Demo Driver Ojek Online 'Hijaukan' Kota Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 24 Mar 2022 12:26 WIB
selalu.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jawa Timur menggelar aksinya di Surabaya. Mereka dijadwalkan mendatangi 11 titik lokasi untuk menyampaikan aspirasinya,Kamis (23/3/2022).
Titik kumpul pertama adalah kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur Jalan A Yani Surabaya. Selanjutnya aksi diteruskan menuju ke Diskominfo Jatim. Namun, saat mereka menuju ke sasaran tempat aksi berikutnya, dan hendak melewati Kantor Dinkes Jatim, mereka berputar balik, lantaran ada info Dirjen Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) telah tiba di Kantor Dishub Jatim.
Kini massa telah tiba di Kantor Dishub Jatim. Mereka berkonvoi sambil mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.
Pantauan selalu.id saat ini kondisi lalu lintas, di jalan Ahmad yani mengalami kepadatan. Kemacetan terlihat di sepanjang Jalan A Yani Surabaya akibat banyaknya massa aksi driver online.T
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, mengatakan, arus lalu lintas yang dijalankan seperti biasa. Pihaknya mengupayakan jalur frontage, sehingga membuka 2 jalur saja.
"Sehingga satu lajur atau situasional bisa lewat frontage tapi situasional kita arahkan lewat jalan protokol.Rekayasa bersifat situasional lihat kondisi di jalanan,"kata dia.
Pihaknya juga mengerahkan Satlantas 245 personel yang terbagi di beberapa titik ploting.
Sementara itu, Humas Frontal Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, pihaknya ingin Menteri Perhubungan atau diwakili Dirjen Perhubungan Darat, melihat langsung.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Jadi kami ingin menhub melihat langsung kenyataan ada aplikator yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah melalui PM 12 dan KP 348,"kata dia.
Kedua, Frontal ingin menghadirkan petinggi aplikator dari pusat supaya bisa langsung merevisi tarif yang dirasa terlalu murah.
"Terlalu murah dan melanggar aturan pemerintah," keluhnya.
Daniel menjelaskan, tarif bersih yang diterima oleh rekan-rekan ojek online (ojol) saat ini hanya Rp. 6.400, bahkan ada aplikasi baru yang menerapkan tarif dibawah itu.
Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
Kemudian, Ketiga, menghapus bea bea tambahan yang dibebankan aplikator kepada mitra maupun customer.
"Seperti bea parkir, bea aplikasi dan segala macem,"jelasnya.
Keempat, lanjut dia, mereka mendorong pemerintah tindak tegas aplikator yang melanggar aturan dari pemerintah.
"Kami ingin hari ini bisa tuntas masalah tarif ini. Senin kemarin aplikator nakal mulai menaikkan tarifnya, kami khawatir itu bersifat sementara makanya aksi hari ini supaya tarif bisa stabil gak turun lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-1402-demo-driver-ojek-online-hijaukan-kota-surabaya
