Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Cegah Penyakit Menular, Pemkot Surabaya Vaksinasi Ternak dan Satwa KBS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jun 2023 15:25 WIB
ilustrasi hewan ternak
ilustrasi hewan ternak

Selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan vaksinasi pada hewan, khususnya pada ternak.

DKPP Surabaya juga menyebut bahwa pihaknya juga tak hanya melakukan pada hewan ternak saja, namun juga dengan satwa yang ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan penyuntikan vaksin tersebut guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular atau Lumpy Skin Disease (LSD).

Baca Juga: Tiket KBS Berpotensi Naik 2026, Manajemen Ajukan Skema Rp20–25 Ribu

Antiek mengatakan penyakit LSD itu yakni dengan munculnya pada benjolan pada kulit sapi, terutama pada bagian leher, punggung dan perut. Saat ini Pemkot Surabaya telah mendapatkan ratusan jatah vaksin untuk diberikan kepada peternak dan KBS. Namun, kata dia, jumlah tersebut masih kurang, sehingga pihaknya saat ini mengajukan pengadaan vaksinasi ke pusat.

"Untuk vaksin LSD kita dapat 200 dosis, untuk kebun binatang 60 dosis. Sisanya 140 dosis kita mulai minggu depan. Kita lagi minta tambahan 350 dosis lagi," kata Antiek saat dihubungi Selalu.id, Senin (5/6/2023).

Sambil menunggu tambahan vaksin tersebut, Pemkot Surabaya melakukan pengecekan setiap pada ternak jika ditemukan adanya ternak yang terinfeksi LSD. Jika ditemukan, lanjut Antiek, pihaknya akan segera memisahkan ke ternak lain atau ditempatkan dalam karantina yang sudah disediakan.

Karantina itu tentunya untuk mencegah penyebaran penyakit ke sapi lain yang masih sehat. Lebih lanjut Antiek menjelaskan untuk pemberian vaksinasi kepada sapi diberikan satu dosis tiap hewan. Ia pun menegaskan vaksinasi LSD ini hanya untuk ternak dan satwa yang ada di KBS saja. Artinya, vaksinasi ini bukan untuk hewan kurban yang akan disembelih pada waktu Idul Adha nanti.

Baca Juga: Target 200 Ribu Pengunjung, KBS Siapkan Skema Parkir Darurat

"Hewan yang divaksin untuk ternak, yang dipelihara. Kalau mau disembelih tidak untuk divaksin. Karena hewan untuk kurban harus memenuhi syarat sehat," ujarnya.

Ia menjelaskan alasan hewan kurban tidak diberikan vaksin LSD ini. Karena dikhawatirkan ada sisa vaksin saat dikonsumsi manusia dan bisa menimbulkan masalah baru.

"Kalau divaksin terus dipakai kurban justru ditakutkan ada residunya. Itu bahaya untuk manusia kalau dimakan," jelasnya.

Baca Juga: KBS Gelar Program Libur Nataru, Tiket Masuk Tetap Rp15 Ribu

Dengan demikian, DKPP memastikan, hewan kurban yang dijual di Surabaya dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat. Ada pun pemeriksaan hewan kurban oleh pejabat veteriner dan mendapat surat keterangan sehat dari daerah asal sesuai surat edaran dan SOP dari Pemprov Jatim.

"Mendatangkan hewan harus ada surat keterangan sehat dari pejabat veteriner daerah asal," pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.