Sabtu, 10 Okt 2026 08:28 WIB

Tak Mampu Bayar saat Periksa Covid-19, RSU dr Soetomo Sempat Tahan Jenazah Warga Wiyung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Mei 2020 18:57 WIB

Surabaya (selalu.id) - Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo, Surabaya menahan jenazah lantaran tidak bisa membayar surat keterangan kematian hampir sebesar Rp 1,1 juta. Jenazah tersebut oleh warga diperiksakan untuk antisipasi jika terkena Covid-19.

Jenazah warga Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya harus tertahan beberapa jam di rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut.

Baca Juga: Investasi Surabaya jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja, Tembus Rp23,6 T

Ketua RT 04 Dukuh Karangan, Rianto menjelaskan, kronologi kejadian jenazah tertahan tersebut. Menurutnya, salah satu warganya meninggal pada Sabtu (3/5/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Oleh warga, disarankan untuk diperiksakan. Salah satu warga berinisiatif menelpon Gugus Tugas Covid-19 dan disarankan untuk dibawa ke RSU dr Soetomo. Namun alangkah terkejut, bukanya surat keterangan bebas Covid-19, jenazah tersebut hanya diberikan surat keterangan kematian dan harus membayar Rp 1,1 juta.

"Tarifnya Rp 1.070.000 mas, kalo tidak bayar mayatnya Ndak bisa dibawa pulang," jelasnya.

Lantaran tidak adanya persiapan, akhirnya warga memutuskan untuk patungan demi mengeluarkan jenazah tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

"Akhirnya kita urunan. Saya sempat sebagai jaminan disana," keluhnya.

Rianto berharap agar pemerintah khususnya RSU dr Soetomo memberikan keringanan maupun kemudahan pada kasus-kasus yang berkaitan dengan Covid-19.

"Saya mohon Gubernur gratiskan biaya itu. Ini warga tidak mampu, terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini," pungkasnya.

Baca Juga: Pengedar Narkoba Lintas Daerah Dibekuk di Surabaya, Polisi Sita 95 Gram Sabu

Kusnan, salah satu warga Dukuh Karangan meminta agar pemerintah lebih responsif menangani hal-hal yang berhubungan dengan Covid-19. Menurutnya langkah yang dilakukan oleh warga dengan memeriksakan jenazah tersebut adalah bentuk kepedulian terhadap penanganan penyebaran pandemi Covid-19.

"Harusnya pemerintah lebih peka. Warga ini sudah berinisiatif bagus harusnya direspon dengan cepat, bukan malah dipersulit dan berbayar yang berujung pada ditahannya jenazah seperti ini. Kita akan pertanyakan nanti," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil Super League Persebaya vs Isenmulang Kalteng FC, Bajol Ijo Menang Tipis

Tambahan 3 poin ini mendongkrak posisi Persebaya Surabaya ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, terpaut satu poin dari Persija.

Ingin Nikmati Sunset Sambil BBQ-an, Vasa Hotel Surabaya Bisa jadi Pilihan

Para tamu diajak menikmati suasana malam Surabaya sembari menyantap aneka hidangan panggang yang disajikan secara segar dengan aroma smoky yang khas.

Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Donny Manuarva mengatakan bahwa pelatihan racik kopi ini diproyeksikan menjadi batu loncatan awal menuju kemandirian finansial peserta.

Dishub Kota Mojokerto Sabet 2 Penghargaan dalam Pelayanan Publik

Dishub Mojokerto sebagai Kolaborator Terbaik Kegiatan Normalisasi Kendaraan Bermotor serta untuk kategori Angkutan Pelajar Gratis yang Inovatif dan Inklusif.

Kapolda Jatim Irjen Dekananto: Polri Harus Dekat dengan Masyarakat!

Ke depannya, Deka menegaskan seluruh jajaran Polda Jatim harus lebih dekat dan bergandengan tangan dengan masyarakat. 

Kabar Gembira, Frontage Road Buduran Sidoarjo Ditargetkan Rampung Desember 2026

Penyelesaian akses jalan sepanjang sekitar 350 meter itu dikejar agar bisa digunakan masyarakat sebelum libur Tahun Baru 2027.