Rabu, 21 Okt 2026 19:18 WIB

Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Jul 2022 18:09 WIB
Vaksinasi hewan ternak
Vaksinasi hewan ternak

selalu.id - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mencatat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi tertinggi dicapai oleh Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data Kementan per, Rabu (27/7/2022), vaksinasi PMK di Jatim tertinggi sebanyak 377.985 dosis. Kedua, dicapai oleh Jawa Tengah 78.469 dosis. Kemudian, ketiga Jawa Barat tercatat 70.306 dosis.

Baca Juga: Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Gubernur Jawa Timur, Khofifa Indar Parawansa mengatakan bahwa vaksinasi PMK ini upaya menurunkan kasus penyakit hewan ternak melalui vaksinasi masif, agar memutus mata rantai penyebaran di Jawa Timur .

"Alhamdulilah, saat ini Jatim memiliki capaian vaksinasi PMK tertinggi di Indonesia. Meski demikian kita tetap waspada dan siaga untuk melindungi ternak kita," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (28/7/2022).

Khofifah menyampaikan, ini menunjukkan kerja serius pemerintah untuk mengentaskan penyakit yang menyerang hewan berkuku genap tersebut.

"Kami bekerja keras dan berkomitmen penuh dalam penanggulangan PMK melalui vaksinasi masif kepada hewan ternak di Jatim," ungkapnya.

Meski capaian vaksin PMK di Jatim tertinggi, Khofifah tetap mengingatkan kepada seluruh peternak agar terus bekerjasama menanggulangi PMK.

Sebab, jumlah populasinya di Jatim pun juga tertinggi sehingga percepatan vaksinasi harus dilakukan oleh semua pihak.

"Saat ini kita memasuki tahap dosis kedua vaksinasi PMK. Tahap dosis kedua ini ada 600 ribu dosis vaksin yang kini sudah ada di masing-masing kabupaten/kota. Vaksin tersebut untuk perluasan vaksinasi dosis pertama maupun yang revaksinasi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengimbau pada seluruh kepala daerah di Jatim untuk melakukan percepatan vaksinasi di daerahnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Percepatan vaksinasi PMK di Jawa Timur ini didukung oleh Tenaga Kesehatan Hewan sebanyak 2.450 orang. Yang terdiri dari 950 dokter hewan dan 1.500 paramedik veteriner.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, Pemprov juga bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia untuk melatih Tenaga Kesehatan (NAKES) dari unsur TNI dan POLRI sebanyak 1.200 orang. Juga melibatkan dokter muda Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Unibraw dan Univ Wijaya Kusuma dengan total 600 mahasiswa dokter muda.

"Dengan jumlah SDM tersebut maka Jawa Timur memiliki 950 tim vaksinator yang mampu melakukan vaksinasi rata-rata sebanyak 12.500 sd 15.000 ekor/hari. Sehingga total vaksin 600.000 dosis akan terselesaikan selama 1,5 bulan. Tetapi kami sedang menghitung ulang untuk opsi percepatan," urainya.

Ke depan Khofifah berharap suplai vaksin dari pusat bisa lancar tersalurkan ke daerah sehingga upaya vaksinasi terus dilakukan dengan cepat.

"Saya yakin dengan upaya yang dilakukan bersama-sama, kasus PMK di Jatim bisa dihentikan dan seluruh hewan ternak di Jatim kembali dalam kondisi sehat," tandasnya.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Gubernur perempuan pertama Jatim ini juga menuturkan, pelaksanaan vaksinasi tahap II tetap diprioritaskan untuk ternak bibit, sapi perah, sapi potong dan kerbau.

"Sedangkan untuk ternak kambing, domba, babi akan dilakukan vaksinasi setelah ternak sapi dan kerbau sudah tervaksin 100 persen," imbuhnya.

Adapun update situasi Penyakit Mulut dan Kuku berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Jatim per (27/7), jumlah kasus di 38 Kab/Kota sebanyak 170.255, hewan ternak sembuh sebanyak 72.653 (42,67 persen).

Kemudian hewan ternak yang sakit sebanyak 94.438 (55,47 persen), hewan ternak yang dipotong paksa sebanyak 1.657 (0,97 persen) dan hewan ternak yang mati sebanyak 1.507 (0,89 persen). (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.