Rabu, 22 Jul 2026 22:29 WIB

Vaksin Booster di Surabaya Terbatas, Pemkot Tunggu Kiriman dari Pusat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 18:45 WIB
Petugas vaksin di Surabaya
Petugas vaksin di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengejar percepatan vaksin booster, namun saat ini vaksin booster di Surabaya mengalami keterbatasan.

Tercatat vaksin di Surabaya sudah mencapai 408.829 jiwa atau sekitar 98 persen masyarakat umum. Sedangkan untuk lansia sudah mencapai 91,91 persen atau 102.064 jiwa.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, saat ini Surabaya menunggu droping vaksin booster dari Pemerintah pusat.

"Ada AstraZeneca (AZ), Moderna, Pfizer tergantung vaksin primernya. Kalau AZ ketersediaan kita memang terbatas, AZ untuk satu mingguan ke depan,"ujar Nanik, Kamis (23/3/2022).

Kata dia, Pemkot akan terus berupaya koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk memenuhi vaksin Surabaya.

"Kita berupaya agar vaksin tetap ada,"ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menyampaikan, untuk menjelang atau saat Ramadhan, sesuai dengan kasus, Pemkot tetap melakukan tracing.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

"Kita lakukan tes kontak erat, baik keluarga, lingkungan tetangga,"ujarnya.

Untuk masyarakat luar atau bukan KTP Surabaya, Nanik menjelaskan, pihaknya tetap memfasilitasi untuk vaksin booster.

"Kita juga buka di mal-mal, ada GrandnCity, Royal Plaza, Ciwo, TP, tidak hanya warga Surabaya, luar Surabaya kita fasilitasi," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Bed Occupancy Rate (BOR) di Surabaya mengalami penurunan sekitar 12 persen. Untuk BOR yang ada di Rumah Sakit 4,6 persen per 100 ribu penduduk.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Positivity rate Surabaya menurun 4,6 persen, apalagi pasien di Asrama Haji sejak kemarin nol," terangnya.

Ia menambahkan, untuk kasus meninggal covid-19 itu Fluktuatif. Artinya masih ada kasus yang meninggal, tetapi pasien yang meninggal tersebut yakni pasien komorbid.

"Fluktuatif, masih ada kasus meninggal. Tapi bisa dipastikan bahwa kasus meninggal dipastikan semua komorbid," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.