Selasa, 08 Sep 2026 04:48 WIB

Warga Surabaya Urunan Tebus Bayi yang Ditahan Akibat Tak Mampu Bayar Persalinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Apr 2022 13:58 WIB
Bayi dan orangtuanya
Bayi dan orangtuanya

selalu.id - Karena tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp. 2.050.000, ibu dan bayi ditahan oleh bidan di Kawasan Medokan, Surabaya pada Minggu (3/4/2022).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong. Tak hanya menebus bayi tersebut, Komunitas Tolong Menolong juga memberikan paket bantuan berupa kebutuhan bayi baru lahir seperti Pampers, minyak telon, bedak dan juga susu formula untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Bersinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Jogoboyo, Daniel berangkat menuju lokasi praktek bidan tersebut didampingi Akhmad Badruttamam selaku Ketua Ormas Jogoboyo.

Setelah melakukan pembayaran persalinan yang harus ditanggung oleh pasangan suami istri bernama Ryan Wahyudi (20) dan Karisma (20), bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada Minggu (3/4) pukul 06.45 WIB dengan panjang 45 cm dan berat 2,7 kg ini akhirnya bisa dibawa pulang.

"Atas nama kemanusiaan, saya tidak menyalahkan pihak bidan praktek mandiri tersebut. Hanya saja, orangtua dari bayi tersebut memang kondisinya sangat memprihatikan," kata Daniel.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Diungkapkannya, dua bulan terakhir, pasutri muda ini tiap malam sampai menjelang pagi tidur di emperan ruko dikawasan Tambak Medokan karena tidak mampu bayar kos-kosan. Ironisnya, hal ini terjadi saat Karisma, ibu bayi tersebut sedang hamil tua tujuh bulan.

Untuk itu, KTM dan Ormas Jogoboyo juga membantu sampai tuntas, termasuk mencarikan tempat tinggal layak sementara untuk orang tua dan bayinya.

"Orangtua bayi tersebut sebenarnya warga Kota Surabaya. Bahkan memiliki KTP Surabaya. Sayangnya, status pernikahan mereka tidak resmi alias nikah sirih. Ditambah, kondisi mereka saat ini yang dikucilkan kedua belah pihak keluarga karena ada permasalahan," jelas Daniel yang juga Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Daniel berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah Kota Surabaya terhadap nasib pasutri muda ini. Apalagi Ryan, sang suami juga statusnya masih pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan.

"Semoga ada jalan keluar terbaik buat mereka," harapnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.