Selasa, 21 Jul 2026 19:55 WIB

Demo Driver Ojek Online 'Hijaukan' Kota Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 12:26 WIB
Konvoi driver ojek online di Surabaya
Konvoi driver ojek online di Surabaya

selalu.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jawa Timur menggelar aksinya di Surabaya. Mereka dijadwalkan mendatangi 11 titik lokasi untuk menyampaikan aspirasinya,Kamis (23/3/2022).

Titik kumpul pertama adalah kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur Jalan A Yani Surabaya. Selanjutnya aksi diteruskan menuju ke Diskominfo Jatim. Namun, saat mereka menuju ke sasaran tempat aksi berikutnya, dan hendak melewati Kantor Dinkes Jatim, mereka berputar balik, lantaran ada info Dirjen Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) telah tiba di Kantor Dishub Jatim.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kini massa telah tiba di Kantor Dishub Jatim. Mereka berkonvoi sambil mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Pantauan selalu.id saat ini kondisi lalu lintas, di jalan Ahmad yani mengalami kepadatan. Kemacetan terlihat di sepanjang Jalan A Yani Surabaya akibat banyaknya massa aksi driver online.T

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, mengatakan, arus lalu lintas yang dijalankan seperti biasa. Pihaknya mengupayakan jalur frontage, sehingga membuka 2 jalur saja.

"Sehingga satu lajur atau situasional bisa lewat frontage tapi situasional kita arahkan lewat jalan protokol.Rekayasa bersifat situasional lihat kondisi di jalanan,"kata dia.

Pihaknya juga mengerahkan Satlantas 245 personel yang terbagi di beberapa titik ploting.

Sementara itu, Humas Frontal Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, pihaknya ingin Menteri Perhubungan atau diwakili Dirjen Perhubungan Darat, melihat langsung.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Jadi kami ingin menhub melihat langsung kenyataan ada aplikator yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah melalui PM 12 dan KP 348,"kata dia.

Kedua, Frontal ingin menghadirkan petinggi aplikator dari pusat supaya bisa langsung merevisi tarif yang dirasa terlalu murah.

"Terlalu murah dan melanggar aturan pemerintah," keluhnya.

Daniel menjelaskan, tarif bersih yang diterima oleh rekan-rekan ojek online (ojol) saat ini hanya Rp. 6.400, bahkan ada aplikasi baru yang menerapkan tarif dibawah itu.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Kemudian, Ketiga, menghapus bea bea tambahan yang dibebankan aplikator kepada mitra maupun customer.

"Seperti bea parkir, bea aplikasi dan segala macem,"jelasnya.

Keempat, lanjut dia, mereka mendorong pemerintah tindak tegas aplikator yang melanggar aturan dari pemerintah.

"Kami ingin hari ini bisa tuntas masalah tarif ini. Senin kemarin aplikator nakal mulai menaikkan tarifnya, kami khawatir itu bersifat sementara makanya aksi hari ini supaya tarif bisa stabil gak turun lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.