Jumat, 04 Sep 2026 14:43 WIB

Pakar Epidemiologi Unair Sayangkan Penghapusan Tes Covid-19, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Mar 2022 11:15 WIB
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari

selalu.id - Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Atoillah Isfandiari tidak setuju dengan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi perjalanan domestik yang diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya hal tersebut mempersulit pendeteksian kasus positif Covid-19

Diketahui, pemerintah telah menerapkan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik dengan syarat vaskin lengkap, minimal dosis 2 dan booster.

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Menurut Ato -sapaan akrab Atoillah Isfandiari- pelonggaran pemeriksaan tes antigen dan PCR itu lebih baik ditujukan bagi pelaku perjalanan domestik yang telah vaksinasi booster. Menurutnya, hal tersebut akan lebih meningkatkan keamanan saat perjalanan. Selain itu, syarat tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster.

"Kenyataannya, sebagian masyarakat ikut vaksin bukan karena kesadaraan mendapatkan kekebalan. Tapi agar dapat mengakses yang tidak bisa diakses tanpa vaksin," kata Ato, Selasa (15/3/2022).

Ato menyebutkan penerapan kebijakan tersebut akan menghilangkan salah satu kontributor terbesar dalam tracing Covid-19.

"Saat mobilitas meningkat, risiko ISPA akan meningkat. Di sisi lain, kita tidak tahu ISPA yang meningkat disebabkan oleh covid atau bukan," tuturnya.

Tak hanya itu, Ato juga menuturkan, gelombang ketiga memang telah melewati puncak dan konsisten mengalami penurunan. Namun, kasus harian masih cenderung tinggi. Sehingga, penerapan kebijakan yang terburu-buru tersebut akan meningkatkan kasus harian dan risiko penularan.

Baca Juga: 61 Jemaah Haji Jalani Swab Antigen di Surabaya, 16 Terinfeksi Influenza

Menurut Ato, penghapusan syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik lebih baik ditunda dua minggu lagi. Penundaan tersebut juga akan membuat kondisi lebih stabil saat memasuki bulan Ramadan dan musim mudik.

"Kalau kita mau bersabar dua minggu lagi. Kita ada di posisi yang sama dengan akhir Januari, posisi dasar gelombang. Saat ini kita masih berada pada lereng gelombang," ujarnya.

Ato juga mengingatkan agar protokol kesehatan masyarakat tetap dijaga sebagai salah satu langkah untuk membatasi penularan.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19, BBKK Siapkan Skrining di Bandara dan Asrama Haji

"Tetap pakai masker yang proper sama seperti sekarang dan menjaga jarak. Kita tidak tahu yang bareng kita itu membawa virus atau tidak," tukasnya.

Ato berpesan kepada masyarakat untuk menghindari berkerumun dalam waktu yang lama. Jika tidak bisa menghindari kerumunan, disarankan untuk berkumpul di ruang terbuka.

"Kita memang sedang dalam proses penurunan gelombang. Tapi, pandemi belum selesai. Saat ini kita hidup berdampingan dengan covid, preventing jauh lebih penting daripada sesal kemudian," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.