Senin, 19 Okt 2026 20:26 WIB

Pakar Epidemiologi Unair Sayangkan Penghapusan Tes Covid-19, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Mar 2022 11:15 WIB
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atoillah Isfandiari

selalu.id - Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Atoillah Isfandiari tidak setuju dengan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi perjalanan domestik yang diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya hal tersebut mempersulit pendeteksian kasus positif Covid-19

Diketahui, pemerintah telah menerapkan penghapusan syarat tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik dengan syarat vaskin lengkap, minimal dosis 2 dan booster.

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Menurut Ato -sapaan akrab Atoillah Isfandiari- pelonggaran pemeriksaan tes antigen dan PCR itu lebih baik ditujukan bagi pelaku perjalanan domestik yang telah vaksinasi booster. Menurutnya, hal tersebut akan lebih meningkatkan keamanan saat perjalanan. Selain itu, syarat tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster.

"Kenyataannya, sebagian masyarakat ikut vaksin bukan karena kesadaraan mendapatkan kekebalan. Tapi agar dapat mengakses yang tidak bisa diakses tanpa vaksin," kata Ato, Selasa (15/3/2022).

Ato menyebutkan penerapan kebijakan tersebut akan menghilangkan salah satu kontributor terbesar dalam tracing Covid-19.

"Saat mobilitas meningkat, risiko ISPA akan meningkat. Di sisi lain, kita tidak tahu ISPA yang meningkat disebabkan oleh covid atau bukan," tuturnya.

Tak hanya itu, Ato juga menuturkan, gelombang ketiga memang telah melewati puncak dan konsisten mengalami penurunan. Namun, kasus harian masih cenderung tinggi. Sehingga, penerapan kebijakan yang terburu-buru tersebut akan meningkatkan kasus harian dan risiko penularan.

Baca Juga: 61 Jemaah Haji Jalani Swab Antigen di Surabaya, 16 Terinfeksi Influenza

Menurut Ato, penghapusan syarat tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik lebih baik ditunda dua minggu lagi. Penundaan tersebut juga akan membuat kondisi lebih stabil saat memasuki bulan Ramadan dan musim mudik.

"Kalau kita mau bersabar dua minggu lagi. Kita ada di posisi yang sama dengan akhir Januari, posisi dasar gelombang. Saat ini kita masih berada pada lereng gelombang," ujarnya.

Ato juga mengingatkan agar protokol kesehatan masyarakat tetap dijaga sebagai salah satu langkah untuk membatasi penularan.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19, BBKK Siapkan Skrining di Bandara dan Asrama Haji

"Tetap pakai masker yang proper sama seperti sekarang dan menjaga jarak. Kita tidak tahu yang bareng kita itu membawa virus atau tidak," tukasnya.

Ato berpesan kepada masyarakat untuk menghindari berkerumun dalam waktu yang lama. Jika tidak bisa menghindari kerumunan, disarankan untuk berkumpul di ruang terbuka.

"Kita memang sedang dalam proses penurunan gelombang. Tapi, pandemi belum selesai. Saat ini kita hidup berdampingan dengan covid, preventing jauh lebih penting daripada sesal kemudian," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.