Selasa, 20 Okt 2026 19:21 WIB

Bawa 4 Tuntutan, HMI Surabaya Bakal Gelar Demonstrasi Besok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 17 Apr 2022 15:09 WIB
Foto: Dok aksi mahasiswa surabaya di DPRD Jatim (14/4/2022) lalu.
Foto: Dok aksi mahasiswa surabaya di DPRD Jatim (14/4/2022) lalu.

selalu.id - Setelah dua gelombang aksi, Mahasiswa Surabaya berencana menggelar aksi demonstrasi kembali pada Senin (18/4/2022) besok. Aksi ini akan digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Saat dikonfirmasi selalu.id, ketua HMI Surabaya, Rahmat, membenarkan bahwa mereka akan menggelar aksi demonstrasi tersebut di depan Gedung DPRD Jatim, pada Senin (18/4/2022) mendatang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

"Iya HMI Surabaya, Senin mau melakukan demo di DPRD Jatim. Kemarin kita sudah lakukan kajian akademik, dengan berbagai urusan bersama Ketum Umum HMI Indonesia" kata Rahmat.

Rahmat menyampaikan, dalam aksi tersebut, HMI Surabaya berencana mengerahkan sekitar 200 massa.

"HMI dari surabaya berbagai universitas yang ada di Surabaya, nanti tiitik kumpul massa di sekretariat HMI. Setelah itu kami bareng kesana. Jam 12.00 WIB di sekretariat, Kemudian menuju DPRD Jatim sekitar jam 14.00 WIB,"ujarnya.

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan, HMI Surabaya bakal membawa 4 tuntutan yakni yang pertama, menuntut Presiden Jokowi untuk menindak tegas para pejabat publik yang mengusulkan rencana masa jabatan tiga periode.

"Karena isu jabatan tiga periode itu membuat kegaduhan di masyarakat,"tegasnya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Kedua, Rahmat menyampaikan, HMI Surabaya meminta Pemerintah untuk segera menstabilkan harga bahan pokok dan harga BBM pertalite dan pertamax.

"Ketiga, kami sebenarnya minta pemerintah untuk mencabut kelayakan PPN dari 10 persen ke 11 persen. Kami menolak hal itu,"tuturnya.

Kemudian keempat, lanjut Rahmat, HMI Surabaya meminta untuk evaluasi Ibu Kota Negara (IKN) serta dan dana IKN yang seharusnya dioptimalkan untuk masyarakat. Berdasarkan kajian akademiknya, tidak ada dampak dari pembangunan IKN.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Saat ini kita mengkaji kita belum menemukan kajian-kajian real dari pemerintah terkait ideologi dampak dari pembangunan itu sendiri,"jelasnya.

Rahmat menambahkan bahwa saat ini adalah pasca pandemi. Sehingga masyarakat banyak yang terdampak pada saat itu.

"Kami memohon kepada pemerintah untuk lebih kepada fokus pemulihan kesehatan,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.