Minggu, 06 Sep 2026 02:29 WIB

Wabah PMK Menurun, Pedagang Daging Sapi di Surabaya Tetap Sepi Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Jul 2022 11:46 WIB
Salah satu pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Wonokromo Surabaya
Salah satu pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Wonokromo Surabaya

selalu.id - Meski wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan di Jawa Timur mengalami penurunan, namun pedagang daging di Surabaya masih sepi pembeli.

Seperti, yang diungkapkan Siti Rohmah (35), pedagang daging di Pasar Wonokromo Surabaya yang mengaku mengalami kerugian hampir 100 kg per harinya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Nggak laku. Per hari cuma bisa jual 5 kg," kata Siti, saat ditemui selalu.id, Kamis (28/7/2022).

Siti menyampaikan, saat ini harga daging per kilo Rp 115 ribu. Menurutnya, harga tersebut masih stabil. Namun, pembeli daging banyak yang beralih ke daging ayam.

"Yang beli ya kulakan (untuk dijual lagi) disini. Jadi ya sesama penjual, biasanya yang menjual makanan misal bakso, sate, dan lain-lain" ujar Siti.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sejak ada wabah PMK hewan, Siti mengungkapkan, masyarakat banyak beralih dari daging kambing dan sapi ke daging ayam. .

"Pembeli menurun, sejak ada kasus sapi menurun. Nggak ada yang mau," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengklaim bahwa wabah PMK telah mengalami penurunan cukup signifikan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, tren kasus harian PMK di Jatim awalnya mencapai 6000 kasus per hari, kini tersisa 1000 kasus saja per hari.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Khofifah pun mengklaim vaksinasi sudah memasuki tahap ke II. Dengan begitu, ia berjanji akan berupaya menurunkan kasus PMK dengan menggenjot vaksinasi pada hewan ternak.

Pemprov Jatim juga telah menerima vaksin tahap II sebanyak 600 ratus dosis pada 20 Juli 2022. Pemprov juga memperluas pelaksanaan vaksinasi PMK Jawa Timur.

"Seluruh vaksin itu telah kami didistribusikan ke 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang akan digunakan untuk melakukan perluasan vaksinasi maupun untuk re-vaksinasi pada sapi yang sudah menerima dosis pertama," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.