Jumat, 23 Okt 2026 21:28 WIB

Secara Teknis Server LPSE Surabaya Tidak Ada Kendala, Tapi Website Tetap Eror

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 18:00 WIB
Cek koneksi server lpse
Cek koneksi server lpse

selalu.id - Website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuat gaduh di kalangan rekanan yang hendak mengajukan penawaran proyek. Pasalnya laman untuk kolom upload file tidak dapat diakses.

Secara teknis, seharusnya tidak ada kendala pada website yang beralamat lpse.surabaya.go.id tersebut. selalu.id mencoba melakukan tes untuk mengetahui koneksi antara server dengan gadget, dan hasilnya menunjukkan sinyal yang stabil. Jika koneksi server tidak stabil akan muncul keterangan request time out.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Percobaan yang dilakukan selalu.id ini tidak hanya sekali, namun beberapa kali dan tetap menunjukkan sinyal yang stabil. Namun anehnya laman untuk member yang berfungsi untuk mengajukan penawaran proyek serta upload file persyaratan tetap tidak bisa terbuka.

Diketahui laman website LPSE tersebut dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah pengunjung umum yang bisa mengakses website secara terbatas tanpa harus regristasi. Halaman untuk pengunjung umum ini berjalan tanpa kendala bahkan merespon cepat jika diakses.

Kedua adalah halaman untuk member yang dapat akses penuh termasuk memasukkan penawaran proyek. Di dalam halaman ini terdapat menu untuk meng-upload file sebagai syarat keikutsertaan dalam penawaran proyek. Halaman inilah yang sejak kemarin eror dan tidak bisa terbuka.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Hal ini cukup unik, mengingat kedua halaman atau area tersebut tergabung dalam satu alamat website.

Secara teknis ada beberapa kemungkinan susahnya mengakses halaman untuk member tersebut, pertama adalah jumlah pengunjung yang masuk secara bersamaan yang membuat kanal overload dan kedua adalah upload file yang terlalu besar yang membutuhkan waktu lama, karena biasanya untuk member terdapat session validation.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Hingga berita ini diturunkan website tersebut masih belum bisa dibuka. Padahal malam ini waktu terakhir bagi rekanan untuk melengkapi persyaratan secara online pada beberapa lelang yang digelar oleh Pemkot Surabaya. Jika tak dapat melengkapi, secara otomatis dinyatakan gugur.

Gugurnya rekanan karena terkendala teknis website sudah tentu menciderai rasa keadilan untuk berkompetisi secara terbuka dalam pelaksanaan proyek pembangunan di Surabaya.

Erornya website LPSE ini kontraproduktif dengan pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang berkeinginan memajukan Surabaya dengan teknologi modern. Bahkan seluruh karyawan Pemkot Surabaya dituntut untuk melek teknologi sebagai percepatan pelayanan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.