Minggu, 06 Sep 2026 03:05 WIB

Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, FKH Unair Bentuk Tim Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Mei 2022 17:32 WIB
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.

selalu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta kepada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) untuk membantu menangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Menindaklanjuti hal tersebut, FKH Unair membentuk tim khusus untuk terjun ke beberapa daerah di Jatim yang terdampak wabah PMK hewan ternak sapi.

Baca Juga: Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam, mengungkapkan, agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi wabah PMK.

"Sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik," kata Fedik, Jumat (13/5/2022).

Fedik menyampaikan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.

"Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi," jelasnya.

Lebih lanjut Fedik menjelaskan bahwa PMK penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah tetapi tidak menular pada manusia.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Oleh kerena itu, kata dia, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.

"Maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia," ungkapnya.

Dekan FKH Unair, Mirni Lamid, menambahkan,
untuk menjawab keresahan masyarakat, melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak.

"Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga," ujar Mirni.

Baca Juga: Wabah PMK Menurun, Pedagang Daging Sapi di Surabaya Tetap Sepi Pembeli

Mirni juga menyampaikan, pihaknya telah membentuk tim khusus atau tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan.

Kata dia ,tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan Sabtu (14/5/2022) besok di dua kabupaten yang terserang wabah PMK.

"Sabtu besok, 14 mei 2022 kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua, di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.