Rabu, 22 Jul 2026 02:32 WIB

Dinas Kesehatan Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Hepatitis Misterius di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Mei 2022 12:43 WIB
Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers zoom meeting.
Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers zoom meeting.

selalu.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa belum ada kasus Hepatitis misterius atau akut yang ditemukan di wilayah Jawa Timur.

Namun, berdasarkan Informasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari minggu pertama Januari ke 17 tersebut. Tercatat sebanyak 114 kasus Sindrom Jaundice atau penyakit kuning.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa 114 kasus tersebut belum dinyatakan Hepatitis Akut. Sebab penyakit kuning belum tentu diartikan sebagai Hapatitis Akut.

"Salah satu gejala Hepatitis Akut adalah terkena penyakit kuning. Tapi terkena penyakit kuning belum tentu diartikan sebagai Hepatitis Akut," kata Erwin, saat Konferensi Pers Dinkes Jatim melalui zoom meeting, Jumat (6/5/2022).

Erwin menyampaikan, pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia menyebut melalui SKDR bisa mendapatkan informasi dugaan penyakit kuning tersebut.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

"SKDR pada prinsipnya itu aplikasi yang menerima informasi dari layanan kesehatan bila ada kecurigaan penyakit kuning," ujarnya.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, dari data SKDR tersebut Dinkes Jatim akaj memverifikasi terlebih dahulu, jika benar akan dirujuk ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti penyakit kuning yang diderita.

"Apakah ini terkait hepatitis akut yang belum ketemu penyebab atau sudah ketemu penyebanya," katanya.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Maka dari itu, Erwin menambahkan, untuk mengantisipasi terkena Hepatitis Akut masyarakat harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebab, belum ada informasi pasti terkait penyebab penyakit ini.

"Jika, orang tua memiliki anak dengan gejala penyakit kuning agar segera memeriksakan ke rumah sakit. Sehingga, bisa dilakukan percepatan penanganan agar segera diatasi," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.