Minggu, 08 Nov 2026 00:14 WIB

Warga Surabaya Urunan Tebus Bayi yang Ditahan Akibat Tak Mampu Bayar Persalinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Apr 2022 13:58 WIB
Bayi dan orangtuanya
Bayi dan orangtuanya

selalu.id - Karena tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp. 2.050.000, ibu dan bayi ditahan oleh bidan di Kawasan Medokan, Surabaya pada Minggu (3/4/2022).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong. Tak hanya menebus bayi tersebut, Komunitas Tolong Menolong juga memberikan paket bantuan berupa kebutuhan bayi baru lahir seperti Pampers, minyak telon, bedak dan juga susu formula untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Malming Syahdu di Surabaya, Nyaman dan Terjangkau

Bersinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Jogoboyo, Daniel berangkat menuju lokasi praktek bidan tersebut didampingi Akhmad Badruttamam selaku Ketua Ormas Jogoboyo.

Setelah melakukan pembayaran persalinan yang harus ditanggung oleh pasangan suami istri bernama Ryan Wahyudi (20) dan Karisma (20), bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada Minggu (3/4) pukul 06.45 WIB dengan panjang 45 cm dan berat 2,7 kg ini akhirnya bisa dibawa pulang.

"Atas nama kemanusiaan, saya tidak menyalahkan pihak bidan praktek mandiri tersebut. Hanya saja, orangtua dari bayi tersebut memang kondisinya sangat memprihatikan," kata Daniel.

Baca Juga: Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Diungkapkannya, dua bulan terakhir, pasutri muda ini tiap malam sampai menjelang pagi tidur di emperan ruko dikawasan Tambak Medokan karena tidak mampu bayar kos-kosan. Ironisnya, hal ini terjadi saat Karisma, ibu bayi tersebut sedang hamil tua tujuh bulan.

Untuk itu, KTM dan Ormas Jogoboyo juga membantu sampai tuntas, termasuk mencarikan tempat tinggal layak sementara untuk orang tua dan bayinya.

"Orangtua bayi tersebut sebenarnya warga Kota Surabaya. Bahkan memiliki KTP Surabaya. Sayangnya, status pernikahan mereka tidak resmi alias nikah sirih. Ditambah, kondisi mereka saat ini yang dikucilkan kedua belah pihak keluarga karena ada permasalahan," jelas Daniel yang juga Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Daniel berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah Kota Surabaya terhadap nasib pasutri muda ini. Apalagi Ryan, sang suami juga statusnya masih pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan.

"Semoga ada jalan keluar terbaik buat mereka," harapnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.