Rabu, 22 Jul 2026 03:01 WIB

Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, FKH Unair Bentuk Tim Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Mei 2022 17:32 WIB
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.
Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam.

selalu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta kepada Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) untuk membantu menangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Menindaklanjuti hal tersebut, FKH Unair membentuk tim khusus untuk terjun ke beberapa daerah di Jatim yang terdampak wabah PMK hewan ternak sapi.

Baca Juga: Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

Ketua tim khusus PMK FKH Unair, Fedik Abdul Rantam, mengungkapkan, agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi wabah PMK.

"Sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik," kata Fedik, Jumat (13/5/2022).

Fedik menyampaikan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan desinfektan.

"Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4, ini bisa efektif sekali. Mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi," jelasnya.

Lebih lanjut Fedik menjelaskan bahwa PMK penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah tetapi tidak menular pada manusia.

Baca Juga: Jawa Timur Capai Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku Tertinggi se Indonesia

Oleh kerena itu, kata dia, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.

"Maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan) kemudian diedarkan tidak tidak masalah. Aman untuk manusia," ungkapnya.

Dekan FKH Unair, Mirni Lamid, menambahkan,
untuk menjawab keresahan masyarakat, melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak.

"Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga," ujar Mirni.

Baca Juga: Wabah PMK Menurun, Pedagang Daging Sapi di Surabaya Tetap Sepi Pembeli

Mirni juga menyampaikan, pihaknya telah membentuk tim khusus atau tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan.

Kata dia ,tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan Sabtu (14/5/2022) besok di dua kabupaten yang terserang wabah PMK.

"Sabtu besok, 14 mei 2022 kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat yang kami bagi dua, di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.