Sabtu, 06 Jun 2026 10:48 WIB

Vaksin Booster di Surabaya Terbatas, Pemkot Tunggu Kiriman dari Pusat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 18:45 WIB
Petugas vaksin di Surabaya
Petugas vaksin di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengejar percepatan vaksin booster, namun saat ini vaksin booster di Surabaya mengalami keterbatasan.

Tercatat vaksin di Surabaya sudah mencapai 408.829 jiwa atau sekitar 98 persen masyarakat umum. Sedangkan untuk lansia sudah mencapai 91,91 persen atau 102.064 jiwa.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, saat ini Surabaya menunggu droping vaksin booster dari Pemerintah pusat.

"Ada AstraZeneca (AZ), Moderna, Pfizer tergantung vaksin primernya. Kalau AZ ketersediaan kita memang terbatas, AZ untuk satu mingguan ke depan,"ujar Nanik, Kamis (23/3/2022).

Kata dia, Pemkot akan terus berupaya koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk memenuhi vaksin Surabaya.

"Kita berupaya agar vaksin tetap ada,"ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menyampaikan, untuk menjelang atau saat Ramadhan, sesuai dengan kasus, Pemkot tetap melakukan tracing.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Kita lakukan tes kontak erat, baik keluarga, lingkungan tetangga,"ujarnya.

Untuk masyarakat luar atau bukan KTP Surabaya, Nanik menjelaskan, pihaknya tetap memfasilitasi untuk vaksin booster.

"Kita juga buka di mal-mal, ada GrandnCity, Royal Plaza, Ciwo, TP, tidak hanya warga Surabaya, luar Surabaya kita fasilitasi," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) di Surabaya mengalami penurunan sekitar 12 persen. Untuk BOR yang ada di Rumah Sakit 4,6 persen per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Positivity rate Surabaya menurun 4,6 persen, apalagi pasien di Asrama Haji sejak kemarin nol," terangnya.

Ia menambahkan, untuk kasus meninggal covid-19 itu Fluktuatif. Artinya masih ada kasus yang meninggal, tetapi pasien yang meninggal tersebut yakni pasien komorbid.

"Fluktuatif, masih ada kasus meninggal. Tapi bisa dipastikan bahwa kasus meninggal dipastikan semua komorbid," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.