Selasa, 21 Jul 2026 20:20 WIB

Bawa 4 Tuntutan, HMI Surabaya Bakal Gelar Demonstrasi Besok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 17 Apr 2022 15:09 WIB
Foto: Dok aksi mahasiswa surabaya di DPRD Jatim (14/4/2022) lalu.
Foto: Dok aksi mahasiswa surabaya di DPRD Jatim (14/4/2022) lalu.

selalu.id - Setelah dua gelombang aksi, Mahasiswa Surabaya berencana menggelar aksi demonstrasi kembali pada Senin (18/4/2022) besok. Aksi ini akan digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Saat dikonfirmasi selalu.id, ketua HMI Surabaya, Rahmat, membenarkan bahwa mereka akan menggelar aksi demonstrasi tersebut di depan Gedung DPRD Jatim, pada Senin (18/4/2022) mendatang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Iya HMI Surabaya, Senin mau melakukan demo di DPRD Jatim. Kemarin kita sudah lakukan kajian akademik, dengan berbagai urusan bersama Ketum Umum HMI Indonesia" kata Rahmat.

Rahmat menyampaikan, dalam aksi tersebut, HMI Surabaya berencana mengerahkan sekitar 200 massa.

"HMI dari surabaya berbagai universitas yang ada di Surabaya, nanti tiitik kumpul massa di sekretariat HMI. Setelah itu kami bareng kesana. Jam 12.00 WIB di sekretariat, Kemudian menuju DPRD Jatim sekitar jam 14.00 WIB,"ujarnya.

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan, HMI Surabaya bakal membawa 4 tuntutan yakni yang pertama, menuntut Presiden Jokowi untuk menindak tegas para pejabat publik yang mengusulkan rencana masa jabatan tiga periode.

"Karena isu jabatan tiga periode itu membuat kegaduhan di masyarakat,"tegasnya.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Kedua, Rahmat menyampaikan, HMI Surabaya meminta Pemerintah untuk segera menstabilkan harga bahan pokok dan harga BBM pertalite dan pertamax.

"Ketiga, kami sebenarnya minta pemerintah untuk mencabut kelayakan PPN dari 10 persen ke 11 persen. Kami menolak hal itu,"tuturnya.

Kemudian keempat, lanjut Rahmat, HMI Surabaya meminta untuk evaluasi Ibu Kota Negara (IKN) serta dan dana IKN yang seharusnya dioptimalkan untuk masyarakat. Berdasarkan kajian akademiknya, tidak ada dampak dari pembangunan IKN.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Saat ini kita mengkaji kita belum menemukan kajian-kajian real dari pemerintah terkait ideologi dampak dari pembangunan itu sendiri,"jelasnya.

Rahmat menambahkan bahwa saat ini adalah pasca pandemi. Sehingga masyarakat banyak yang terdampak pada saat itu.

"Kami memohon kepada pemerintah untuk lebih kepada fokus pemulihan kesehatan,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.