Jumat, 23 Okt 2026 20:40 WIB

Demo Driver Ojek Online 'Hijaukan' Kota Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 12:26 WIB
Konvoi driver ojek online di Surabaya
Konvoi driver ojek online di Surabaya

selalu.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jawa Timur menggelar aksinya di Surabaya. Mereka dijadwalkan mendatangi 11 titik lokasi untuk menyampaikan aspirasinya,Kamis (23/3/2022).

Titik kumpul pertama adalah kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur Jalan A Yani Surabaya. Selanjutnya aksi diteruskan menuju ke Diskominfo Jatim. Namun, saat mereka menuju ke sasaran tempat aksi berikutnya, dan hendak melewati Kantor Dinkes Jatim, mereka berputar balik, lantaran ada info Dirjen Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) telah tiba di Kantor Dishub Jatim.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Kini massa telah tiba di Kantor Dishub Jatim. Mereka berkonvoi sambil mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Pantauan selalu.id saat ini kondisi lalu lintas, di jalan Ahmad yani mengalami kepadatan. Kemacetan terlihat di sepanjang Jalan A Yani Surabaya akibat banyaknya massa aksi driver online.T

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, mengatakan, arus lalu lintas yang dijalankan seperti biasa. Pihaknya mengupayakan jalur frontage, sehingga membuka 2 jalur saja.

"Sehingga satu lajur atau situasional bisa lewat frontage tapi situasional kita arahkan lewat jalan protokol.Rekayasa bersifat situasional lihat kondisi di jalanan,"kata dia.

Pihaknya juga mengerahkan Satlantas 245 personel yang terbagi di beberapa titik ploting.

Sementara itu, Humas Frontal Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, pihaknya ingin Menteri Perhubungan atau diwakili Dirjen Perhubungan Darat, melihat langsung.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

"Jadi kami ingin menhub melihat langsung kenyataan ada aplikator yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah melalui PM 12 dan KP 348,"kata dia.

Kedua, Frontal ingin menghadirkan petinggi aplikator dari pusat supaya bisa langsung merevisi tarif yang dirasa terlalu murah.

"Terlalu murah dan melanggar aturan pemerintah," keluhnya.

Daniel menjelaskan, tarif bersih yang diterima oleh rekan-rekan ojek online (ojol) saat ini hanya Rp. 6.400, bahkan ada aplikasi baru yang menerapkan tarif dibawah itu.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Kemudian, Ketiga, menghapus bea bea tambahan yang dibebankan aplikator kepada mitra maupun customer.

"Seperti bea parkir, bea aplikasi dan segala macem,"jelasnya.

Keempat, lanjut dia, mereka mendorong pemerintah tindak tegas aplikator yang melanggar aturan dari pemerintah.

"Kami ingin hari ini bisa tuntas masalah tarif ini. Senin kemarin aplikator nakal mulai menaikkan tarifnya, kami khawatir itu bersifat sementara makanya aksi hari ini supaya tarif bisa stabil gak turun lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.