Jumat, 04 Sep 2026 16:50 WIB

Viral Arisan Bodong di Media Sosial, Pelaku Disebut Bawa Kabur Uang Rp 7 Miliar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Mei 2022 18:00 WIB
ilustrasi arisan bodong. Foto: Istimewa
ilustrasi arisan bodong. Foto: Istimewa

selalu.id - Arisan bodong di Surabaya viral di medsos, dengan banyak korban tertipu. Disebutkan pelaku yang breinisial APK menggondol uang senilai Rp 7 Miliar.

Viralnya arisan bodong tersebut diungkap oleh salah akun TikTok @korbananggritaapk. Postingan tersebut kemudian diposting ulang oleh akun Twitter @sbyfess dan menjadi perbincangan warganet.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Salah satu korban arisan bodong itu, Florentina, mengaku telah kehilangan uang Rp550 juta karena arisan tersebut.

"Saya awalnya Rp5 juta nah dalam satu bulan itu bisa dapat Rp6,5 juta. Saya ikut mulai bulan Maret sampai Oktober 2021," ujarnya.

Florentina mengatakan, awalnya arisan berjalan dengan lancar. Namun, di bulan Agustus, pengembalian uang arisan mulai tersendat-sendat, tetapi masih dalam batas wajar. Pengembalian uang arisan telat masih 1-2 hari.

"Bulan Agustus dia mengadakan give away iphone, saya dapat, tapi disitu mulai ada kejanggalan, cuma saya gak ngeh, karena investasi Rp10 juta jadi 14 juta itu dalam waktu 2 minggu," kata Florentina, Selasa (24/5/2022).

Kemudian, Oktober 2021, pelaku APK, mengaku kepada para membernya bahwa dia sedang bangkrut. Ia menyatakan, uang pribadinya terkuras habis untuk membiayai arisan.

Ia pun telah menginvestasikan uang sejumlah Rp 750 juta dalam arisan tersebut. Namun, Pelaku hanya membayar Rp200 juta, sehingga sisanya masih Rp550 juta belum bayar kepada Florentina.

Belum juga uang Rp550 juta Florentina dikembalikan, pelaku justru membuka arisan kembali. Pelaku mulai membuka arisan di bulan Januari dengan sistem ada jaminan.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Jaminannya ada emas, ada motor dan mobil, dia tunjukkan mobil jaminan itu, eh gak taunya itu mobil rental," sebut Florentina.

Untungnya, pada arisan kedua tersebut, Florentina tak ikut kembali. Ia mendapat kabar, arisan kedua juga mengalami kebangkrutan cukup besar.

Kemudian pada bulan Maret, Pelaku menghilang dan tak dapat dihubungi. Bahkan ketika dihubungi oleh para member, pelaku tak memberi respon apapun.

"Dia pernah mengancam, apa yang viralkan akan diancam tidak bayar," jelasnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Hal yang senada juga dialami, Ratih Fandira Nada, salah satu korban investasi Bodong itu, mengatakan, sebanyak 250 korban diantaranya 20 korban telah melapor ke Polda Jatim.

"Saya lapornya sudah lama, tapi baru-baru ini ada yang lapor banyak," ujarnya, Selasa (24/5/2022).

Ratih pun mengaku, telah kehilangan uang Rp 72 juta. Sementara dari 250 korban tersebut total uang yang telah dibawa kabur adalah Rp 7 miliar.

Diketahui, sejumlah korban pun melaporkan arisan investasi bodong ini ke Polda Jatim. Namun, Florentina sendiri memilih jalur kekeluargaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.