Jumat, 05 Jun 2026 03:08 WIB

Warga Surabaya Urunan Tebus Bayi yang Ditahan Akibat Tak Mampu Bayar Persalinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Apr 2022 13:58 WIB
Bayi dan orangtuanya
Bayi dan orangtuanya

selalu.id - Karena tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp. 2.050.000, ibu dan bayi ditahan oleh bidan di Kawasan Medokan, Surabaya pada Minggu (3/4/2022).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong. Tak hanya menebus bayi tersebut, Komunitas Tolong Menolong juga memberikan paket bantuan berupa kebutuhan bayi baru lahir seperti Pampers, minyak telon, bedak dan juga susu formula untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Bersinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Jogoboyo, Daniel berangkat menuju lokasi praktek bidan tersebut didampingi Akhmad Badruttamam selaku Ketua Ormas Jogoboyo.

Setelah melakukan pembayaran persalinan yang harus ditanggung oleh pasangan suami istri bernama Ryan Wahyudi (20) dan Karisma (20), bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada Minggu (3/4) pukul 06.45 WIB dengan panjang 45 cm dan berat 2,7 kg ini akhirnya bisa dibawa pulang.

"Atas nama kemanusiaan, saya tidak menyalahkan pihak bidan praktek mandiri tersebut. Hanya saja, orangtua dari bayi tersebut memang kondisinya sangat memprihatikan," kata Daniel.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Diungkapkannya, dua bulan terakhir, pasutri muda ini tiap malam sampai menjelang pagi tidur di emperan ruko dikawasan Tambak Medokan karena tidak mampu bayar kos-kosan. Ironisnya, hal ini terjadi saat Karisma, ibu bayi tersebut sedang hamil tua tujuh bulan.

Untuk itu, KTM dan Ormas Jogoboyo juga membantu sampai tuntas, termasuk mencarikan tempat tinggal layak sementara untuk orang tua dan bayinya.

"Orangtua bayi tersebut sebenarnya warga Kota Surabaya. Bahkan memiliki KTP Surabaya. Sayangnya, status pernikahan mereka tidak resmi alias nikah sirih. Ditambah, kondisi mereka saat ini yang dikucilkan kedua belah pihak keluarga karena ada permasalahan," jelas Daniel yang juga Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Daniel berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah Kota Surabaya terhadap nasib pasutri muda ini. Apalagi Ryan, sang suami juga statusnya masih pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan.

"Semoga ada jalan keluar terbaik buat mereka," harapnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.