Kamis, 17 Sep 2026 03:05 WIB

Vaksin Booster di Surabaya Terbatas, Pemkot Tunggu Kiriman dari Pusat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 18:45 WIB
Petugas vaksin di Surabaya
Petugas vaksin di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengejar percepatan vaksin booster, namun saat ini vaksin booster di Surabaya mengalami keterbatasan.

Tercatat vaksin di Surabaya sudah mencapai 408.829 jiwa atau sekitar 98 persen masyarakat umum. Sedangkan untuk lansia sudah mencapai 91,91 persen atau 102.064 jiwa.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, saat ini Surabaya menunggu droping vaksin booster dari Pemerintah pusat.

"Ada AstraZeneca (AZ), Moderna, Pfizer tergantung vaksin primernya. Kalau AZ ketersediaan kita memang terbatas, AZ untuk satu mingguan ke depan,"ujar Nanik, Kamis (23/3/2022).

Kata dia, Pemkot akan terus berupaya koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk memenuhi vaksin Surabaya.

"Kita berupaya agar vaksin tetap ada,"ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menyampaikan, untuk menjelang atau saat Ramadhan, sesuai dengan kasus, Pemkot tetap melakukan tracing.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

"Kita lakukan tes kontak erat, baik keluarga, lingkungan tetangga,"ujarnya.

Untuk masyarakat luar atau bukan KTP Surabaya, Nanik menjelaskan, pihaknya tetap memfasilitasi untuk vaksin booster.

"Kita juga buka di mal-mal, ada GrandnCity, Royal Plaza, Ciwo, TP, tidak hanya warga Surabaya, luar Surabaya kita fasilitasi," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) di Surabaya mengalami penurunan sekitar 12 persen. Untuk BOR yang ada di Rumah Sakit 4,6 persen per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Positivity rate Surabaya menurun 4,6 persen, apalagi pasien di Asrama Haji sejak kemarin nol," terangnya.

Ia menambahkan, untuk kasus meninggal covid-19 itu Fluktuatif. Artinya masih ada kasus yang meninggal, tetapi pasien yang meninggal tersebut yakni pasien komorbid.

"Fluktuatif, masih ada kasus meninggal. Tapi bisa dipastikan bahwa kasus meninggal dipastikan semua komorbid," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.