Rabu, 07 Okt 2026 22:56 WIB

Penulis: Taufik Rohman Hidayat

Market Politik Khofifah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Mar 2022 09:33 WIB
Guernur Khofifah saat meninjau antrian minyak goreng di salah satu pasar di Jawa Timur
Guernur Khofifah saat meninjau antrian minyak goreng di salah satu pasar di Jawa Timur

selalu.id - Empat Gubernur di Pulau Jawa menjadi primadona politik menjelang Pileg dan Pilpres 2024. Keempatnya adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Gubernur DKI Jakarta Anis Rasyid Baswedan.

Jabar, Jateng, dan Jatim menjadi provinsi dengan jumlah pemilih (konstituen besar). Masing-masing tingkat konstituennya lebih 30 juta pemilih. DKI Jakarta lebih dari 10 juta pemilih.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Keempat gubernur relasinya dengan parpol juga bervariasi. Ganjar Pranowo kader tulen PDIP, partai berpaham Nasionalis Soekarnoisme. Ridwan Kamil dan Anis Baswedan merupakan figure nonpartai dan relasi sosiologis dengan ormas tak terlihat eksplisit. Sedangkan Khofifah Indar Parawansa pernah aktif di partai (PPP dan PKB) kemudian keluar menjadi tokoh nonparpol. Khofifah lama aktif dan memimpin ormas Muslimat NU, sayap organisasi di NU yang memayungi ibu-ibu Nahdliyyin.

Pembeda paling tegas antara Khofifah dengan Anis Baswedan dan Ridwan Kamil adalah kepemimpinan dan aktivisme di ormas. Khofifah memimpin ormas Muslimat dan Anis serta Ridwan aktivisme keormasannya tak sekuat dan sekental Khofifah.

Dikotomi sosiologis dan politis antara Khofifah dengan Ganjar Pranowo adalah yang satu aktivis ormas Islam yang menaungi ibu-ibu di bawah, yang kekuatan besaran dan pengaruh massanya tak kalah dibanding parpol. Ganjar Pranowo adalah aktivis politik PDIP yang berasal dari Jateng: wilayah administratif politik yang puluhan tahun dikenal sebagai basis politik terkuat bagi PDIP (dulu PNI) di Indonesia.

Bicara tentang Khofifah selalu dihubungkan dengan NU, Muslimat NU, posisi strategis Jatim dalam perspektif politik dan ekonomi bersifat strategis, dan tokoh wanita masa depan. Yang lebih menarik dalam konteks kekinian adalah banyaknya tokoh politik nasional berkunjung ke Jatim dan merajut silaturahmi dengan Khofifah.

Di medio bulan Februari dan Maret 2022, sejumlah pentolan parpol bertemu dan bersilaturahmi kepada Khofifah. Sejumlah elite politik melakukan safari politik ke Jatim dan menemui Khofifah. Mulai dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR, Puan Maharani.

Para tokoh politik tersebut representasi kekuatan politik besar dan utama dalam lanskap politik nasional. Kenapa demikian? Yang pasti memiliki jumlah konstituen sangat besar: Sekitar 33 juta pemilih. Itu penilaian dalam perspektif politik konstituen.

Dalam perspektif lainnya, Khofifah merupakan figur yang namanya selalu masuk dalam bursa capres dan atau cawapres dari beberapa lembaga survei kredibel dan terpercaya. Nama Khofifah selama masuk di antara nama-nama tokoh lainnya, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anis Baswedan, Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, dan lainnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Dari sederet nama-nama tersebut, tokoh masa depan politik nasional yang bergender perempuan jumlahnya tak banyak. Khofifah, Puan Maharani, dan Tri Rismaharini adalah di antara yang sedikit tersebut. Nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih senior di antara para tokoh tersebut. Mega termasuk tokoh politik paling senior dan ketum parpol paling lama di antara para ketum parpol di Indonesia.

Satu catatan penting yang membedakan Khofifah dengan para tokoh nasional lain yang namanya masuk bursa capres dan atau cawapres adalah tentang aktivisme keormasan.
Gen sosial dan kultural Khofifah sangat jelas dan tegas: NU. Ormas Islam Tradisional yang berdiri pada 31 Januari 1926 di Kota Surabaya.

Sejak menempuh pendidikan menengah, kuliah di perguruan tinggi, dan aktif di dunia gerakan pemberdayaan perempuan, Khofifah bergerak dan dikenal sebagai aktivis NU. Pernah aktif di PMII dan Muslimat NU. Kini, Gubernur Jatim ini dipercaya sebagai salah satu ketua PBNU. Baru pada kepengurusan PBNU hasil Muktamar Lampung 2021, wanita diberikan kesempatan dan kepercayaan duduk di PBNU. Tak tanggung-tanggung, jabatan yang dipangku Khofifah adalah salah satu Ketua PBNU. Satu posisi strategis dan punya pengaruh besar di kalangan warga Nahdliyyin, khususnya kaum ibu-ibu NU.

NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Ormas Islam itu memiliki anggota mencapai 91,2 juta per 2019. Survei LSI beberapa waktu mencatat kalau populasi anggota NU mencapai 35,5 persen dari total 249,9 juta penduduk Indonesia. Dengan besaran massa seperti itu, kita bisa bayangkan bagaimana besarnya pengaruh ormas NU di Indonesia.

Kekuatan pengaruh (baik kuantitas maupun kualitas) NU belum tentu kalah vis a vis parpol. Selain itu, ormas Islam ini memiliki pengalaman lapangan bersifat paripurna. Lahir sebagai ormas, pernah jadi parpol (sebagai peserta Pemilu 1955 dan 1971), menjadi bagian parpol (PPP), dan kembali ke khittah 1926 sebagai ormas Islam diniyyah sesuai hasil muktamar NU ke-27 di Pondok Salafiyah Syafi’iyah Situbondo pada 1984.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Sebagai aktivis NU, langkah dan gerakan Khofifah konsisten, istiqomah. Dia merintis, merengkuh pengalaman dan kematangan lapangan dalam aktivisme sosial kultural bersama NU, baik sebagai aktivis PMII, Muslimat NU, dan kini masuk dalam struktur PBNU.

Tak hanya di lapangan sosial. Di ranah politik, Khofifah matang dengan pengalaman praktis yang beragam. Pernah duduk sebagai pimpinan dan atau DPR RI/MPR RI, Menteri dalam Kabinet Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi, dan kini menjabat sebagai Gubernur Jatim.

Perpaduan aktivisme di lapangan sosial dan politik membentuk karakter dan gaya kepemimpinan Khofifah yang kuat. Kepemimpinan transformatif terlihat dari berbagai langkah, program, dan policy yang dia jalankan. Khofifah adalah pemimpin yang selalu hadir. Menyentuh dengan kasih sayang ke-ibu-an ketika ada warga Jatim ditimpah bencana dan musibah. Hadir dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan riil lapangan saat musibah menerjang.

Khofifah bukan pemimpin di belakang meja. Bukan pula pemimpin yang hanya menerima laporan staf dan orang-orang kepercayaannya. Dia pemimpin yang melakukan cek dan ricek ke lapangan. Pemimpin yang memastikan. Memastikan kesesuaian antara laporan staf dengan realitas di lapangan. Memastikan anggaran itu diterima yang berhak. Memastikan ada progress dan growth dari policy sosial dan ekonomi yang diputuskan. Memastikan akurasi data dan fakta sektor pembangunan dan public service yang jadi tanggung jawab pemerintah, dan lainnya.

Market politik Khofifah terbuka lebar. Bisa diterima siapa pun karena sikap politik yang moderat. Pergaulan sosialnya jauh melampaui batas-batas kelompok tradisionalnya. Networking-nya terbangun sejak lama terus dikelola dan dikonsolidasikan secara konsisten. Kredit poin tersebut yang menjadi salah satu penarik Khofifah di mata banyak tokoh lainnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital

Pentas ini ini tidak sekadar jadi pelengkap kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya tetapi mampu menjadi pengingat bagi generasi penerus.

Jawaban Santai Wapres Gibran soal Putusan MK dalam Kasus Ijazah

Diketahui, sidang MK pada Selasa (6/10/2026) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setingkat SMA di luar negeri.

Aturan Baru Sound Horeg di Sidoarjo

DPRD Sidoarjo menegaskan pembahasan ini tidak ditujukan untuk menghapus keberadaan sound horeg, melainkan menyelaraskan kebijakan demi kebaikan bersama.

Bawa Ayam Krispi Isi Sabu ke Lapas Porong, Nenek asal Surabaya Diamankan

Total narkoba jenis sabu yang disita dari dalam ayam goreng krispi itu seberat 17,11 gram. Sabu itu merupakan pesanan dari napi di dalam Lapas Porong.

Tim Tabur Gabungan Ringkus Buronan Rp60 Miliar Oktavanus Katili di Gorontalo

Langkah eksekusi ini dilakukan untuk menjalankan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1986/K.Pid.Sus/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Bupati Cup Atletik Jember Digelar, Ribuan Bakat Muda Dibidik Masuk Radar Prestasi

Ajang ini ditargetkan jadi langkah awal menemukan talenta baru sekaligus membangun ekosistem atletik Jember untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.