Jumat, 05 Jun 2026 12:21 WIB

Demo Driver Ojek Online 'Hijaukan' Kota Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 12:26 WIB
Konvoi driver ojek online di Surabaya
Konvoi driver ojek online di Surabaya

selalu.id - Ribuan driver online yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jawa Timur menggelar aksinya di Surabaya. Mereka dijadwalkan mendatangi 11 titik lokasi untuk menyampaikan aspirasinya,Kamis (23/3/2022).

Titik kumpul pertama adalah kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur Jalan A Yani Surabaya. Selanjutnya aksi diteruskan menuju ke Diskominfo Jatim. Namun, saat mereka menuju ke sasaran tempat aksi berikutnya, dan hendak melewati Kantor Dinkes Jatim, mereka berputar balik, lantaran ada info Dirjen Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) telah tiba di Kantor Dishub Jatim.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Kini massa telah tiba di Kantor Dishub Jatim. Mereka berkonvoi sambil mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Pantauan selalu.id saat ini kondisi lalu lintas, di jalan Ahmad yani mengalami kepadatan. Kemacetan terlihat di sepanjang Jalan A Yani Surabaya akibat banyaknya massa aksi driver online.T

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, mengatakan, arus lalu lintas yang dijalankan seperti biasa. Pihaknya mengupayakan jalur frontage, sehingga membuka 2 jalur saja.

"Sehingga satu lajur atau situasional bisa lewat frontage tapi situasional kita arahkan lewat jalan protokol.Rekayasa bersifat situasional lihat kondisi di jalanan,"kata dia.

Pihaknya juga mengerahkan Satlantas 245 personel yang terbagi di beberapa titik ploting.

Sementara itu, Humas Frontal Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan, pihaknya ingin Menteri Perhubungan atau diwakili Dirjen Perhubungan Darat, melihat langsung.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

"Jadi kami ingin menhub melihat langsung kenyataan ada aplikator yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah melalui PM 12 dan KP 348,"kata dia.

Kedua, Frontal ingin menghadirkan petinggi aplikator dari pusat supaya bisa langsung merevisi tarif yang dirasa terlalu murah.

"Terlalu murah dan melanggar aturan pemerintah," keluhnya.

Daniel menjelaskan, tarif bersih yang diterima oleh rekan-rekan ojek online (ojol) saat ini hanya Rp. 6.400, bahkan ada aplikasi baru yang menerapkan tarif dibawah itu.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Kemudian, Ketiga, menghapus bea bea tambahan yang dibebankan aplikator kepada mitra maupun customer.

"Seperti bea parkir, bea aplikasi dan segala macem,"jelasnya.

Keempat, lanjut dia, mereka mendorong pemerintah tindak tegas aplikator yang melanggar aturan dari pemerintah.

"Kami ingin hari ini bisa tuntas masalah tarif ini. Senin kemarin aplikator nakal mulai menaikkan tarifnya, kami khawatir itu bersifat sementara makanya aksi hari ini supaya tarif bisa stabil gak turun lagi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.