Rabu, 22 Jul 2026 07:35 WIB

Warga Surabaya Urunan Tebus Bayi yang Ditahan Akibat Tak Mampu Bayar Persalinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Apr 2022 13:58 WIB
Bayi dan orangtuanya
Bayi dan orangtuanya

selalu.id - Karena tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp. 2.050.000, ibu dan bayi ditahan oleh bidan di Kawasan Medokan, Surabaya pada Minggu (3/4/2022).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong. Tak hanya menebus bayi tersebut, Komunitas Tolong Menolong juga memberikan paket bantuan berupa kebutuhan bayi baru lahir seperti Pampers, minyak telon, bedak dan juga susu formula untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Bersinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Jogoboyo, Daniel berangkat menuju lokasi praktek bidan tersebut didampingi Akhmad Badruttamam selaku Ketua Ormas Jogoboyo.

Setelah melakukan pembayaran persalinan yang harus ditanggung oleh pasangan suami istri bernama Ryan Wahyudi (20) dan Karisma (20), bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada Minggu (3/4) pukul 06.45 WIB dengan panjang 45 cm dan berat 2,7 kg ini akhirnya bisa dibawa pulang.

"Atas nama kemanusiaan, saya tidak menyalahkan pihak bidan praktek mandiri tersebut. Hanya saja, orangtua dari bayi tersebut memang kondisinya sangat memprihatikan," kata Daniel.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Diungkapkannya, dua bulan terakhir, pasutri muda ini tiap malam sampai menjelang pagi tidur di emperan ruko dikawasan Tambak Medokan karena tidak mampu bayar kos-kosan. Ironisnya, hal ini terjadi saat Karisma, ibu bayi tersebut sedang hamil tua tujuh bulan.

Untuk itu, KTM dan Ormas Jogoboyo juga membantu sampai tuntas, termasuk mencarikan tempat tinggal layak sementara untuk orang tua dan bayinya.

"Orangtua bayi tersebut sebenarnya warga Kota Surabaya. Bahkan memiliki KTP Surabaya. Sayangnya, status pernikahan mereka tidak resmi alias nikah sirih. Ditambah, kondisi mereka saat ini yang dikucilkan kedua belah pihak keluarga karena ada permasalahan," jelas Daniel yang juga Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Daniel berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah Kota Surabaya terhadap nasib pasutri muda ini. Apalagi Ryan, sang suami juga statusnya masih pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan.

"Semoga ada jalan keluar terbaik buat mereka," harapnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.