Rabu, 04 Feb 2026 16:56 WIB

Magang di Pemkot Surabaya, 500 Mahasiswa Disebar di Kelurahan-kelurahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Mar 2022 17:05 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Sebanyak 500 mahasiswa perserta Program Merdeka Pemkot Surabaya membantu pelayanan administrasi kependudukan di kelurahan-kelurahan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut, dari 650 mahasiswa yang mengikuti program, 500 ditempatkan di kelurahan dan sisanya, ditempatkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) hingga sejumlah Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Baca Juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahaydi mengatakan, melalui program MBKM-A tersebut, maka segala permasalahan kekurangan tenaga bisa teratasi. Kedepannya, program ini juga tak hanya di bidang administrasi kependudukan (Adminduk) tapi juga ke teknologi dan pangan. Ia menyebut, dispendukcapil mereka akan mengembangkan terkait dengan aplikasi, permasalahan, juga call center.

"Karena saya minta di Dispendukcapil terkait call center, kalau ada orang yang bingung terkait e-KTP, baik yang ada di lurah camat atau RT/RW tinggal telepon saja," kata dia, Senin (28/3/2022).

Eri menyampaikan, meski sebenarnya sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan adminduk, namun terkadang masih ada saja warga yang bingung. Oleh karena itu, Eri menilai call center tersebut sangat diperlukan.

"Dengan adanya call center yang dibantu oleh adik-adik mahasiswa ini, maka akan mempermudah masyarakat yang mengalami kesulitan," tutur dia.

"Mahasiswa pasti melek IT, pasti mengerti aturan, sehingga dia akan lebih cepat untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat dan lebih cepat juga dalam memberikan pelayanan," imbuhnya.

Lebih lanjut Eri menyampaikan, program pengabdian masyarakat ini juga memiliki hubungan erat dengan kegiatan mahasiswa yang ada di kampus.

Melalui program MBKM-A ini, Eri berharap, para mahasiswa tidak lagi mendapatkan teori saja. Melainkan secara praktek bagaimana mereka berhubungan dan menerapkan ilmunya kepada masyarakat bisa secara langsung.

"Jadi setelah lulus dari kuliah sebagai mahasiswa mereka sudah memiliki kemampuan praktek,"ujarnya.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

"Karena berhubungan dengan masyarakat berbeda dengan ilmu yang ada di perguruan tinggi. Tapi ketika digabungkan ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa," imbuhnya.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji menjelaskan, sebelum program ini berjalan, Pemkot melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan para rektor perguruan tinggi.

Kemudian MoU dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara wakil rektor dengan Dispendukcapil.

"Dengan payung hukum itu, adik-adik mahasiswa kemudian mendaftar program ini. Kemudian kita lihat, kalau kemampuannya masuk, kita terima," kata Agus.

Agus menyebut, setidaknya ada 15 kegiatan dalam program MBKM-A tersebut. Satu di antaranya adalah mengenai optimalisasi pelaksanaan program Kalimasada (Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk).

Baca Juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

"Yang paling banyak optimalisasi Kalimasada ini yang diletakkan di kelurahan-kelurahan. Sisanya di Dispendukcapil, ada di Dinas Kesehatan dan sebagainya, tapi dalam kendali kami program pelaksanaannya," jelas Agus.

Dalam setiap program MBKM-A itu, Agus mengatakan, ada target output pelaksanaan pembelajaran. Hasil output itulah yang kemudian dikonversi ke nilai mata kuliah peserta MBKM-A di kampus. Sementara di pemkot, juga ada pembimbing atau penilai kedua selain dari pihak kampus.

"Sekitar 85 persen mereka diletakkan di kelurahan. Karena pelayanan publik kita di kelurahan, maka itu yang dikuatin. Mereka akan membantu lurah, koordinasi dengan RT/RW untuk pelayanan publik, khususnya adminduk," ujarnya.

Sebagai diketahui, MBKM-A merupakan program kerja sama antara Pemkot Surabaya dan beberapa Perguruan Tinggi di Kota Pahlawan. Program MBKM-A berjalan dari bulan Maret hingga September 2022 dengan durasi kegiatan mulai dari 4 sampai dengan 6 bulan.

Dalam program ini, para mahasiswa akan melakukan kegiatan selama hari kerja dengan durasi 8 jam per hari. Seluruh hasil rangkaian kegiatan per hari kemudian dilaporkan di learning management system (LMS) yang telah disediakan Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Danah Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.