Jumat, 04 Sep 2026 13:47 WIB

Muncul Virus Baru yang Menginfeksi Kuda dengan Angka Kematian 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:25 WIB
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

selalu.id - Virus baru muncul setelah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi, kini muncul virus Hendra yang menginfeksi hewan kuda. Virus ini diindikasi dapat menurlarkan ke manusia.

Angka kematian atau case fatality rate (CFR) virus Hendra ini tergolong tinggi pada kisaran 50 persen.

Baca Juga: Hantavirus Mulai Diwaspadai di Surabaya, Masyarakat Diminta jaga Kondisi Tubuh

Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yaman, memberikan saran dalam mencegah penularan virus Hendra.

Laura menjelaskan, penularan virus Hendra ke manusia diawali dari reservoir alami virus yakni kelelawar yang menginfeksi kuda.

"Kotoran atau urine yang jatuh pada rumput makanan kuda dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra," kata Laura, Senin, (30/5/2022).

Kata dia, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia. Hal ini disebabkan, kuda dan manusia sama-sama makhluk mamalia.

"Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan atau droplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra," ujarnya.

Karena telah diketahui penyebabnya, Laura menjelaskan, upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular, Pemkot Surabaya Vaksinasi Ternak dan Satwa KBS

"Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak," jelasnya.

Ia pun menyarankan, untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh T-Zone di wajah juga menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat dibiasakan.

"Kalau untuk vaksin dari Virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan,"ujarnya.

Untuk itu, lanjut Laura, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi untuk menghindari penyebaran virus Hendra.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Lebih lanjut Laura menerangkan bahwa virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.

"Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia," jelasnya.

Kendati belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mulai meningkatkan kebersihan diri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.