Selasa, 21 Jul 2026 01:28 WIB

Pakar Epidemiologi Unair Sayangkan Penghapusan Tes Covid-19, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Mar 2022 11:15 WIB
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari

selalu.id - Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Atoillah Isfandiari tidak setuju dengan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi perjalanan domestik yang diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya hal tersebut mempersulit pendeteksian kasus positif Covid-19

Diketahui, pemerintah telah menerapkan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik dengan syarat vaskin lengkap, minimal dosis 2 dan booster.

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Menurut Ato -sapaan akrab Atoillah Isfandiari- pelonggaran pemeriksaan tes antigen dan PCR itu lebih baik ditujukan bagi pelaku perjalanan domestik yang telah vaksinasi booster. Menurutnya, hal tersebut akan lebih meningkatkan keamanan saat perjalanan. Selain itu, syarat tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster.

"Kenyataannya, sebagian masyarakat ikut vaksin bukan karena kesadaraan mendapatkan kekebalan. Tapi agar dapat mengakses yang tidak bisa diakses tanpa vaksin," kata Ato, Selasa (15/3/2022).

Ato menyebutkan penerapan kebijakan tersebut akan menghilangkan salah satu kontributor terbesar dalam tracing Covid-19.

"Saat mobilitas meningkat, risiko ISPA akan meningkat. Di sisi lain, kita tidak tahu ISPA yang meningkat disebabkan oleh covid atau bukan," tuturnya.

Tak hanya itu, Ato juga menuturkan, gelombang ketiga memang telah melewati puncak dan konsisten mengalami penurunan. Namun, kasus harian masih cenderung tinggi. Sehingga, penerapan kebijakan yang terburu-buru tersebut akan meningkatkan kasus harian dan risiko penularan.

Baca Juga: 61 Jemaah Haji Jalani Swab Antigen di Surabaya, 16 Terinfeksi Influenza

Menurut Ato, penghapusan syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik lebih baik ditunda dua minggu lagi. Penundaan tersebut juga akan membuat kondisi lebih stabil saat memasuki bulan Ramadan dan musim mudik.

"Kalau kita mau bersabar dua minggu lagi. Kita ada di posisi yang sama dengan akhir Januari, posisi dasar gelombang. Saat ini kita masih berada pada lereng gelombang," ujarnya.

Ato juga mengingatkan agar protokol kesehatan masyarakat tetap dijaga sebagai salah satu langkah untuk membatasi penularan.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19, BBKK Siapkan Skrining di Bandara dan Asrama Haji

"Tetap pakai masker yang proper sama seperti sekarang dan menjaga jarak. Kita tidak tahu yang bareng kita itu membawa virus atau tidak," tukasnya.

Ato berpesan kepada masyarakat untuk menghindari berkerumun dalam waktu yang lama. Jika tidak bisa menghindari kerumunan, disarankan untuk berkumpul di ruang terbuka.

"Kita memang sedang dalam proses penurunan gelombang. Tapi, pandemi belum selesai. Saat ini kita hidup berdampingan dengan covid, preventing jauh lebih penting daripada sesal kemudian," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.