Minggu, 19 Jul 2026 20:39 WIB

Harga Emas Naik, Masyarakat Berbondong Jual Perhiasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Mar 2022 09:17 WIB
Toko emas di Surabaya
Toko emas di Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga emas menjelang momen Ramadan dimanfaatkan masyarakat untuk menjual perhiasan mereka untuk persiapan momen besar umat Islam Ramadan dan Lebaran.

Team Leader toko emas Bokor Mas di Jalan Tambak Rejo Surabaya, Endang Nur mengatakan bahwa harga emas memang selalu mengalami kenaikan saat menjelang bulan Ramadhan. Begitu sebaliknya setelah lebaran harga emas malah mengalami penurunan.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Ini mungkin karena menjelang Lebaran orang banyak pakai perhiasan. Dan biasanya setelah lebaran itu harganya turun karena biasanya juga seperti ini. Jadi kemungkinan setelah lebaran banyak orang jual," kata Endang, saat ditemui Selalu.id, Rabu (10/3/2022).

Endang mengaku, kini harga emas di tokonya mulai naik sejak dua minggu lalu. Ia menyebut tokonya menjual emas dengan kadar emas 8 karat, 16 karat 24 karat.

"Untuk emas dengan kadar 16 karat 1 gram menyentuh harga Rp 695 ribu yang sebelumnya hanya Rp 675 Ribu,"ujarnya.

Endang menyampaikan, untuk 8 karat satu gram Rp 480 ribu yang sebelumnya Rp 400 ribu. Lalu 24 karat ditokonya hanya ada antam yang 1 gram dijual Rp 1 juta dari sebelumnya seharga Rp 800 ribu.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Harga ini tergantung masing-masing toko," ucapnya.

Lebih lanjut Endang menyampaikan, semenjak harga emas mulai naik, banyak masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi tokonya.

Setidaknya, kata dia, setiap hari ia menerima 30 penjual dari yang sebelumnya hanya 20 penjual.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

"Dengan kenaikan Emas ini banyak orang yang jual dengan nota yang lama. Nota lama itu kan harganya masih murah. Sekarang kan harganya naik, kalau orang tau harganya, kemungkinan akan jual," jelas Endang.

Endang menambahkan, mayoritas masyarakat yang menjual emas tersebut adalah untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat ini bahan pokok naik.

"Apalagi sekarang harga minyak goreng juga naik, bukan hanya emas saja," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.