternak dan Satwa KBS

"Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak," jelasnya.

Ia pun menyarankan, untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh T-Zone di wajah juga menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat dibiasakan.

"Kalau untuk vaksin dari Virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan,"ujarnya.

Untuk itu, lanjut Laura, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi untuk menghindari penyebaran virus Hendra.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Lebih lanjut Laura menerangkan bahwa virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.

"Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia," jelasnya.

Kendati belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mulai meningkatkan kebersihan diri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.