Minggu, 01 Feb 2026 15:42 WIB

Vaksin Booster di Surabaya Terbatas, Pemkot Tunggu Kiriman dari Pusat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 18:45 WIB
Petugas vaksin di Surabaya
Petugas vaksin di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengejar percepatan vaksin booster, namun saat ini vaksin booster di Surabaya mengalami keterbatasan.

Tercatat vaksin di Surabaya sudah mencapai 408.829 jiwa atau sekitar 98 persen masyarakat umum. Sedangkan untuk lansia sudah mencapai 91,91 persen atau 102.064 jiwa.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, saat ini Surabaya menunggu droping vaksin booster dari Pemerintah pusat.

"Ada AstraZeneca (AZ), Moderna, Pfizer tergantung vaksin primernya. Kalau AZ ketersediaan kita memang terbatas, AZ untuk satu mingguan ke depan,"ujar Nanik, Kamis (23/3/2022).

Kata dia, Pemkot akan terus berupaya koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk memenuhi vaksin Surabaya.

"Kita berupaya agar vaksin tetap ada,"ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menyampaikan, untuk menjelang atau saat Ramadhan, sesuai dengan kasus, Pemkot tetap melakukan tracing.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Kita lakukan tes kontak erat, baik keluarga, lingkungan tetangga,"ujarnya.

Untuk masyarakat luar atau bukan KTP Surabaya, Nanik menjelaskan, pihaknya tetap memfasilitasi untuk vaksin booster.

"Kita juga buka di mal-mal, ada GrandnCity, Royal Plaza, Ciwo, TP, tidak hanya warga Surabaya, luar Surabaya kita fasilitasi," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) di Surabaya mengalami penurunan sekitar 12 persen. Untuk BOR yang ada di Rumah Sakit 4,6 persen per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

"Positivity rate Surabaya menurun 4,6 persen, apalagi pasien di Asrama Haji sejak kemarin nol," terangnya.

Ia menambahkan, untuk kasus meninggal covid-19 itu Fluktuatif. Artinya masih ada kasus yang meninggal, tetapi pasien yang meninggal tersebut yakni pasien komorbid.

"Fluktuatif, masih ada kasus meninggal. Tapi bisa dipastikan bahwa kasus meninggal dipastikan semua komorbid," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Keberuntungan Disemua Bintang, Mulai Karier hingga Percintaan

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Cek segera.