Kamis, 22 Okt 2026 17:24 WIB

Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, FKH Unair Bentuk Tim Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Mei 2022 17:32 WIB
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.

selalu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta kepada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) untuk membantu menangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Menindaklanjuti hal tersebut, FKH Unair membentuk tim khusus untuk terjun ke beberapa daerah di Jatim yang terdampak wabah PMK hewan ternak sapi.

Baca Juga: Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam, mengungkapkan, agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi wabah PMK.

"Sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik," kata Fedik, Jumat (13/5/2022).

Fedik menyampaikan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.

"Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi," jelasnya.

Lebih lanjut Fedik menjelaskan bahwa PMK penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah tetapi tidak menular pada manusia.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Oleh kerena itu, kata dia, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.

"Maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia," ungkapnya.

Dekan FKH Unair, Mirni Lamid, menambahkan,
untuk menjawab keresahan masyarakat, melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak.

"Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga," ujar Mirni.

Baca Juga: Wabah PMK Menurun, Pedagang Daging Sapi di Surabaya Tetap Sepi Pembeli

Mirni juga menyampaikan, pihaknya telah membentuk tim khusus atau tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan.

Kata dia ,tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan Sabtu (14/5/2022) besok di dua kabupaten yang terserang wabah PMK.

"Sabtu besok, 14 mei 2022 kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua, di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka datang sekitar pukul 14.45 WIB.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.