Kamis, 03 Sep 2026 14:06 WIB

Harga Emas Naik, Masyarakat Berbondong Jual Perhiasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Mar 2022 09:17 WIB
Toko emas di Surabaya
Toko emas di Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga emas menjelang momen Ramadan dimanfaatkan masyarakat untuk menjual perhiasan mereka untuk persiapan momen besar umat Islam Ramadan dan Lebaran.

Team Leader toko emas Bokor Mas di Jalan Tambak Rejo Surabaya, Endang Nur mengatakan bahwa harga emas memang selalu mengalami kenaikan saat menjelang bulan Ramadhan. Begitu sebaliknya setelah lebaran harga emas malah mengalami penurunan.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Ini mungkin karena menjelang Lebaran orang banyak pakai perhiasan. Dan biasanya setelah lebaran itu harganya turun karena biasanya juga seperti ini. Jadi kemungkinan setelah lebaran banyak orang jual," kata Endang, saat ditemui Selalu.id, Rabu (10/3/2022).

Endang mengaku, kini harga emas di tokonya mulai naik sejak dua minggu lalu. Ia menyebut tokonya menjual emas dengan kadar emas 8 karat, 16 karat 24 karat.

"Untuk emas dengan kadar 16 karat 1 gram menyentuh harga Rp 695 ribu yang sebelumnya hanya Rp 675 Ribu,"ujarnya.

Endang menyampaikan, untuk 8 karat satu gram Rp 480 ribu yang sebelumnya Rp 400 ribu. Lalu 24 karat ditokonya hanya ada antam yang 1 gram dijual Rp 1 juta dari sebelumnya seharga Rp 800 ribu.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Harga ini tergantung masing-masing toko," ucapnya.

Lebih lanjut Endang menyampaikan, semenjak harga emas mulai naik, banyak masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi tokonya.

Setidaknya, kata dia, setiap hari ia menerima 30 penjual dari yang sebelumnya hanya 20 penjual.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

"Dengan kenaikan Emas ini banyak orang yang jual dengan nota yang lama. Nota lama itu kan harganya masih murah. Sekarang kan harganya naik, kalau orang tau harganya, kemungkinan akan jual," jelas Endang.

Endang menambahkan, mayoritas masyarakat yang menjual emas tersebut adalah untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat ini bahan pokok naik.

"Apalagi sekarang harga minyak goreng juga naik, bukan hanya emas saja," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.